
Bunshin Zeno memanggil mereka berlima dengan alasan rapat darurat dan menghilang.
Dalam sekejap kelima orang muncul di ruang rapat, sementara pintu rapat tertutup.
Di ruangan yang gelap ini, lampu lentera menerangi ruangan secara remang-remang. Kapten Kapal duduk di samping Zeno sementara keempat kapten divisi langsung menduduki tempat duduk mereka masing-masing.
Kali ini! Tidak hanya mereka berenam namun satu orang lagi di tambahkan. Orang tersebut adalah Zero.
"Baiklah rapat darurat dilaksanakan." Zeno melemparkan postur burnonan ke meja dan merapikan satu persatu agar mereka dapat melihat dengan jelas.
Seketika mereka semua terkejut dan menarik nafas dalam-dalam kecuali Ace yang bahagia Bountynya meningkat.
"Aku tidak mengerti apa yang akan direncanakan pemerintah dunia dan mengapa mereka meningkat Bounty kita secara gila-gilaan." Ucap Zeno dengan tenang.
"Kali ini ketika kita sampai di Kerajaan Alabasta, Saya memberi kalian hak untuk menambahkan kru kapal sebesar 30 orang, ingat pilih seseorang yang berbakat walaupun itu sulit jika tidak pilih yang tidak takut mati dan pekerja keras. Ngomong-ngomong jika ada orang kuat/unik yang ingin menantang bajak laut kita, Kalian dapat menyerahkan kepada Zero."
"Permisi Wakil Kapten! Bagaimana jika kepribadian mereka tidak cocok dikapal kita?" Tanya Mihar di sisi lain.
"Tunggu sampai 2 hari, jika beberapa dari mereka memiliki ego yang tinggi dan juga menunjukkan tindakan memberontak, buang ke laut atau bunuh. Baiklah ada pertanyaan lain?" Zeno melihat kearah kapten divisi lainnya.
Aggie 68 mengangkat tangannya dan berkata "Wakil Kapten Orang Unik/Kuat yang dimaksudkan itu kekuatannya setara siapa?"
"Orang ku maksud adalah mereka yang memiliki kemampuan buah iblis atau mereka kekuatannya setara atau lebih dari kalian" Setelah melihat Aggie 68 mengangguk puas Zeno melanjutkan rapatnya.
"Dikarenakan pemerintah dunia telah menilai kita ke tingkat ancaman tidak biasa. Saya mempromosikan Zero menjadi Kepala Staf Bajak Laut Spade."
Mendengar ini keempat kapten dari divisi yang berbeda tidak ada yang menyangkal lagipula kekuatan Zero melebihi mereka.
"Jika kalian memiliki laporan, kalian dapat bertemu dengan Zero" Ucap Zeno menatap Zero yang tidak keberatan.
"Pada topik selanjutnya adalah membahas struktur kapal, Dikarenakan penampungan 30 orang tambahan nantinya, Setiap kamar kru akan memiliki 4 orang untuk kru yang berbadan kecil, 2 untuk berbadan besar dan untuk ukuran raksasa kecil, mereka dapat tinggal di dek untuk sementara waktu." Zeno membahas beberapa peraturan baru dan sistem kapal yang baru serta patokan persediaan makanan.
"Baiklah rapat diakhiri" Setelah rapat berakhir, Yang tersisa di ruangan hanyalah Ace, Zeno dan Zero.
"Zeno apa yang terjadi mengapa pemerintah dunia menaikkan Bounty bahkan dirimu juga termasuk?" Zeno merasa ada yang aneh ketika Zero masuk kedalam bounty.
"Kami hanya melawan Angkatan Laut dua hari sebelumnya!" Zero menjawab dengan jujur.
"Lalu apa yang terjadi? Apa mereka semua mati?" Zeno memandang Ace dengan tatapan heran, Seingatnya Ace memiliki prinsip yang sama dengan adiknya, dia tidak akan membunuh orang tidak bersalah namun dia bisa saja membunuh mereka jika menganggu dan mengancamnya.
__ADS_1
"Tidak mereka tidak mati! Tapi mereka menyerah bahkan korban ataupun luka sedikitpun tidak terlihat" Ucap Ace sambil menggelengkan kepalanya dia mengambil minuman di atas meja dan meminumnya "Omong omong, Zeno apakah kau sekuat itu sampai bisa membuat puluhan ribu kloning?" Tanya Ace dengan tatapan bingung serta takjub.
Zeno merasa lebih bingung namun dia tetap bertanya "Hah? Bisakah kalian ceritakan kejadian lengkapnya"
Beberapa saat..
Zeno memegang kepalanya dan terkekeh, "Hehehe" Zero di sampingnya sedikit menyeringit dan bertanya "Ada apa apakah ini masalah besar??".
Zeno menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedih "Tidak apa apa, Tidak apa apa, bukan masalah besar namun sepertinya kita menghadapi masalah yang lebih besar" Senyum sakit Zeno, Ace yang mendengar ini tertawa dan menepuk punggung Zeno "Hahaha tidak masalah! Tenanglah tidak usah terlalu panik".
Setelah kejadian ini, Zeno kembali ke kamar..
Di tengah malam gini Zeno tidak tidur..
Dia mencari teknik Klon Tanah, Angin, Guntur, dan Api dari setiap Ninjutsu dan mulai mempelajari mereka..
Zeno awalnya menyiapkan Klon Tanah yang notabenenya lebih mudah di bandingkan dengan klon lainnya.
Namun sebelum itu..
"Zero kemarilah" Zero perlahan bangun dari petinya dan berlutut didepan Zeno. Zeno saat ini sedang duduk di kasur, karena dia malas berdiri dia menyuruh Zero untuk berlutut didepannya.
