Untaian Cinta Ayunda

Untaian Cinta Ayunda
Bab 07 | Kutemukan dirimu


__ADS_3

Di caffe Dirga's, sore ini suasana terlihat menenangkan karena pengunjung yang tak ramai namun tak juga sepi.


Di sana Caca sudah menunggu dengan wajah tak cerianya sembari memainkan ponselnya dengan bete.


"Permisi, Mbak. Mau pesan apa ya?" Seorang gadis yang merupakan pelayan baru di caffe ini menghampiri Caca yang saat ini sedang tak mood berbicara dengan siapapun.


"Saya pesan sate manusia! sekalian juga dengan sup kaki jerapah!" ketus Caca, sembari memandang tak suka pada gadis itu yang berusaha mengajaknya berbicara padahal ia sedang malas berbicara.


"Maaf, Mbak. Di sini tidak ada menu seperti itu," jawab pelayan itu dengan sopan, meskipun ia sedikit takut dengan tatapan pengunjung tersebut.


"Terus?! Kenapa Lo nggak sebutin menu makanannya!" Lagi Caca membentak pelayan itu.


"Maaf, Mbak," ujar pelayan itu sembari menunduk.


Pelayan itu rasanya ingin marah, akan tetapi tadi Dirga selaku pemilik caffe ini sudah mengatakan dan mengingatkan dirinya agar bersikap lebih sopan kepada setiap pengunjung, karena pengunjung adalah raja, ia pun mengikuti perintah itu dengan sebaik-baiknya.


Pelayan tersebut pun menyebutkan semua menu yang tersedia hari ini, meskipun lidahnya sedikit keseleo menyebut nama makanan dan minuman yang ada di buku menu tersebut.


Caca memelototi pelayan tersebut karena telinganya terganggu dengan penyebutan menu makanan yang salah dari pelayan yang ada di hadapannya saat ini.


"Heh, Mbak Pelayan yang sepertinya nggak lulus SD! Nyebutnya tuh 'BARBEKYU' bukan 'BARBEKUE'! Baru kali ini sih nyantai di sini nemuin pelayan kayak Lo! Bego banget jadi orang! " protes Caca. Ia tak hanya protes tapi juga menghina. Siapapun yang mendengarnya pasti akan sakit hati, sampai akhirnya pelayan tersebut hanya diam ketika Caca memarahinya.


"Ada apa ini?" tanya Dirga melihat keributan kecil antara pengunjung dan karyawannya.


"Ini lho Mas Dirga, semalam kita udah reserve meja sama makanan dan minuman, tapi pelayan ini datang menanyakan lagi menu pesanan kita, mana nyebutnya salah lagi! Emangnya Mas Dirga kalau rekrut karyawan nggak diliat dulu pendidikannya?!" ketus Ayu sembari memutar malas bola matanya.


"Sekali lagi Maaf ya, Ca. Dia karyawan baru di sini, baru hari ini dia kerja, jadi memang masih kami bimbing. Soal pendidikan saya tidak terlalu mempermasalahkannya, yang penting dia punya sopan santun saat berbicara," jawab Dirga dengan tenangnya.


Mendengar jawaban menohok dari Dirga Caca merasa tersinggung. Wajahnya terlihat tak suka pada pelayan yang keliatan lugu itu.


"Oh iya, semalam kamu reserve 2 French Fries with Barbeque flavour dengan 2 milk Tea, kan? Tunggu sebentar lagi ya, karyawan kami sedang menyiapkan," ujar Dirga.


"Ayu, ayo kita belakang," ajak Dirga dengan lembutnya.


"Baik, Mas Dirga." Ayu hanya mengagungkan kepalanya mengikuti ajakan Dirga.


Sedangkan Caca kembali dibuat kesal akan tingkah laku pelayan tersebut yang ia dengar namanya adalah Ayu. Tadi ia kesal karena pacarnya, sekarang karena pelayan caffe, Caca benci hari ini!


"Maaf ya Sayang, kamu nunggu aku," mohon Brian sembari duduk di kursi yang berhadapan dengan Caca.

__ADS_1


Caca memalingkan wajahnya karena kesal pada Brian yang baru saja tiba, padahal ia sudah menunggu sejak satu jam yang lalu.


"Sayang, udah dong! Jangan marah terus, ntar cantiknya luntur lho," goda Brian.


"Iiihhh! Makanya jangan datang telat, aku kan takut nunggu sendirian!" ujar Caca dengan nada suaranya yang manja.


"Ya udah nggak usah takut lagi, kan udah ada aku di sini," ujar Brian sembari mengangkat dan mengecup tangan Caca dengan manisnya.


Sedangkan yang tangannya dikecup merasa berbunga-bunga hatinya karena Brian selalu bisa membuatnya luluh dan selalu bersikap manis padanya.


Apalagi wajah Brian yang sangat tampan membuat Caca tak betah lama-lama marahan dengan kekasihnya itu. Brian juga royal pada dirinya. Saat ia meminta dibelikan sesuatu, Brian tak pernah menolak meskipun harganya tergolong mahal, hal itu membuat ia semakin mencintai Brian.


