
Beberapa jam setelahnya Ace bangun dari tidurnya dan sekarang dia sedang duduk melihat Zeno terus berlatih kekuatan fisik.
"Hei Zeno Kecil apakah kamu ini seorang koki? Apa kau ingin bergabung denganku membentuk anggota bajak laut?" Mendengar Ace mengundangnya Zeno terkejut badannya gemetaran, pada akhirnya dia menyelesaikan pelatihan dan menjawab pertanyaan Ace setelah selesai minum air terlebih dahulu.
"Aku bukan seorang koki, Aku adalah Ninja" Mendengar Zeno mengucapkan kata kata Ninja, Ace bersemangat dan berkata "Apa kau seorang ninja bisakah kau tunjukkan jurus bayangan??" Melihat mata Ace yang bercahaya dan menatapnya dengan harapan Zeno sudah bisa menebak lagipula saat Luffy dan kru-nya bertemu ninja di Wano Kuni mereka sangat bersemangat seperti Ace.
"Ya bisa!" Zeno mengangguk ragu-ragu dan melihat Ace memaksanya "Betulkah? cepat tunjukkan ayo tunjukkan" Melihat Ace seperti ini Zeno membuat Segel Tangan dan berkata "Bunshin No Jutsu!" Plusshh tiba tiba sebuah klon dari dirinya muncul bersebelahan dengannya.
"Woww kau beneran ninja! Bagaimana kau ingin bergabung denganku? Cepat bagaimana?" Melihat Ace menginginkannya karena keunikannya, Zeno terdiam bukan hasil ini yang ingin dia dapatkan jadi dia berkata dengan nada serius.
"Ace, Apa tujuanmu berlayar?" Ace yang melihat Zeno serius menunjukkan keseriusannya untuk menghargai Zeno.
"Kebebasan" Mendengar Ace mengungkapkan kata ini Zeno tertawa terbahak-bahak dan berkata "Baiklah aku menerima tawarannya Kapten Ace, Saya Shiranui Zeno ada dibawah yuridiksi anda!" Dengan cepat menunjukkan sikap elegean, Zeno menunduk bangkit lagi.
"Hahaha jangan terlalu formal kita ini teman" Ace merangkul Zeno dan berkata "Perayaan" Setelahnya keduanya melakukan perayaan dimulai makan besar besaran hingga anggur yang disimpan di gudang di gunakan untuk meriahkan suasana.
Di hutan kecil pada malam hari bisa terdengar suara tawa bahagia di pesisir pantainya. Zeno yang telah mengalami kehidupan yang gelap di kehidupan sebelumnya mau tidak mau mengeluarkan sedikit air mata kebahagiaan karena setelah sekian lama menderita penderitaan didunia naruto akan ada seseorang yang benar benar menganggapnya sebagai keluarga.
'Sepertinya yang dikatakan Jaguar D. Saul ada benarnya' Zeno tersenyum menatap bintang cerah di kejauhan lalu mereka berdua terbaring di geladak karena merasakan ngantuk berat.
Keesokan paginya, Zeno yang terbiasa bangun pagi mengurusi sisa pesta semalam dan membersihkan kapal sekali lagi, tak lama kemudian Ace bangun. Untungnya persediaan makanan dan minuman di kapal telah terisi penuh bahkan 2 kali lipat dari sebelumnya karena ada Ace disini.
Ace memandang Zeno yang sedang membaca buku dan berkata "Kemana tujuan kita kali ini?" Zeno mengalihkan pandangannya dan berkata "Pulau berikutnya yang akan di tuju adalah Pulau Sixis kapten!"
__ADS_1
Ace mengerutkan keningnya dan bertanya "Pulau Sixis?" Zeno menjawab tanpa rasa takut "Pulau yang berbahaya dengan penuh monster terbang yang mengerikan".
"Hahaha Zeno kau benar benar mengerti seleraku! Ayo bergerak ke pulau ini dan kalahkan mereka!" Zeno yang mendengar teriakan kesenangan Ace wajahnya menghitam dan berkata "Tujuan kita ke sana hanya untuk mengambil buah iblis yang tersembunyi"
"Eh?" Ace terkejut dan memandang Zeno dengan bingung "Bagaimana kau bisa tahu kalau di sana ada Buah Iblis? Dan betulkah itu ada?" Melihat Ace bereaksi seperti ini, Zeno menjelaskan "Aku menemukan peta harta Karun dan juga catatan tentangnya" Zeno melemparkan peta yang sebenarnya peta laut ini namun dia dengan sengaja mencoret merah bagian Pulau Sixis.
