VENORA : Assassin VS Psychopath

VENORA : Assassin VS Psychopath
AVSP - 09


__ADS_3

Setelah Ryden membersihkan darah di tangannya, dia mengikuti gadis itu. Ryden melihat gadis itu memasuki lift. Sebelum gadis itu menekan tombol, dia segera masuk ke dalam lift.


Gadis itu melirik pada Ryden yang kini berdiri di sampingnya. Ryden menunggu gadis itu menekan tombol duluan. Saat melihat gadis itu menekan tombol 26, pintu lift pun tertutup. Ryden menekan tombol 27.


Keduanya sama-sama diam. Gadis itu memeluk kantong belanjaannya yang berat itu sambil melihat ke depan. Ryden melirik punggung tangan gadis itu yang ada bercak darahnya.


Apa dia tidak menyadarinya? Pikir Ryden.


Saat sampai di lantai 26, pintu lift terbuka. Gadis itu keluar dari lift. Dia berhenti di depan salah satu pintu rumah. Gadis itu menggerakkan tangannya akan mengetik sandi angka untuk membuka pintu rumahnya.


Ryden melihatnya. Merasa dicurigai, Ryden segera menekan tombol. Pintu lift tertutup. Ryden keluar dari lift di lantai 27, kemudian dia menuruni tangga menuju lantai 26 sambil mengganti pakaiannya dengan seragam polisi yang tadi dia bunuh.


Pria itu menekan bel rumah yang dia yakini adalah rumahnya gadis tadi. Beberapa saat kemudian, pintu terbuka. Ternyata seorang pria yang membukanya.


"Pak polisi, ada apa, ya?" Tanya pemilik rumah.


"Selamat malam, Tuan. Maaf mengganggu waktumu. Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan lewat sini? Dia memakai topi dan berpakaian serba hitam. Apa aku boleh memeriksa rumahmu?" Ryden memeriksa beberapa rumah di lantai 26 memastikan di mana gadis itu tinggal.

__ADS_1


Ryden menekan bel rumah selanjutnya. Saat pintu itu dibuka, ternyata gadis itu yang membukanya.


"Selamat malam, Nona. Maaf mengganggu waktumu. Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan lewat sini? Dia memakai topi dan berpakaian serba hitam," tanya Ryden yang sedang menyamar menjadi polisi itu.


Gadis itu terdiam untuk sesaat kemudian menggeleng. "Aku tidak melihatnya."


Gadis cerdas, batin Ryden.


"Aku melihat orang mencurigakan itu lewat CCTV. Dia menaiki lift dan berhenti di lantai 27 kemudian dia turun ke lantai 26 lalu menghilang. Karena aku khawatir dia memasuki salah satu rumah di lantai ini, jadi aku memastikan dengan memeriksa semua rumah," kata Ryden yang berakting menjadi polisi. "Apa aku boleh memeriksa rumahmu?"


Gadis itu mengangguk. Dia memperbolehkan Ryden memasuki rumahnya.


Pria itu melihat ke rak buku. Ada banyak buku di sana. Di dapur ada bahan makanan yang tampaknya baru saja dibeli oleh gadis itu. Ryden melihat ruangan yang tertutup.


"Apa aku boleh memeriksanya?" Tanya Ryden.


Gadis itu mengangguk. Ryden membukanya, ternyata ruangan santai yang langsung berhadapan dengan jendela besar. Ada sofa dan meja di sana. Meskipun ruangan itu kecil, tapi tampak begitu nyaman. Ryden lanjut ke kamar mandi dan memeriksa dua kamar di rumah itu.

__ADS_1



Di meja belajar ada buku pelajaran dan buku catatan. Tertera nama Granada Harlyn beserta kelas dan nama sekolahnya.



Dia masih pelajar ternyata, batin Ryden.


"Kau tinggal sendirian?" Tanya Ryden.


"Orangtuaku sedang pergi ke luar kota," jawab gadis bernama Granada itu.


Pembohong, kulihat hanya satu kamar yang dia gunakan. Kau pasti tinggal sendirian, batin Ryden.


Ryden mengangguk. "Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Jika kau melihat seseorang yang mencurigakan, segera lapor polisi, ya."


...⚔️⚔️⚔️...

__ADS_1


^^^10.59 | 30 April 2021^^^


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2