"Chomei!!" Teriak Zeno membangunkan Chomei yang sedang tertidur.
"Wah Zeno akhirnya kau datang! Bagaimana apakah kita telah tiba di petualanganmu? Aku ingin melihat dunia luar" Seru Chomei dengan bahagia.
"Hahaha tenanglah" Zeno mengelus kepala Chomei dan berkata.
"Aku belum mengerti bagaimana caranya agar dirimu bisa keluar namun jika kau keluar sekarang dengan tubuh sebesar ini, itu akan menarik perhatian" Mendengar penjelasan Zeno, Chomei mengangguk sedih dan berkata "Baiklah".
"Tapi tenang saja aku akan mencari cara agar kau bisa keluar dari sini" Mendengar pernyataan Zeno yang terdengar meyakinkan, Chomei percaya begitu saja.
"Omong omong Chomei bisakah aku meminjam sedikit Asal Usul Chakramu?" Tanya Zeno yang sedikit ragu-ragu.
"Aku bisa memberimu Zeno namun untuk siapa? Apakah orangnya jahat?" Ungkap Chomei dengan lembut.
Zeno berbalik dan berkata "Tenang saja" Lalu dia mengibaskan tangannya dan sebuah layar muncul didepannya, dimana tempat Zero berlutut dipaparkan.
"Dia adalah salah satu klonku yang sudah permanen namun kekurangannya sekarang adalah dia tidak memiliki chakra yang membuat kekuatannya sangat lemah" Zeno menjelaskan secara singkat lalu berbalik dan memandang Chomei.
__ADS_1
Dia berkata "Bagaimana?"
Choumei memandang layar proyeksi dengan tatapan yang dalam "Apakah itu klonmu Zeno? Kau sungguh cerdas sampai bisa membuat klon permanen seperti itu" Pujian Chomei membuat Zeno tertawa terbahak-bahak.
"Bisakah aku meminta asal usul Chakramu setingkat Kage?" Tanya Zeno untungnya saat bersama Chomei beberapa hari sebelumnya dia sudah menjelaskan tingkatan system chakra kepadanya.
Chomei menggelengkan kepalanya, Zeno bertanya dengan heran "Tidak boleh?"
"Bukan tidak boleh Chakra setingkat Kage sangat kecil, Ini aku memberimu Chakra Seukuran Super Kage" Kata kata Chomei membuat Zeno lebih heran lagi, tapi dirinya tidak menolaknya dan mengambil bola emas yang keluar dari tubuh Chomei.
"Terimakasih Chomei! Untuk imbalannya aku sudah menyiapkannya" Zeno tersenyum lalu mengangkat kepalanya dan memandang tubuh besar Chomei dengan bingung "Chomei di ruangan ini bisakah kau berubah menjadi seukuran manusia atau apa?"
Zeno merasa sulit memberi imbalan kepada Chomei yang sebesar ini.
"Bisa! Tapi agak sedikit tidak nyaman bagiku" Balas Chomei seketika tubuhnya mulai mengembun menjadi cahaya kecil lalu bersatu kembali.
"Hah??" Zeno melihat sesosok yang tingginya 1,8 meter didepannya dengan baju besi di sekujur tubuhnya dan kepala yang bertanduk kumbang.
"Nani?? Apa ini?? Kamen Rider?" Teriak Zeno dengan nada yang tinggi dia tidak menyangka perubahan Chomei sekeren ini.
"Wahh Chomei kau sangat cocok dengan baju Jirah ini" Lalu Zeno melihat enam sayap kecil dan satu ekor di belakangnya.
"Baiklah kalo begitu" Zeno menjentikkan tangannya dan mengeluarkan sedikit chakra dan imajinasin berkembang di alam bawah sadarnya ini.
Tiba tiba, Satu seri set gaming muncul dari komputer, Nintendo, Console dan juga tv yang semuanya spek tertinggi dalam kehidupan terakhir Zeno.
Didalamnya Zeno juga telah menambahkan banyak game, Vidio dan lain lain.
Melihat Chomei menatap benda benda aneh dengan bingung Zeno berkata "imbalan untukmu!!"
"Ini nah! Jika kau tidak mengerti cara memakainya!" Zeno melemparkan buku yang sedikit agak tebal, lalu berkata "Saranku lebih baik kau mempelajari Tv terlebih dahulu setelahnya kau bisa mempelajari yang lainnya dari Tv dengan lebih muda" Ucap Zeno lalu berkata lagi "By by aku kembali terlebih dahulu ya"
Di dunia nyata..
Zeno terbangun dan melepaskan tangannya yang ada di dahi. Lalu mengeluarkan bola emas dari bawah perutnya dan menekan bola itu ke perut Zero.
"Itu adalah asal usul chakra setingkat super kage! Kau bisa menggunakan Chakra sekarang! dan untuk regenerasi chakra kau tidak perlu ke peti mati. Kau hanya kesana ketika kau tertidur" Zeno memberi perintah baru dan Zero hanya mengangguk seakan mengerti apa yang harus dilakukannya.
"Baiklah jika kau sudah memiliki Chakra! Dapatkah kau membuatku Klon Bayangan?" Tanya Zeno, dia sedikit penasaran apalagi dengan teknik klon yang awalnya di evaluasi rendah oleh kebanyakan orang di Naruto.
__ADS_1
Meskipun begitu Zeno merasa kalo teknik klon ini tidak terbatas pada itu saja, dan sekarang Zeno mencoba untuk menelusuri lebih dalam kepada teknik klon.