
"Apa kau tidak mempertimbangkan sedikit agar tidak terburu-buru! Lagipula kita kekurangan awak kapal dan juga kapal kita mungkin akan hancur saat tiba di Grand Line." Zeno memandang Ace dengan tatapan dalam dia tahu seperti kisah aslinya Ace berhasil ke Grand Line dengan cepat itu karena kemampuan buahnya.
"Tidak aku sudah memutuskan untuk meninggalkan East Blue "Ace menggelengkan kepalanya dan melihat Zeno lalu berkata "Bukannya orang orang kuat berada di Grand Line? Maka biarkan mereka menjadi kru kita"
"Apa kau yakin jika kapal kita dapat bertahan di Grand Line?" Zeno memandang Ace dengan tatapan tajam. Ace yang mendengar ini terdiam memang dengan kondisi kapal ini saat mengalami 3 atau 4 bencana di Grand Line itu akan hancur sepenuhnya.
Melihat Ace tertekan Zeno tertawa dan berkata "Hahahah tidak apa apa ayo pergi ke Grand Line!" Ace terkejut dan menatap Zeno dengan mata lebar "Ada apa?" Memandang Ace yang sepertinya tidak bahagia Zeno bertanya.
"Tidak ada apa apa tapi apakah kamu ze-" Kata kata Ace di selang oleh Zeno tawa Zeno dan Zeno berkata "Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan! Mereka yang tidak sanggup untuk berpisah tidak layak untuk bertemu" Mendengar ini Ace memandang Zeno dengan tatapan tidak percaya lagipula berapa umur anak di depannya sampai sampai mengucapkan kata kata seperti itu.
"Baiklah Ace dengan Jet Flame mu kita dapat dengan mudah melewati beberapa rintangan." Zeno berkata dengan penuh semangat dan Ace juga menanggapinya lalu Zeno mengatur arah layar kapar dan memegang kendali di kemudi kapal sementara Ace bertugas dibelakang menjadi bahan bakar untuk mempercepat kapal.
"Jet Flamee" Ace berteriak dan kapal bergerak dengan kecepatan yang cepat dibandingkan kapal umum lainnya. "Hahahah Ace kau terlalu bersemangat" Zeno di tempat kemudi kapal mengendalikan kapal sembari menahan dirinya agar tidak terjatuh oleh goncangan hebat di kapal.
Tidak lain di sisi kapal, Masked Deuch yang tadinya menguntit pembicaraan Ace dan Zeno melihat tindakan yang mereka lakukan dengan tatapan tidak percaya "Apa yang dua orang gila ini lakukan" Deuch memegang pegangan pintu dan berusaha agar tidak jatuh dengan goncangan mengerikan ini.
5 jam kemudian Ace berhenti karena kehabisan tenaga, kecepatan kapal mereka menurun sementara Ace sudah terengah-engah di atas kapal. Zeno yang memegang kendali melepaskan kendali dan sedikit mengatur arah angin lagi, untungnya dengan Bunshin No Jutsu, Zeno menggunakan klon bayangan untuk mengatur layar kapal.
__ADS_1
Dua Zeno berkerja keras 5 jam agar kemudi kapal tidak berbelok ke arah yang salah, Melihat kompas di tangannya dan juga peta East Blue dirinya tidak keluar dari jalur.
Zeno datang ke belakang kapal dan melihat Ace tertidur di lantai mulai memasak makanan lagipula energi yang dibutuhkan buah iblis tidak lain adalah Fisik, semakin kuat fisiknya semakin kuat buah iblisnya dan memulihkan kekuatan fisiknya berarti Ace dapat menggunakan lagi kekuatan buah iblisnya.
Walaupun dirinya juga lelah namun tingkat kelelahan belum melebihi batas dan masih bisa menggunakan sedikit tenaga untuk memasak, selesai memasak Zeno memakan sebentar makanannya dan menutup makanan tersebut, Zeno membiarkan makanan itu tetap di atas meja makan karena beberapa saat lagi mungkin Ace akan bangun.
Kembali jalan ke kamarnya.
Zeno melihat Deuch sedang pingsan di pinggir kapal. "Hah? Apa yang dia lakukan disini?" Zeno bertanya dengan heran lalu menyeret Deuch ke kamar Ace.
