
"Apa itu Kebangkitan Kaguya?" Obito mencengkram leher Zetsu Hitam.
Zetsu Hitam berpura-pura kesakitan dan balik bertanya "Apa yang kau ucapkan?? Aku tidak mengerti? Kebangkitan Kaguya apa?? Aku hanya menjalankan perintah Madara!" Obito menyipitkan matanya dan mencengkram dengan kuat tangannya.
"Ughhh Jika kau membunuhku sekarang rencana kita 100% akan gagal" Zetsu Hitam berkata dengan suara serak.
Obito yang mendengar itu melepaskannya dan mengendus dia berbalik keluar dari goa dan berkeliling di sekitar hutan ini sejauh 50 Mil, Setelah pasti keberadaan pria aneh tadi menghilang begitu saja dari udara Tipis, Obito menyimpulkan kalau sosok itu tidak bisa di anggap sepele.
Sementara itu,,
Zeno muncul kembali di dunia One Piece tepat di kamarnya, dilihat dari waktunya yang hanya berlalu sekitar 18 Jam.
Zeno melihat jendela kapal dan menemukan bahwa hari sudah sangat gelap, Dia membuka pakaiannya dan mandi menggunakan Air yang terbuat dari chakra, setelah dirasa bersih. Zeno memakai baju baru yang ada di lemari dan membakar baju lamanya.
Membuka kunci kamar, Zeno berjalan ke dek kapal, Pada saat ini Zeno telah tumbuh sedikit lebih tinggi dengan badan yang kuat namun tidak terlihat seperti atlet otot.
Di malam hari yang sangat gelap ini, Cahaya bulan memantul di lautan menciptakan keindahan alami yang mengagumkan.
Di dek kapal, Zeno melihat para kru sedang setengah tertidur karena mereka ditugaskan menjaga kapal..
Malam hari yang tenang dan sunyi ini sangat damai dalam pikiran Zeno, Apalagi dengan arus laut yang tenang dan indah bersamaan dengan ombak-ombak yang menari pelan.
Zeno menarik nafas panjang menikmati keindahan alam, Dirinya perlahan maju ke bagian depan kapal dan bersemedi di sana.
Zeno bermeditasi untuk menyeimbangkan Kontrol Chakranya terhadap Chakra yang mengamuk di tubuhnya, Chakra Yang mengamuk ini adalah Efek balik dari pembelahan sel secara cepat dan besar-besaran.
Pagi harinya...
Banyak orang mulai bangun dari tidurnya ketika matahari bersinar..
Matahari yang menyilaukan mata mereka membuat mata mereka tanpa sadar terbuka.
Di pagi hari ini orang yang bangun lebih awal membangunkan beberapa orang lainnya agar semuanya bangun dengan cepat.
Di saat semua orang tengah kerja kembali,, Mereka melihat Zeno yang sedang meditasi dengan mata tertutup, Kebanyakan dari mereka tidak berani menganggunya..
Tak lama setelahnya,,, Ace terbangun dan melihat Zeno sudah pulih, dia ingin menyapanya namun melihat Zeno bermeditasi dengan serius dia mengurungkan niatnya.
Pekerjaan kapal menjadi lebih stabil dan tidak ada yang berani bermalas-malasan, walaupun di sekitarnya sangat ribut dan bising namun hal itu tidak mempengaruhi meditasi Zeno sama sekali.
__ADS_1
Berjam-jam kemudian hingga hari sudah menjelang sore kembali..
Para kru siap beristirahat namun getaran muncul di kapal mereka, Ace yang tadinya ingin menuju ke dapur terjatuh ketanah akibat ketidakseimbangan.
"Sialan apakah angkatan laut menyerang lagi" Ace mendecakan lidahnya. Dia dengan cepat berlari ke dek kapal.
"Kapten kapten ada Raja Laut yang lebih dari ratusan meter" Mihar melapor kepada Ace.
"Hah? Raja laut aku sudah tidak lama memakan dagingnya, seingatku dagingnya sangat enak?" Tanya Ace dengan wajah konyol. Keempat kapten divisi mengerutkan keningnya melihat kapten mereka
"Kapten kapten! Wakil Kapten Zeno dimakan oleh raja laut" Mendengar pernyataan salah satu Kru, mereka semua mau tidak mau melihat kearah Zeno yang sedang bermeditasi.
Raja Laut itu muncul dari depan kapal dan mengambil Zeno dengan lidahnya, Raja Liat ini berbentuk seperti belur yang memiliki lidah panjang.
Zeno yang sedang dalam meditasi dalam tidak bangun sama sekali, Hingga Zeno di telan bulat bulat oleh Raja Luat itu.
Sementara para kru memandang dengan mata bulat dan mulut yang terbuka lebar bahkan Ace..
Namun adegan berikutnya di luar nalar semua orang, Raja laut itu tidak pergi namun tetap di sana seperti seseorang yang menunggu sesuatu, dia membuka mulutnya secara tidak sadar dan Zeno keluar dari Raja Laut itu tanpa luka atau lendir sekalipun, berjalan santai seperti di taman belakang rumahnya.
Sampai di mulut Raja Laut yang besar, Zeno berteriak "Aceeee!! Dari sini kelihatan sangat tinggi dan seruu"..
Dalam sekejap kedua sayap muncul di punggungnya, Kedua sayap lebar dan bewarna kuning dan sedikit hijau pudar muncul di belakang punggungnya, sayap ini sedikit berbeda dengan sayap milik Fū yang notabenenya ada di pinggang dan kecil, Sayap Zeno memiliki lebar sekitar 2 Meter di masing masing sayap.