Entah cinta Harta atau Cinta tulus, Caca tak peduli, yang terpenting baginya ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah.


(Terkadang, saat kita buta akan cinta, kita tidak bisa menilai mana cinta tulus mana cinta palsu.


Cinta Tulus hanya bertujuan untuk memberi tanpa mengharapkan kembali, sedangkan cinta palsu mengharapkan balasan untuk semua yang terjadi.


Semoga kita semua bisa mencintai seseorang dengan tulus, sebab hati yang tulus tak pernah mendapatkan balasan yang palsu... ✨)


Para pelayan datang dan membawa pesanan mereka semalam.


Dua orang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, yang satu membawa makanan dan satunya lagi membawa minuman.


"Lo lagi Lo lagi! Jangan sampai Lo buat kesalahan lagi di depan gue!" bentak Caca ketika melihat Ayu datang membawa makanan pesanan mereka.


Brian membelakan kedua matanya melihat sosok yang ia cari ada di caffe ini. Begitu juga dengan Ayu yang tak kalah terkejut bertemu lagi dengan Brian. Sejenak keduanya saling tatap.


Caca memperhatikan Brian sedang menatap pelayan yang membuatnya jengkel tadi.


"Sayang! Kok kamu jadi liatin dia sih?!" rengek Caca.


Brian segera mengalihkan pandangannya, "Ah, nggak kok. Mana mungkin aku liatin cewek kayak gitu!" Dengan sengaja Brian mengucapkan hal itu.


Ayu dan pelayan lainnya meletakkan pesanan mereka dan langsung pamit ke belakang.


Setelah itu, Brian tak lagi fokus mendengar kekasihnya berbicara, ia lebih sering termenung dan memikirkan perbuatannya pada gadis itu semalam.


"Sayang, aku mau nanya sesuatu!" ucap Caca.

__ADS_1


"Kamu mau nanya apa?" kata Brian.


"Apa benar omongan orang orang kalau kamu udah nikah di desa tempat kamu KKN?" tanya Caca khawatir.


"Ya nggak lah! Kalau terus-terusan dengarin omongan orang hubungan kita ga bakalan awet, jadi jangan dengarin omongan mereka. Mereka nggak tau bagaimana perasaan aku sama kamu," jelas Brian, ia pun tak mau Caca tau yang sebenarnya, meskipun ia sudah menduga Caca akan menanyakan hal ini padanya.


"Kalau kamu benaran mengkhianati aku gimana?!" tuduh Caca.


Brian melamun lagi.


"Sayang! Kok melamun?! Mikirin apaan, sih?! Mikirin pelayan jelek itu?! Atau benar kata orang-orang kalau kamu udah nikah!" tuduh Caca kesal.


Bak seorang peramal, tuduhan Caca memang benar. Brian tak sadar kalau dirinya sedang memikirkan orang yang sangat ia benci.


"Ah, nggak kok. Ngapain juga aku mikirin itik buruk rupa kalau di hadapan aku ada bidadari khayangan!" gombal Brian sembari tersenyum.


"Ihhh... Ayang gombal dehh!!" Caca tersipu malu dengan bujuk rayuan Brian.


"Yaudah, ayo kita pulang!" ajak Brian.


"Cepat banget! Nggak kayak biasanya! Kamu bosan ya sama Aku?!" tuduh Caca lagi.


"Nggak kok. Siapa bilang aku bosan, aku tuh cinta banget sama kamu," ujar Brian pada Caca.


Dari kejauhan Ayu memandangi sepasang kekasih itu. Tak terasa air matanya menetes melihat betapa manisnya sikap Brian pada gadis itu. Ada sesuatu yang menyesakkan dalam hatinya melihat pemandangan itu, mungkin karena rasa cintanya pada Brian yang semakin hari semakin bertambah, sehingga ia tak rela melihat kejadian itu.


"Yaudah deh, ayo kita pulang saja, udah sore juga, mana mendung lagi," tutur Caca.


"Ayo Sayang," ujar Brian sembari mengulurkan tangannya pada Caca lalu Caca menerima uluran tangan Brian dengan sangat manja.


Mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran dengan sangat mesra.


Sekali lagi hati Ayu terasa terkoyak melihat pemandangan menyesakkan itu. Brian memang bisa bersikap manis, tapi bukan untuknya, melainkan untuk seseorang yang yang sudah mengisi hati Brian sepenuhnya.


Biarlah ia sadar diri dan menyimpan semua rasa yang ia punya untuk Brian, ia yakin suatu saat rasa ini akan hilang dengan sendirinya.


..."Bila rasa ini salah tempat, kumohon ya Tuhan, secepatnya hapuskanlah perasaan ini untuknya, karena aku tak berdaya bila harus memendam rasa ini sendirian."...


...(Ayunda Scholastika)...

__ADS_1


...//BangD//...


__ADS_2