
"Kenapa kau menyebutku begitu?" Choumei bertanya dengan heran dia menatap manusia didepannya dengan pandangan lain. Dia merasa kalau manusia didepannya agak berbeda dengan yang lain.
"Lalu aku harus menyebutmu apa? Melihat kepalamu yang lonjong aku menyebutnya begitu, Namaku Shiranui Zeno, Salam Kenal" Zeno menyodorkan Bab.i sepanjang 10 meter itu kepada Choumei.
"Makanlah tidak sopan jika aku yang makan terus depan orang" (Dia serangga oi!) Melihat Choumei ragu-ragu, Zeno berkata "Hah kau tidak ingin makan? Jika kau tidak memakannya biarkan saja kau mungkin sudah makan! Oh iya itu aku beri bumbu khusus rasanya akan sangat enak, percayalah?" sambil melambaikan tangannya dia menyuruh Choumei untuk makan.
Choumei sedikit terkejut dan ragu-ragu untuk makan tapi ketika dia melihat niat baik Zeno, dia tidak ingin mengecewakannya, Choumei memakan binatang itu dengan lahap padahal dirinya sendiri bukanlah entitas asli hanya chakra jadi mau makan atau tidak dia tidak akan kelaparan. Tapi demi menghargai Zeno di menghabiskannya.
Zeno yang menatap Choumei makan memulai memunculkan tempat tidur gantung dengan sleting dan saringan filter udara yang dia siapkan sebelum datang dan di taruh di gulungan ninja.
Menggantung beberapa tali dan menguatkannya dengan chakra, tempat tidur sementara Zeno sudah selesai, sementara proses pembuatannya, Choumei hanya melihat sambil bertanya-tanya kepadanya, Zeno menjawab dengan sepenuh hati kadang bercanda dan kadang pura-pura marah yang membuat kedua hubungan mereka menjadi lebih akrab.
Di Tempat tidur gantung, Zeno berbaring dan mengunci resletingnya, sementara Choumei ada di sebelahnya, karena dia tidak perlu tidur dia yang menjaga malam.
"Hei, Choumei! Ketika aku bebas aku mendengar seseorang mengatakan ``Tidak ada yang akan sendirian didunia ini`` ketika saatnya tiba kau mungkin akan bertemu seseorang yang menjadi temanmu" Zeno berkata dengan penuh senyuman hangat diumur nya yang masih terbilang bocah.
"Teman?" Choumei memiringkan kepalanya dan bertanya.
"Ya Teman, di dunia aku berpetualang dengan bebas aku memiliki teman yang rela mengeluarkan semuanya demiku begitu juga aku, begitulah mereka selalu mendukungku aku juga mendukung mereka, Teman itu unik! Kau mungkin merasa masih tidak memiliki teman tapi pada saat yang bersamaan kau ingin atau sudah punya teman." Zeno perlahan menutup matanya setelah resleting terakhir ditutup.
Keesokan paginya
Zeno tetap di hutan ini karena dia menggunakan perpanjangan melalui Half-Travelers Ticket yang kedua, jadi selama beberapa jam ini Zeno menemani dan bermain serta mengajarkan beberapa hal yang mungkin berguna buat Choumei kedepannya. Juga karena interaksi dengan Choumei Zeno berhasil mengkonversi 3 Ticket Half-Travelers dan 1 Tiket Travelers.
__ADS_1
Setelah beberapa saat lamanya keduanya menjadi sangat akrab, Zeno menganggap Choumei sebagai teman dekatnya. Karena waktunya sudah hampir habis Zeno berdiri di hutan tempat dia tertidur dan melihat Choumei di depannya.
"Choumei aku akan pulang sebentar lagi! Di duniaku atau petualangan ku merupakan tempat yang sangat bebas dan untuk mendapatkan kebebasan yang sesuai, dirimu harus lebih kuat dibandingkan orang lain. Maka dari itu Choumei aku akan kembali beberapa hari lagi, tepat di tempat semula dan Choumei waspada terhadap orang lain jadi selamat tinggal" Zeno menjelaskan semua dalam satu tarikan nafas hingga Choumei tidak bisa menjawab.
Setelah mereka akrab, Choumei memberi tahu namanya jadi Choumei tidak marah ketika Zeno menyebutkan namanya.
"Dan kalau kau ingin ikut saat aku datang kembali kau bisa pertimbangkan" Zeno tersenyum dan perlahan tubuhnya berubah menjadi abu dan menghilang di udara.