Memberinya perawatan agar bisa pulih lebih cepat, Zeno kembali ke kamarnya. Di kamar Zeno tidak ada hal yang spesial hanya meja belajar, kasur dan sebuah Pelindung Dahi Konoha yang di pajang di sudut.
Setelah di tarik tiket ini tidak berbentuk seperti kristal namun seperti sebuah mutiara laut yang bewarna emas. Tiket ini berguna untuk berpindah dunia dalam kurun waktu minimal 1 jam hingga maksimal 10 tergantung keinginan pengguna.
Zeno yang sedang berbaring di kasur menatap fungsi Tiket ini dengan tatapan terkejut. Lalu dengan cepat dia berdiri dari tempat tidurnya dan mengambil suatu dalam lacinya. Barang ini adalah mahkota emas yang sudah terbukti keasliannya dan juga merupakan barang kuno, hal ini dia dapatkan dari penyimpanan rahasia di dekat ekor kapal.
Karena dirinya telah membuka Dunia Naruto dan One Piece maka dari itu dia dapat dengan bebas bepergian diantara keduanya, mengganti piyama dengan pakaian biasa dan tidak membawa pelindung dahi. Mengambil tas kain dan meletakkan mahkota di sana Zeno sudah bersiap untuk pergi dengan kurun waktu 3 jam saja.
__ADS_1
Di sebuah dunia Naruto.
Setelah satu tahun kepergian, Zeno sekarang dia telah kembali ke dunia ini dan kehadiran dan keberadaannya benar benar tidak dianggap. Sebagai Traveler, Zeno mungkin Traveler pertama di dunia yang tidak berguna di dunia awalnya.
Setelah satu tahun perang antar desa telah bertahap mereda, walaupun masih terjadi namun itu adalah perang kecil kecilan. Zeno yang kembali ke Konoha, muncul di tempat sebelumnya dia menghilang dan Denny cepat keluar dari rumah lamanya ini karena dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan terhadap penjaga Konoha.
Di jalan Zeno berkeliling mencari Toko Emas yang mau menukarkan emas dengan Tael, Untungnya di dunia Naruto kebiasaan orang kaya juga tidak di tinggalkan jadi bagi mereka yang memiliki banyak uang memakai besi yang bewarna kuning kecerahan atau disebut emas yang tidak berguna kecuali gengsi doang.
Masuk ke toko emas, di toko ini sedikit pengunjung yang datang dan walaupun ada palingan orang orang dengan kekayaan, "Permisi ada yang perlu saya bantu?" Zeno memandang penjaga toko yang merupakan ninja Konoha yang di rekrut mungkin atau sedang menjalankan misi?.
"Saya ingin menjual emas apakah saya dapat menjualnya disini" Mendengar perkataan Zeno, Ninja itu mengangguk dan mempersilahkannya masuk dan alasan mengapa Zeno ditahan di luar karena pakaiannya terlalu biasa dan tidak mewah.
"Baik apakah anda ingin membeli emas?" Pegawai toko bertanya dan menatap Zeno dengan tatapan terkejut melihat seorang bocah masuk ke toko bosnya lagipula ninja di depan bukanlah Ninja palsu jadi untuk bisa masuk ke sini jika tidak membeli emas atau menjual.
"Saya ingin menjual emas ini, Menurut anda berapa kisaran harga emas ini?" Pegawai toko itu menilai emas di tangannya dan berkata "Tunggu sebentar tamu, Saya akan menghubungi pemilik toko" setelah itu dia berbalik dan pergi ke pintu belakang.
Tak berselang lama, Pemilik toko keluar, pemil toko ini adalah sosok orang tua yang tinggi dan tegak mengenakan kacamata satu lensa pada mata kanannya. Melihat sosok ini Zeno jadi teringat dengan Gorosei di dunia One Piece namun perbedaannya hanya kumisnya saja.
__ADS_1
"Oh apakah ini pelanggan khusus" Pemilik toko melihat Zeno dengan tatapan terkejut namun dia kembali ke seriusannya. Pemilik itu memeriksa mahkota emas yang diberikan Zeno dan berkata.
"Anak muda harga Mahkota Emas ini senilai 15 Juta Tael!" Pemilik toko itu memandang Zeno untuk melihat ekspresinya "15 Juta? Yah tidak buruk juga"