"Baiklah mari kita pergi ke Pulau Sixis!" Keduanya secara perlahan melepas jangkar dan mengarahkan kemudi kapal serta layar kapal dengan sesuai arah angin, mereka pergi ke pulau Sixis dengan kecepatan tercepat.
2 hari setelah mereka pergi, seseorang menggunakan kapal sampai di hutan kecil yang sebelumnya diduduki sebentar oleh Zeno dengan rambut belah dua bewarna hijau dan masker di wajahnya dia adalah Masked Deuch Salah seorang anggota Bajak Laut Spade. Tak berselang lama mereka pergi.
Setelah 2 hari berlayar mereka sampai di kepulauan Sixis, kepulauan ini juga sama tidak ada penghuni disini kecuali monster, pulau ini memiliki pohon raksasa yang rusak dan tersisa bagian bawahnya saja yang sangat tinggi ditempati oleh monster burung.
Karena arus disini sangat aneh dan juga kasar, Zeno terpaksa memarkirkan kapalnya di pesisir pantai. Setelah turun dari kapal "Ace, ayo cepat kita temukan buah itu jika tidak seseorang yang lain mungkin mengambilnya." Zeno berkata kepada Ace dan menatap Ace yang terus melihat bagian pohon yang rusak.
"Untuk dengan aman menyembunyikan harta rahasia mereka pasti menaruhnya di atas sana" Zeno menunjukkan jarinya ke atas puncak pohon raksasa itu. "Atau lebih tepatnya sarang burung raksasa" Ucapnya dengan suara tajam, Ace juga mengangguk disisi lain mengkonfirmasi tebakan Zeno.
Keduanya dengan cepat pergi ke Puncak Pulau Sixis. Perjalanan ke puncak Pulau Sixis tidak semudah itu, Zeno dan Ace hampir kesulitan melawan para monster-monster ini untungnya mereka lambat dan dengan ini Ace terus masuk ke dalam pohon raksasa yang telah tinggal batang bawahnya.
Di dalam pohon raksasa Ace dan Zeno terkejut saat melihat puncak di atas mereka yang sangat jauh. "Sepertinya ini akan sedikit sulit" Ace menatap Zeno dan berkata seperti itu.
Sementara Zeno memandang langit di atasnya dengan heran lalu berkata "Tunggu! Aku tidak merasakan energi buah iblis ada di atas?" Ace di sampingnya terkejut dan berseru "Apa (Nani??)? Buah iblisnya hilang?"
"Tidak ini tidak hilang tapi!" Melihat titik hitam di atas langit menuju mereka dengan kecepatan yang sangat cepat hingga menimbulkan api saat bergesekan dengan udara.
__ADS_1
"Berpencar!" Zeno memberi instruksi dan keduanya berpencar puluhan meter jauhnya. Di tempat mereka berdiri tadi, sebuah buah merah jatuh dsn menghantam tanah di bawah membuat retakan yang dashyat hingga menyebar sejauh puluhan meter dengan kedalaman tanah sekitar 5 meter, Zeno dan Ace akhirnya melihat dengan jelas ini adalah sebuah buah yang memiliki tekstur terbakar.
"Apa apaan ini?" Keduanya terkejut dan saling memandang.
Ace:"Apakah ini jatuh dari langit?"
Zeno:"Iya"
Ace:"Apakah burung itu membuangnya?"
Zeno: "Sepertinya karena paruhnya tak cukup keras mematuk buah ini"
Keduanya memulai percakapan singkat.
Lalu Zeno mengambil buah itu dan memberinya kepada Ace "Cepat makan Ace!" Ace yang disodok di suruh makan bertanya "Bagaimana denganmu Zeno? Bagaimana kalo kita membagi dua buah ini?"
"Cepat makan gak usah bertindak bodoh Ace! Aku takut buah ini dapat membuat bajak laut dan pahlawan angkatan laut tak terhitung jumlahnya mengejar habis-habisan." Zeno berkata dengan marah.
"Hah kenapa?" Ace terkejut mendengar penjelasan Zeno dan bertanya.
"Karena Buah Ini adalah Buah Api, Mera - Mera No Mi dari unsur alam! Udah cepat makan jangan banyak tanya!" Dengan paksaan Zeno , Ace akhirnya memakannya.
Beberapa saat kemudian tidak ada yang terjadi tapi Zeno bisa melihat energi aneh mengalir ke tubuh Ace, energi ini tidak seperti chakra atau apapun ini seperti keinginan seseorang.
__ADS_1