
Beberapa setelah larutnya sepenuhnya kekuatan buah Mera-Mera No Mi, Zeno menghela nafas lega lalu menunjukkan senyum kejam, dia mengambil pistol pendek yang dia dapatkan saat berlayar dan bertemu bajak laut dengan Bounty Sekitar 7 Juta.
Dan mengarahkan ke kepala Ace dan berkata "Selamat tinggal Ace" Dengan senyum kejam namun Ace melihatnya dan berkata "A-apa kenapa Zeno?" Ace tidak menyangka seseorang yang selama ini dianggapnya adiknya mengkhianatinya.
"Tanyakan pada tuhan" Zeno menarik pelatuk peluru terbang menembus tubuh Ace namun seperti melewati api, peluru tidak merasa entitas apapun dan melewatinya begitu saja.
Melihat pemandangan ini Ace terkejut hingga tidak bisa berkata-kata sementara Zeno tertawa terbahak-bahak hingga berguling-guling di tanah "Hahahahahah!! A - Apa ke kenapa ? Ze no?" ucapnya mengulangi kata kata Zeno tadi.
Sementara itu Ace yang melihat dahinya perlahan pulih tiba-tiba terkekeh dan ikut tertawa "Hahahaha" Keduanya segera tertawa. Tak berselang lama mereka keluar dari dalam pohon raksasa namun ada sedikit yang berbeda wajah Zeno hanya sedikit membiru saja.
'Untungnya aku memiliki kemampuan medis jika tidak akan malu dengan wajah babi selama 3 hari' Batin Zeno. Sekarang dengan kekuatan Ace meningkat, Zeno tidak perlu panik melewati hutan ini dan berbicara santai dengan Ace.
Zeno menatap Ace yang sedang berkeliling santai di hutan seperti di rumahnya dan berkata dengan serius "Ace! ingat kejadian tadi! Di dunia ini tidak ada hal yang di sebut pertemanan atau persaudaraan sejati, setiap manusia memiliki keinginan dan egonya tersendiri, Jangan terpengaruh oleh mereka."
Sementara Ace hanya mengangguk diam, dia juga mengerti kalimat yang disampaikan Zeno, intinya jangan terlalu percaya sama orang lain atau orang sendiri.
Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan binatang buas berbentuk Harimau ekor gajah, namun dengan tinju Ace dibarengi api yang membuat kerusakannya meningkat jadi Harimau ini di bakar hingga gosong.
"Ahhh tidaakkk!! Daging gemukku!!" Melihat harimau yang dibakar hingga gosong oleh dirinya sendiri Ace mau tidak mau menyesal. Sementara Zeno memandangnya dengan tatapan bodoh "Tidak bisakah kau sedikit mengendalikan kekuatanmu?" datang ke tubuh harimau Zeno mencongkel daging harimau dan melihat kalau itu sudah gosong dan berkata "Ini sudah ke 12 kalinya, apa kau tidak bisa mengecilkan apimu! Jika begini persediaan kapal akan habis dengan cepat".
Sambil berjalan menuju pesisir pantai yang tadi mereka juga membunuh beberapa binatang agar dimakan kecuali serangga, sampai pesisir pantai Zeno melihat kepiting berukuran 2 meter dan berkata, "Coba serang dia" mendengar ini Ace tanpa ragu ragu menyerang kepiting raksasa ini.
Ace meluncurkan tinjunya dan lengannya berubah menjadi tinju api menabrak kepiting yang tadi.
__ADS_1
darrr
Suara ledakan dan api terdengar ke sekeliling pulau..
Kepiting yang tidak bersalah dan tidak mengetahui apa apa tiba tiba dirinya di bakar hingga mati, setelah Ace menyelesaikan pukulannya, Zeno datang dan mencongkel dagingnya. Berbeda dengan daging hewan lainnya, daging kepiting yang di congkel ini terlihat matang dan enak walaupun bagian luarnya gosong.
"Ace berhasil lihat!" Zeno tersenyum dan memakan langsung daging kepiting yang terlihat sangat enak itu.
"Hahaha perburuan pertama berhasil" Ace Tersenyum lebar lalu memakan daging kepiting dengan lahap. Setelah beberapa saat Zeno dan Ace sudah kenyang, perut mereka terlihat menggembung apalagi Zeno dengan wajahnya yang lucu bisa dilihat posturnya sekarang dapat memikat wanita wanita dewasa.
Setelah beberapa saat mereka beranjak bangun dan menyusuri pesisir pantai ini untuk mencari kapal mereka. Saat perjalanan mereka menyusuri pantai yang penuh pasir putih ini, didepan mereka terlihat seseorang yang terbaring dengan pecahan-pecahan kayu di sekitarnya.
