Untaian Cinta Ayunda

Untaian Cinta Ayunda
Bab 15 | Hilangnya Mahkotaku


__ADS_3

Hari ke hari terus berlalu. Tak terasa sudah satu bulan mereka pindah ke rumah ini. Tak ada yang berubah dari sikap Brian pada istrinya. Ayu seringkali dicaci, dimarahi, bahkan sering menjadi luapan amarah suaminya.


Di rumah ini posisi Ayu tak berbeda dengan seorang pembantu. Ia diminta memasak, beres-beres rumah, mencuci pakaian, menyetrika pakaian, dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.


Brian tak pernah bersikap manis padanya, padahal ia sudah menjalankan perannya sebagai seorang istri sebaik-baiknya.


Brian hanya akan datang ke rumah untuk makan siang, mandi dan mengganti pakaian, lalu pergi lagi sampai besok hari. Kadang pagi hari kadang siang hari Brian datang.


Sudah hampir tiga minggu ini Brian bersikap seperti itu. Ayu selalu saja ditinggalkan seorang diri di rumah. Padahal Ayu sangat takut di rumah seorang diri.


Berulangkali ia meminta Brian tak meninggalkannya seorang diri di rumah, tapi berulangkali pula ia dimarahi.


Contohnya saja hari ini. Brian baru datang setelah pukul enam pagi ini. Setelah mandi dan berganti pakaian, Brian langsung menuju dapur untuk sarapan.


"Lo masak apa buat gue?"


"Nasi goreng telur mata sapi," jawab Ayu datar.


"Owh..." Brian mengangguk lalu duduk di kursi meja makan.


Setelah dihidangkan oleh Ayu, Brian memperhatikan wajah Ayu yang tampak berbeda hari ini.


Ia terlihat tak bersemangat seperti biasanya.


"Pakaian kamu udah ditaro di keranjang semua?" tanya Ayu sambil melirik pada suaminya itu.


"Sudah," jawab Brian sambil tak henti menatap wajah datar Ayu pagi ini.


Ayu pun mengambil keranjang dan berlalu pergi menuju kamar Brian untuk mengambil pakaian kotor suaminya itu.


Sambil memindahkan pakaian kotor Brian ke keranjang, berlilihlah air matanya.


Posisinya sebagai seorang istri ternyata tak menjamin ia akan bahagia bersama suaminya.


Ia menghindar pulang ke kampung agar tak menjadi budak. Ia pun berharap di sini ia akan lebih bahagia bersama suaminya. Namun, apa bedanya dengan sekarang? Ia tak lebih dari seorang budak.


Sentuhan kehangatan dan kelembutan tutur kata dari suaminya tak pernah sekalipun terdengar, hanya kata-kata pedas yang selalu ia dapatkan.


Brian tak luput memerhatikan istrinya itu masuk ke kamar mandi membawa pakaian kotornya.


Setelah menghabiskan sarapannya, ia pun menyandarkan bahunya ke daun pintu kamar mandi, memandori Istrinya yang sedang menyikat bajunya.


Dengan menyunggingkan bibirnya, ia merasa rencananya untuk membuat Ayu merasa tak betah bertahan bersamanya semakin berhasil.


Ayu yang mulai menyadari kehadiran Brian kini bekerja dengan lebih hati-hati dan fokus. Ia tak mau dimarahi lagi jika melakukan kesalahan saat mencuci pakaian Brian seperti tempo hari saat kaos putih Brian terkena lunturan kaos lain. Saat itu Brian marah besar padanya.


Karena Brian dari tadi memperhatikannya, akhirnya Ayu mulai buka suara.


"Kamu kenapa liatin aku terus? Tumben kamu nggak buru-buru kayak biasanya?"


"Suka-suka gue lah! Ini kan rumah gue!"


Mendengar jawaban ketus Brian Ayu pun berhenti bertanya.


Setelah selesai mencuci Ayu menyadari Brian tak ada lagi di tempat itu.

__ADS_1


Ayu pikir Brian sudah pergi seperti biasanya.


Ayu pun keluar untuk menjemur pakaian yang baru saja dicucinya. Dilihatnya mobil Brian terparkir di halaman rumah.


"Lho jadi dia belum pergi?" gumam Ayu.


"Untung aja tadi aku nggak nyanyi," sambungnya malu-malu.


Biasanya ia akan bekerja sambil bernyanyi. Suaranya memang tak merdu tapi lumayanlah untuk menemani kesendiriannya.


Saat hendak masuk ke kamarnya, alangkah terkejutnya ia melihat Brian berbaring dan memejamkan matanya di atas kasur barunya itu, seminggu yang lalu Brian baru saja membelikannya.


"Bri bangun! Ini kamar aku!" Ayu berulangkali mengguncang badan Suaminya itu.


"Ihhh! Apaan sih?! Ganggu orang lagi tidur aja!" gusar Brian.


"Kamu salah masuk kamar, ini kamar aku!"


"Gue nggak salah masuk kamar kok. Gue sengaja tidur di sini, emangnya salah?!"


Ayu tak bisa menjawab lagi. Jika ia menjawab Brian salah berada di kamarnya, ia pun tak dibenarkan sebab mereka sudah resmi menjadi suami istri.


"Ya sudah istirahat saja di sini," ujar Ayu sembari membalikkan badannya.


"Mau ke mana Lo?"


Ayu pun menoleh, "istirahat di ruang tamu."


Brian beranjak dari baringnya, lalu menutup pintu kamar.


