Travelers System: I Escaped To One Piece

Travelers System: I Escaped To One Piece
Eps.16 Pengembangan Teknik Klon


__ADS_3

8 Jam Kemudian...


Hari sudah mulai sore, Zeno terbangun dari tidurnya dan merasa lapar yang sangat berat. Untungnya setelah tertidur energi fisiknya pulih sedikit bersamaan juga chakranya yang hanya pulih seperempat.


Tapi Zeno merasa lebih segar setelah tidur, Zeno menganggap hal ini merupakan dampak dari energi mental yang telah pulih, walaupun Zeno tidak yakin apakah dunia ini memiliki energi mental.


Bangun dari tempat tidur, Zeno berjalan dengan pelan ke dapur sambil memikirkan tentang cara penggunaan Rasengan Badai.


'hmm pada tahap permulaan diharuskan membulatkan Yin dan Yang pada tahap itu kedua Aliran ini akan bergejolak dan menolak satu sama lain, Agar bola terlihat lebih mudah di gunakan dan energi didalamnya tidak tersebar seperti terakhir kali melawan Bone Fist, diharuskan menyeimbangkan lapisan luarnya dan menambah Aliran Yin Yang di dalamnya dengan chakra sampai Lapisan Luar tidak bergoyang dan rusuh sama sekali.


Setelah tahap ini Energi Mental Dan Chakra tersisa sedikit, Lalu dengan Energi Fisik, Bola ini bisa di kendalikan, jaraknya dan kecepatan penerbangannya saat di lemparkan. Untuk kekuatan ledakannya itu tergantung dengan Sisa Energi Fisik, Mental dan Chakra yang digabungkan.


Radius Ledakan 300 Meter ±' Zeno menyimpulkan tentang keseluruhan pembuatan Rasengan Badai tadi pagi, dan efek kelelahan yang berlebihan ini merupakan efek sampingnya. "Hehe dengan begini aku punya kartu truf baru, Sepertinya teknik pengendali klon harus di teliti lebih dalam" Saat Zeno sedang senang tiba tiba dirinya merasa sangat kelelahan.


"Haaa~~" Zeno menghela nafas panjang lalu dirinya menopang ke dinding kapal sambil terengah-engah, Kelelahan berlebihan yang muncul ini adalah Efek dari Klon Bayangan. Berbeda dengan Klon Air, Jika Klon Bayangan diserang maka pemilik juga akan merasakan serangan itu namun tidak akan terluka, dan untuk pelatihan ini cukup bagus karena pemilik juga langsung mengingat semua apa yang dilakukan bayangannya.


Di pikiran Zeno saat ini dia melihat dirinya telah berlatih Ninjutsu Bola Api Raksasa (Goukakyuu No Jutsu) Ke tingkat yang mahir, walaupun dirinya jarang latihan, tapi klon bayangan tidak, jadi setelah ini Zeno telah mengerti cara menggunakan Ninjutsu yang klasik di animenya.


"Baiklah baiklah sepertinya meneliti tentang Klon harus memberikan efek pembalikan kepada fisik" Zeno berjalan perlahan ke dapur, jika dia tidur sekarang dia mungkin akan mati kelaparan dalam mimpinya.


Sampai di dapur, para koki dari kapal ini sebelumnya ikut terbawa dengan tidak sengaja namun mereka tidak melawan dan juga tugas mereka hanya memasak jadi mereka tidak peduli apakah bajak laut atau angkatan laut yang mereka masakin.

__ADS_1


"Leona, Bisakah kau memasakkan sesuatu? Aku sangat lapar" Zeno yang duduk di kursi makan berkata dengan lesu, di depannya seorang perempuan berambut pirang yang di ikat dua berkata "Ada apa denganmu? Kau terlihat kelelahan" Zeno yang kepalanya berbaring di meja berkata "Aku hanya mencoba Teknik Terlarang! Tidak disangka efek baliknya seperti ini".


Koki Wanita ini merupakan satu-satunya wanita di antara 50 lebih laki-laki, Memang agak Sus! Tapi karena dia dilindungi oleh Ace dan Zeno tidak ada yang berani menyentuhnya.


Jika itu Ace mungkin mereka akan mempertimbangkannya tapi jika itu Zeno maka lebih baik tidak berpikir lebih banyak, Apakah mereka tidak tahu Zeno? Atau mereka bodoh karena melanggar perintah Zeno? Setidaknya anggota lama mengetahui dimana saat seseorang dibunuh begitu saja seperti membunuh tahu membuat mereka takut, Lagi lagi kamar Leona diatur khusus dekat dengan kamar Ace dan Zeno.


Jadi apa yang akan mereka lakukan? Yah hanya menatap wajah cantik Leona dengan mata mesum..