"Zeno Sepertinya ada yang terluka! mari kita tolong dia" Ace langsung berlari menyelamatkan pria yang terdampar sementara itu Zeno yang di belakangnya hanya menggelengkan kepalanya.
'Seperti biasa Ace Sebaik Luffy' Zeno berjalan secara perlahan dengan kewaspadaan yang tinggi, walaupun ini di East Blue tapi kewaspadaan tidak boleh longgar sedikitpun, Meskipun Ace kebal oleh segala serangan namun dengan Haki dia dapat terpukul bahkan terbunuh.
Zeno menghilangkan pisau bedah di tangannya lagipula orang ini adalah mungkin anggota pertama dari Ace di cerita aslinya dan kepribadiannya cukup setia namun Zeno tidak langsung memberinya kesan baik juga alasan lain dia menghilangkan pisau bedahnya karena Deuch ini terlalu lemah.
Memandang Ace yang sedang menggoyang-goyangkan tubuh Deuch, Zeno mau tak mau memegang mukanya dan berkata "Ace jangan menggoyangkan terlalu keras, hal itu bisa membuat lukanya semakin parah" dia sedikit tidak tahan dengan kapten bodohnya ini. Untungnya dia tidak datang ke Luffy jika tidak mungkin lebih baik mati dibandingkan menerima kebodohan ini.
Zeno perlahan membaringkan Deuch lalu menggunakan teknik penyembuhan yang dilakukan dengan chakra.
Beberapa saat Deuch terbangun dia melihat Zeno yang sedang mengobatinya dan berkata "Terimakasih telah menolongku!" Walaupun kata-katanya terbata-bata namun Zeno mengetahui artinya dan berkata "Jangan terlalu banyak bicara dan bergerak lukamu sangat parah dibutuhkan beberapa hari untuk menyembuhkannya."
__ADS_1
Setelah menemukan Deuch di pesisir pantai, Zeno membawanya ke kapal di kamar Ace dan menyembuhkannya, sementara untuk kamar Zeno, Zeno tidak mempersilahkan siapapun masuk lagipula ini kapalnya dan Ace juga tidak ingin menyinggungnya jadi Ace dan Deuch berada di kamar yang sama.
Setelah mengobati Deuch, Zeno keluar dari kamar dan melihat Ace sedang bereksperimen dengan kekuatannya di pesisir pantai, Zeno berteriak "Ace waktunya pergi!".
Ace yang di sisi lain tersenyum dan berkata "Baiklah! Ngomong-ngomong Zeno lihatlah kemampuan baruku!" Zeno mengerutkan keningnya dan merasa ada yang tidak beres dengan kata kata Ace.
Tiba tiba Ace menyulurkan kedua tangannya dan mendorong kapal berkat tenaga api "Hahhahah lihat" Zeno yang melihat ini terkejut dan melihat kapal yang mulai turun kembali ke laut.
"Bodoh kenapa kau tidak naik duluan??" Melihat Ace di sisi lain Zeno mau tidak mau menyumpahi.
"Tenang saja lihat ini" Tubuh bagian bawa Ace terbakar dan dirinya terbang langit dan bergegas menuju kapal, setelah beberapa perhitungan dia mendarat dengan mantap di dek kapal.
"Hahah Zeno apa kau terkejut? Melihat teknik baruku?" Ace tertawa melihat Zeno yang menatapnya dengan tatapan terkejut.
"Ya sedikit, Teknikmu barusan apakah ada namanya?" Zeno bertanya dengan heran saat melihat Ace.
"Ya ada untuk pendorong tadi ku sebut Jet Flame dan untuk yang terbang tadi Flying Flare bagaimana keren kan?" Melihat Ace menyombongkan dirinya Zeno mau tidak mau memutar matanya dan berkata "Cih tunggu saja saat aku mendapatkan buah iblis yang kuinginkan!"
"Hmm? Apakah ada buah yang kau inginkan? Zeno jika aku melihatnya aku dapat memberitahumu" Mendengar pernyataan Ace, Zeno mengeluarkan buku tulisnya dan menunjukkan gambar buah yang dikirim oleh System.
"Apakah ini?" Melihat gambar buah ini, Ace mulai menghafal dan mengangguk "Ya jika aku menjumpainya aku akan memberinya untukmu" Zeno mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
"Hahah tidak perlu berterimakasih Temanku" Ace merangkul Zeno dan mengacak-acak rambutnya.
__ADS_1
"Baiklah hentikan hentikan" Zeno melepas rangkulan Ace dan berkata "Apa kau ingin pergi ke Grand Line?"
Ace tersenyum dan berkata "Ya"