Tak lama berselang, Brian sudah memeluk tubuhnya dari belakang.


"Bri, hentikan! Kamu kan harus kuliah pagi ini," ujar Ayu sembari berusaha melepaskan pelukan Brian yang semakin erat.


Brian tak memperdulikan kata-kata Ayu barusan. Wajahnya kini mulai menyusup ke area leher wanita itu.


"Bri hentikan!!"


"Kenapa? Lo nyuruh gue kuliah? Ini hari Minggu!"


Ya Tuhan, Ayu lupa hari ini adalah hari libur. Tapi itu tidak penting. Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar ia bisa segera bebas dari pelukan Brian.


Brian semakin mengganas. Tubuh Ayu kini diangkatnya, lalu dihempaskannya dengan kasar. Sedangkan Ayu mulai menangis karena Brian berlaku kasar padanya.


"Udah Bri!! Kamu buat Aku sakit!!"


Brian menatap Ayu dengan tatapan tak terbaca. Bibirnya menyungging, sorot matanya tajam.


Ia lalu menindih tubuh Ayu. Dilepaskannya dengan paksa kancing baju yang Ayu kenakan.


Bibirnya kini mulai diarahkan ke bibir istrinya itu. Meskipun berulang kali ditolak.


"Diem!!"


Ayu pun menjawab dengan sesegukkan, "jangan Bri! Sakit!"

__ADS_1


"Lo istri gue! Jadi sewajarnya gue lakuin ini ke Elo!"


Tak bisa lagi Ayu mengelak. Ini memang tanggung jawabnya sebagai seorang istri, yaitu melayani suaminya.


Ayu hanya bisa menahan rasa sakit saat Brian memasukkan keperkasaannya ke mahkotanya untuk pertama kalinya.


"Awww!! Sakit Bri!" keluh Ayu diiringi air matanya yang mengalir begitu saja dari pelupuk matanya.


Brian merasakan kepuasan karena telah berhasil mengambil mahkota Ayu. Darah mengalir dari kewanit*an Ayu. Brian pun sejenak menghentikan aktifitasnya.


Sejujurnya ini juga kali pertama dirinya bers*tubuh dengan seorang wanita.


Selama pacaran bersama Caca ia tak pernah melakukan ini karena mereka belum sah.


Brian tau cara melakukan ini melalui film-film dewasa yang pernah ia tonton sebelumnya.


Sudah menjadi rahasia umum jika laki-laki dewasa akan menonton film-film dewasa untuk memuaskan hasra*nya, jadi tak heran Brian pun turut terlibat dalam golongan itu.


Setelah sejenak berhenti, Brian pun mulai menggeluti tubuh Ayu. Tubuh mungil dengan kulit putih itu kini terpampang tanpa sehelai benangpun.


Tak seperti awal tadi saat Ayu menolak, kini ia pun mulai memberikan balasan manis untuk setiap kecupan yang Brian berikan.


Brian semakin menggila menye*ubuhi wanita yang ia sebut wanita kampungan itu. Tanpa sadar ia telah menyimpan benihnya dalam rahim wanita itu.


Mereka terkulai lemas setelah aktifitas panas itu.


Ayu berulangkali menyeka air matanya dengan telapak tangan karena telah terbuai dengan kenikma*an sesaat, sampai ia rela memberikan hartanya yang paling berharga itu pada Brian, ya lelaki jahat itu telah berhasil mengambil mahkotanya!


"Kamu jahat!!" raung Ayu sembari memukul dada Brian dengan keras.


"Apaan sih?! Sakit tau!" balas Brian de gan membentak.


Brian pun segera bangkit berdiri dan memakai pakaiannya lalu masuk ke kamarnya.


Sedangkan Ayu langsung mengunci pintu kamarnya dan menangis sesegukkan.


Bukan lagi perihal kewajibannya sebagai seorang istri, tapi sikap Brian yang tak pernah baik pada dirinya menjadi penyesalan bagi Ayu karena telah menyerahkan mahkotanya untuk lelaki seperti itu.


Jujur saja Ayu meras malu pada dirinya sendiri. Ia juga merasa kotor, hina, jijik pada tubuhnya sendiri.


Brian kini sudah meninggalkan rumah, terdengar dari suara mobilnya saat berangkat entah ke mana. Sedang Ayu ditinggal seorang diri setelah dibuainya.


Selain sebagai pembantu di rumah ini, ia juga tak ubahnya seorang pemuas na*su bagi Brian.


Setelah mendapatkan kepuasan Brian pun meninggalkan dirinya seorang diri.


waktu telah berjalan hingga siang hari. Ayu masih termenung di posisinya semula. Ia bahkan belum membersihkan tubuh kotornya dari tadi.


Setelah menyadari matahari yang kian meninggi, Ayu lantas masuk ke kamar mandi dan merendam tubuhnya dalam bathtub dan menuangkan sabun sebanyak mungkin untuk membersihkan tubuhnya.


Kotor karena telah berhub*ngan badan tak seperti kotor terkena noda yang bisa hilang hanya dengan mencucinya dengan sabun dan air bersih.


Tetapi kotor setelah berhub*ngan badan tak bisa hilang, dan masih terus meninggalkan bekas bagimu sebagai seorang wanita.


Oleh karena itu, jagalah mahkota berharga milikmu sebaik-baiknya. Jangan pernah mencoba memberikan pada orang yang salah, sebab pada mahkota itu adalah letak keistimewaanmu yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2