
Satu tahun berlalu di dunia Naruto namun bagi Zeno yang melintasi ruang dan waktu dan melewati beberapa pararel yang berbeda, kejadiannya hanya terjadi dalam satu detik sepertinya kecepatan yang tergambar di kepalanya sangat cepat membuatnya pingsan. Lagipula terbang dengan kecepatan beberapa kali lipat dari kecepatan cahaya bahkan Madara Uchiha pun tidak akan bertahan banyak.
Di dunia One Piece, Pada Sebuah kapal yang terbengkalai di lautan, Zeno muncul dari udara tipis dan jatuh ke geladak kapal, tak lama kemudian dirinya bangun dan menatap laut tak terhitung luasnya dengan mata yang terkejut.
"Apakah sudah tiba di dunia One Piece?" Menatap ke sekelilingnya, Zeno menemukan dirinya muncul di geladak kapal jadi dia dengan cepat mewaspadai sekitar dan menyebarkan Chakra nya untuk merasakan setiap sudut kapal dengan persepsinya.
Kapal ini bukanlah kapal besar maupun kecil, kapal ini berukuran sedang dengan dua kamar di atas dan bagian bawah kapal terdapat kamar mandi serta tempat penyimpanan. Kapal ini cukup sempurna untuk berpergian karena dilihat dari kayunya tidak muda lapuk dan keropos.
Karena Zeno belum pernah mempelajari Navigasi sama sekali jadi dia memeriksa seluruh kapal dan menemukan kalau di kapal hanya ada beberapa set pakaian yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya dan sebuah kompas serta peta, sementara di bagian penyimpanan terlihat banyak persediaan makanan yang cukup untuk 2 bulan.
Beralih di dek kapal ada sebuah meja dan kursi yang dilengkapi payung untuk menutupi sementara sinar matahari, juga di belakang kapal sepertinya masih ada dapur kecil dan peralatan memasak memasak seadanya. Untungnya di dalam kapal ada sebuah buku yang mengajarkan tentang cara menavigasi kapal.
Zeno saat ini sedang membaca buku navigasi dan menurunkan layarnya, dia membiarkan kapal ini terbawa ombak begitu saja, Lagipula dilihat dari kelembaban udara di sekitarnya, tidak mungkin terjadi badai. Untungnya Fisiknya yang memiliki banyak Energi Yang, dapat merasakan elemen di sekitarnya dengan lebih dekat.
Membaca buku Navigasi di tangannya, pergi tidur, berlatih, memasak, membaca buku dan kegiatan Zeno terus berulang sampai dia melihat dirinya menemukan sebuah pulau di kejauhan dengan tatapan cerah.
Selama sebulan lebih di kapal, persediaan kapal hampir menipis dan dia juga merasakan bosan terhadap pemandangan laut yang kosong ini, jelas buku navigasi di tangannya ini berguna banyak karena dengan ini Zeno dengan mudah dapat mengatur jalur kapalnya menjadi lebih efisien.
Berpuluh-puluh menit kemudian, Zeno hinggap di pulau yang tidak berpenghuni ini, setelah merasakan perasaan menginjak tanah lebih dari sebulan belum menginjaknya sama sekali Zeno merasa sangat senang. Untungnya Zeno memiliki energi mental yang cukup jika tidak dia akan muntah dengan efek samping mabuk laut.
__ADS_1
Melihat ke sekelilingnya menyesuaikan kondisinya kedalam keadaan prima Zeno tetap waspada, dilihat dari iklimnya yang tidak terlalu mengerikan, mungkin dirinya berada di salah satu laut dari 4 laut kecuali Grand Line dan New World. Jadi tentunya dengan kekuatannya setingkat Chuunin tidak masalah menghajar beberapa perampok dengan rata rata Tingkat 20 juta-an.
Jangan meremehkan kekuatan ninja di dunia One Piece, walaupun Chuunin di dunia Naruto mungkin dapat mati dalam sekejap tapi berbeda jika di dunia One Piece lagipula keduanya memiliki arah perkembangan kekuatan yang berbeda contohnya.
Dunia Naruto jika di ibaratkan jalurnya adalah Assasin dan Mage-Creep sementara One Piece seperti Berseker dan Tank-Mage. Tentu saja dalam kekuatan frontal, jelas One Piece lebih menang namun jika dalam hal pembunuhan, Dunia Naruto lebih di untungkan lagipula profesi ninja jelas untuk pembunuhan. Tapi dalam kekuatan keseluruhan yang di tampilkan, Kekuatan Dunia Naruto lebih unggul karena Six Path Mode ataupun Rikudou Mode itu sudah ada di luar batas nalar dunia One Piece.
Namun kedepannya masih belum di ketahui karena dunia One Piece memiliki misteri tersembunyi seperti yang di peringkatkan System.
Zeno menjatuhkan jangkar dan berkeliling ke hutan untuk mencari persediaan makanan, Dari siang hingga Sore, Zeno yakin kalau pulau kecil ini hanyalah Pulau Belantara yang tidak di tinggali, hingga dia sampai di sudut pantai yang lain Zeno bertemu seseorang yang berbaring di pinggir pantai, dilihat dari tubuhnya Sepertinya mengalami beberapa pertempuran dan terluka parah.
Zeno ingin meninggalkannya dan membiarkannya mati tapi melihat tato di tangannya membuat Zeno terkejut dalam hati dan membawanya ke kapal untuk di obati. Lagipula dia tidak berharap bertemu dengan salah satu karakter plot yang penting di awal perjalanannya didunia One Piece.