Tak beberapa lama Leona selesai memasak dan menaruhkan semua masakannya ke depan Zeno, Tapi bukannya langsung memakannya Zeno hanya tersenyum pahit "Bisakah kau menyuapiku? Aku tidak memiliki tenaga untuk mengangkat sendok sekalipun" Leona yang melihat ini berkata "Apakah separah itu teknik terlarangnya? Memang apa yang terjadi setelah kau menggunakannya" Leona mengambil sendok dan menyuapi Zeno.


Adegan mereka berdua membuat para jomblo tidak lebih tepatnya semua jomblo di kapal merasa sakit hati dan sedih.


Lagipula untuk menyuapi pelanggan, palingan dia lakukan hanya untuk Zeno saja.


Zeno berkata dengan lucu karena makanan di mulutnya masih dikunyah. "nyam nyam! Itu nyam aku menghancurkan nyam sekitar nyam 1 pulau nyam berdiameter nyam 300 Meter nyam" mendengar ucapan Zeno, Leona hanya tersenyum senang dan mencubit pipi Zeno "Makan dengan perlahan jangan terburu-buru". Zeno mengangguk dan tidak memperdulikan perilaku Leona yang mencubit pipinya.


Bagaimana pun juga fisiknya masih anak-anak tidak ada salahnya juga di suapi.


Selesai makan, "Wah ini sangat enak terimakasih Leona!" Zeno bersandar di kursi dan mengelus-elus perutnya. Leona yang ada di dapur sedang mencuci piring berkata "Hahah tidak apa apa! Lagipula tugas koki untuk memasak makanan".


Zeno berdiam sejenak lalu berkata "Terimakasih Leona! Aku kembali dulu", Zeno menggunakan segel tangannya lagi dan menghilang di tempat, kali ini hal itu tidak menarik perhatian namun membuat banyak orang iri dengan segel tangan Zeno.

__ADS_1


Zeno menggunakan teknik pembalik dan kembali ke kamarnya sementara di tempat tadi Zeno berada digantikan papan kayu bertuliskan "Win".


Di kasur, Zeno duduk bersandarkan dinding dan membuat kedua Klon Bayangan, Satu untuk melatih kekuatan fisik satunya lagi untuk melatih teknik berpedang.


Zeno memandang Klon Bayangan yang tanpa ekspresi itu dan melemparkan sebuah pedang serta buku Aliran Pedang Besi. "Ini Kau pelajari ilmu pedang dan ini pedangnya" Melemparkan ke salah satu klon secara acak, Zeno berkata kepada klon yang belum dapat "Ini buku latihan yang ku rancang untuk pelatihan fisik!". Kedua klon mengambil barang barang itu.


"Baiklah kerjakan" Zeno memberi perintah dan keduanya berkata siap, mereka pergi ke belakang kapal untuk pelatihan karena bagian belakang kapal sangat sepi dibandingkan depan.


Setelah keduanya pergi, Zeno membuat lagi klon, bukan klon bayangan tapi klon Air, Segumpal air muncul dan memadat menjadi bentuk manusia setelah beberapa saat sosok Zeno lain muncul dari air.


Zeno melihat sosok itu dan sosok itu melihat Zeno, pada tahap ini Sosok itu dapat berbicara dengan bebas melalui ego dan pemikiran Zeno. Namun Zeno tidak dapat melihat apa yang klon Air lihat, dia hanya bisa mengetahui kondisi fisik pada klon Air.


Zeno mencoba melapisi matanya dengan chakra lalu menutup matanya dan melakukan hal itu juga kepada Klon Air, Dirinya berhasil namun penglihatannya hanya sebatas 3 meter selebihnya rabun.


Jadi Zeno terus berlatih dan berlatih mengontrol chakra pada retina matanya untuk menghubungkan ke klon air, untungnya Klon Air ini terbuat dari chakranya jika tidak akan sedikit sulit baginya untuk mendemonstrasikan cara melihat pada Klon Air.


Berlatih dan terus berlatih, Zeno berhenti saat klon air dapat melihat dengan jelas pada jarak 100 meter untuk selebihnya Zeno akan membuat kacamata khusus yang akan dipakai nanti. Namun untuk pembuatannya Kacamata Khusus itu sepertinya tidak untuk saat ini.


Saat ini Zeno hanya berlatih menggerakkan tubuh klon air dengan pikiran setelah dia berhasil melihat dari pandangan klon air. Beginilah jika Teknik Clon diberikan kepada mereka yang kreatif.


Pelatihan tentang mengendalikan tubuh Air lebih muda dibandingkan mendemonstrasikan matanya. Hanya dalam beberapa jam Zeno dapat bergerak dengan lihai tanpa kaku seperti pertama kali mencoba.

__ADS_1


__ADS_2