Sementara di suatu dunia yang lain...
Di dalam kamar, Sebuah abu berkumpul membentuk tubuh..
Zeno yang muncul kembali melihat ke sekelilingnya pertama kali dan menemukan dia masih di kapal yang sama dan dengan tenang memeriksa Systemnya.
Kali ini Zeno melihat Jam Pasirnya pada tabung bawah telah penuh jadi mungkin ketika di gunakan efeknya akan luar biasa.
Selesai mandi Zeno naik ke dek atas melihat beberapa orang sedang berpesta kedengarannya seperti menyambut Anggota Baru, Karena Zeno sudah mempercayakan kepada Ace untuk memilih seseorang yang tepat tanpa kecerobohan seperti sebelumnya.
Melihat Zeno datang semua orang terdiam bahkan Anggota - Anggota baru seperti Mihar, Aggie 68, Ducky Bree dan Ganryu.
Melihat kemunculan Zeno, pesta yang biasanya semarak menjadi diam dalam satu tarikan nafas.
Beberapa anggota baru menatap Zeno dengan tatapan ketakutan dimatanya lagipula siapa yang tidak kenal Zeno di paruh pertama Grand Line. Pemula dari East Blue yang setingkat Supernova, kemunculannya membuat banyak bajak laut dari East Blue bahagia karena selama ini East Blue dikenal sebagai laut terlemah, kemunculan Zeno menghapus sebagian besar rumor itu.
__ADS_1
"Zeno kau sudah pulih?" Ace melihat Zeno dengan tatapan senang di matanya setelah Zeno tidak aktif di kapal, Dia merekrut banyak orang yang lumayan kuat.
"Ya beberapa hari ini aku sudah pulih" Zeno menyapa Ace dan melihat ke anggota baru yang di rekrut..
Sebagian besar dari mereka memiliki kesombongan yang tinggi namun beberapa juga ada yang takut...
"Sepertinya Ace, Kau merekrut banyak kelompok yang lumayan" Ucapan Zeno di dengar semua orang namun tidak ada yang berani membantah, melihat ini Zeno merasa kecewa, dia berharap akan ada pemanasan pagi ini.
Jadi Zeno menanyakan tentang lokasi selanjutnya untuk memasok persediaan. Lokasi berikutnya yang mereka tuju adalah Drum Island milik Drum Kingdom. Karena sebelumnya di Cactus Island mereka mendapatkan penunjuk permanen ke Drum Kingdom yang sekarang di pegang oleh navigator kapal.
"Hei beberapa dari kalian yang baru. apakah kalian tahu cara menavigasi kapal?" Mendengar pertanyaan Zeno, tidak ada yang menjawab.
"Heh ternyata tidak ada ya? Sedikit mengecewakan" Zeno menggelengkan kepalanya sementara Ace hanya berkata "Hahahaha tidak apa Navigator kita sekarang sudah sangat bagus" Di tepuk tepuk oleh Ace, Zeno merasa kesulitan.
Saat dia ingin berbalik seseorang berteriak "Hei Wakil Kapten, Akatsuki Zeno.. Kau meremehkan kami!! Kau sangat sombong! Aku ingin menembak seseorang yang di sebut Supernova oleh senapanku!" Sesosok bertubuh besar dengan wajah garang muncul, dengan tangan kiri yang menjadi senapan laras tiga dan revolver di tangan kanannya.
Tubuhnya terlihat agak tidak normal dari manusia biasa, Zeno yang siap berbalik membatalkan niatnya untuk berlatih dan melihat Aggie 68 di depannya.
Wajah Aggie sudah memerah dia siap untuk menembak Zeno kapanpun itu...
"Apakah kau bisa mengalahkan ku?" Kata Zeno dengan ragu-ragu melihat penampilan Aggie 68.
"Apa apaan dengan tatapan merendahkan itu!! Ahhh Aku pengen membunuhnya sekarang juga" Batin Aggie di kejauhan, Namun kata kata selanjutnya membuat dirinya memandang Zeno lebih benci lagi.
__ADS_1
"Kau tidak perlu sendiri! Kalian semua anggota baru pergi bersama dan serang aku! Aku ingin tahu?" Zeno tidak mengambil kunai atau apapun dia hanya mengambil pedang kayu dan berkata.
"Apakah Anggota baru ini kuat atau tidak."