Membawa kembali Ace ke kapal, Zeno merawat lukanya, setelah merawatnya di perkirakan besok dia akan bangun jadi Zeno mencari beberapa binatang di hutan untuk persediaan makanan. Untungnya Zeno dapat membekukan binatang ini dengan Hyoton walaupun dia tidak memiliki Unsur Elemen Angin dan Air namun dengan bermodalkan Energi Yin yang juga memiliki karakteristik beku membekukan tubuh hewan hewan ini. Meskipun begitu ada harga yang harus dibayar, ya dia harus terus mengeluarkan chakranya jika tidak makan pembekuan akan gagal dan dalam satu malam mungkin akan membusuk.
Tapi untungnya Zeno tidak berburu banyak, dia hanya berburu 1 Ba.bi Hutan dengan panjang 3 dan lebar 1 meter dapat dengan mudah menyetok beberapa hari persediaan makanan.
Keesokan paginya.
Ace terbangun dan melihat ruangan di sekitarnya dengan bingung dan berkata "Apakah aku di selamatkan?" Ace bangun dan tubuhnya telah sembuh banyak sekitar 90 persen, Ace membuka pintu kamar, dia melihat di geladak kapal Zeno sedang membaca buku.
__ADS_1
Melihat anak yang sekitar sepuluh tahun membaca buku, Ace mau tidak mau merasa tersenyum sebagai seseorang yang lebih tua dan juga mewarisi kehendak baik, dirinya menyayangi mereka yang lebih muda darinya dan menghormati yang lebih tua dalam kasus khusus.
"Hei Nak Dimana ini? dan Kamu yang menyelamatkanku?" Ace bisa melihat struktur dari kapal ini yang cocok untuk dua namun salah satu kamar yang kosong di tempati oleh Ace jadi hampir tidak mungkin ada orang lain yang menyelematkannya kecuali anak kecil di depannya. Bisa di lihat Sirkuit otak Ace bisa di anggap normal di 3 saudara sementara Sabo terlalu pintar dan Luffy malah sebaliknya.
"Jangan panggil aku anak, Namaku Zeno siapa kamu?" Walaupun Zeno sudah tau namun dia harus berpura-pura tidak tahu lagipula bisa menimbulkan kecurigaan yang tidak diinginkan.
"Hahaha namaku Ace jangan terlalu waspada Zeno Kecil" Mendengar Ace memanggilnya seperti ini, mulut Zeno berkedut tapi dia menatap Ace dalam diam. Walaupun tubuhnya berusia 10 tahun namun jiwanya berusia 24 tahun dipanggil kecil oleh orang berumur 17 tahun benar benar aneh baginya. Tapi bagaimanapun juga fisiknya masih berusia 10 tahun didunia ini jadi tidak aneh Ace memanggilnya seperti itu.
Keduanya terdiam tak lama kemudian, perut Ace mengaum lapar, kondisi keduanya menjadi sedikit ambigu dan canggung. "Tunggu sebentar aku akan memasak!" Zeno meletakkan buku navigasinya yang masih banyak yang perlu dia baca.
Berjalan ke tempat mayat Bab.i Hutan yang besar, Zeno meluncurkan pisau bedah dan mencongkel dengan mudah sekotak besar daging, Setelah itu menggunakan Chakra Zeno membekukannya lagi dan juga membakar sebentar daging bab.i ini untuk menghilangkan parasit dari tubuhnya serta bulu bulu nya.
Dengan satu tangan Zeno mengangkat daging seberat 4 kilo dengan mudah dibawa tatapan Ace dia ke belakang kapal dan memulai memasak, Ace melihat ketrampilan memasak Zeno yang enak sepertinya dari aromanya, duduk di meja makan yang ada di belakang kapal Ace menunggu masakan dari Zeno.
Dalam sekejap Zeno menyelesaikan masakannya. Meletakkan mangkok besar di atas meja yang cukup untuk makan 10 orang, didalamnya terdapat nasi goreng dengan potong-potongan ayam dan daging bab.i lalu di sebuah piring lebar terdapat iga bab.i bakar yang ditumpuk menjadi menara.
"Silahkan makan" Ucap Zeno sikapnya yang elegen benar benar berbeda dengan yang tadi namun setelah itu dia mengambil piring dan memasukkan nasi goreng yang ada di mangkok besar ke piringnya, dengan kekuatannya saat ini tingkat makannya melampaui 2 orang sekaligus. Sementara Ace sudah tidak sabar dan menyerbu semuanya, jelas dia sudah sangat kelaparan bahkan dalam sekejap makanan yang di khususkan untuk 10 orang habis dalam sekejap, Dengan begitu perut Ace sudah membuncit dia mengeluarkan sendawa puas dan tertidur.
Zeno yang melihat ini membuka mulutnya merasa terkejut, walaupun dia tau cerita aslinya seperti ini tapi bagaimanapun jika di lihat sendiri benar benar mengejutkannya. "Sudah kuduga dalam hal makanan Ace berada di tengah-tengah sementara Luffy peringkat teratas lalu Sabo kebalikannya" Batin Zeno melihat Ace yang tertidur merasa bingung. Jadi dia mulai membersihkan segala kotoran di piringnya dengan sedikit chakra yang membentuk elemen air, dikarenakan daerah sekitarnya laut pembuatannya tidak terlalu memakan banyak Chakra karena kelembapan udara mengurangi konsumsi Chakra untuk membentuk esensi air.
__ADS_1
Setelah itu dia mulai berlatih mengangkat beban.