Yang membuat dirinya terlihat sangat besar, Setelah terbang beberapa kali menyesuaikan dengan dirinya, sekarang Zeno dapat dengan mudah terbang seperti berjalan kaki.
Walaupun rada bingung awalnya.
Turun ke dek, Para kru memandang Zeno dengan tatapan bintang dimatanya, lagipula sebagai makhluk darat siapa yang tidak ingin terbang dan memiliki sayap yang keren..
Mereka bahkan tidak memandangi Raja laut yang berdiri dengan bodoh..
"Wakil Kapten Zeno, Apa yang di lakukan Raja Laut ini mengapa dia berdiri diam di sana" Mihar bertanya, sebagai seseorang yang memiliki IQ tinggi dia merasa heran dengan tingkah Raja Laut.
"Oh pria besar ini?" Zeno berbalik dan menghilangkan sayapnya dia melihat raja laut yang sedang panik.
"Dia adalah penggerek kapal kita! Dengan dirinya perjalanan kita akan lebih cepat!" Mendengar ucapan Zeno, Ace mau tidak mau cemberut dan berkata "Oi tidak jadi makan daging Raja Laut?" dia melihat kearah Zeno seperti melihat teman yang susah diajak.
"Hahaaha tenang saja Ace, Dengan dirinya berburu Raja Laut menjadi lebih muda" Zeno tertawa terbahak-bahak, sedangkan Deuch di sudut kapal menulis buku dan melihat takjub kearah Zeno.
__ADS_1
"Oh iya kalian! Apakah kalian memiliki tali yang besar dan kuat, jika tidak ada lebih baik pergi ke pulau terdekat membeli tali eh jangan deh rantai aja" Ucap Zeno kearah para kru..
"Untuk masalah uangnya jangan khawatir, jika kita berada di pulau yang tepat kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang uang" Ucap Zeno sambil tersenyum ramah.
Seketika semuanya bubar dan menjalani kerjaan mereka masing-masing karena tidak ada hal yang harus mereka tonton. Berjalan ke dapur, Zeno melihat Ace yang sedang memakan sebanyak 13 Mangkok Mie.
Zeno hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh sejenak, "Leona apa yang kau masak hari ini?" tanya Zeno yang sedang duduk di sebelah Ace.
"Oh kami baru saja memasak Mie dengan Irisan Ikan Salmon serta Mentega dari Pulau Barbeque yang terkenal dengan kelezatannya" Leona datang dan membawa semangkok piring besar kepada Zeno.
"Hmmm kelihatannya enak" Zeno menjilat bibirnya dan dia mengambil satu sendok makan dan mulai memakannya.
"Ace pulau berikutnya kita akan tiba dimana?" Zeno melirik Ace yang sedang makan Mangkok Mie Keempat Belasnya.
"Hmmm Nyam katanya Pulau Drum dilihat dari peta yang kami dapat di gudang angkatan laut" Mendengar ucapan Ace, Zeno tertarik dengan gudang angkatan laut di kapal.
Karena dia belum pernah mengunjungi dia merasa sepertinya akan ada barang bagus lagipula hanya Kapten dan Wakil Kapten yang dapat memasuki atau membawa seseorang masuk kedalam Gudang.
Makan dengan cepat, Zeno segera pergi ke gudang angkatan laut.
Gudang ini di belakang kapal, lantai terakhir yang juga bersebelahan dengan kemudi kapal. Di depan pintu gudang ada kedua orang yang sedang menjaga, mereka melihat Zeno dan mengijinkannya masuk.
Didalam Zeno melihat gudang ini agak gelap jadi dia menggunakan Ninjutsu Api kedalam lentera, Gudang ini berbeda dengan gudang persediaan makanan jika dibilang ini adalah Gudang Hasil Rampasan para bajak laut yang nantinya akan di berikan ke Angkatan Laut.
Setelah menyalakan lentera, Zeno dapat melihat dengan sedikit jelas apa yang ada di sekelilingnya.
Gudang ini tidak besar hanya seluas 5 × 7 Meter, dengan beberapa kotak yang memenuhi ruangan, serta ada peti yang berisikan uang..
Di kejauhan, Zeno merasakan energi aneh terpancar dari salah satu kotak yang kecil, Zeno datang dan membuka kotak itu..
Didalamnya ada sebuah buah iblis bewarna Ungu dengan pola aneh, Buah ini berbentuk seperti buah Sirsak, Zeno memegang buah itu dan sebuah suara muncul di otaknya.
[Ding menemukan Buah Senter, Kemampuan (Non-Awaken) Dapat memunculkan senter terang dari seluruh bagian tubuhnya dan membuat lawan merasakan silau.
(Awakening) Senter yang di sorotkan akan memiliki panas yang sama dengan api, berada di tempat yang ada sinar matahari meningkatkan kecepatan dengan bebas berpindah antar ruang yang disenter pada kecepatan 100 Km/Jam sebagai batas.
(Ultimate) Senter akan memiliki panas setara dengan permukaan matahari, Dengan kecepatan berpindah sekitar 1000 Km / Jam, Atribut uniknya dapat menyerap Sinar matahari untuk meningkatkan kekuatannya.]
Melihat penjelasan yang muncul, Zeno mau tidak mau terkejut, "Buah gila macam apa ini?" Lalu dia melihat kearaha Penguasaan Ultimate. "Apakah setelah Awakening akan ada tingkat lagi atau apa?" Ucapnya dengan bodoh.
__ADS_1