VENORA : Assassin VS Psychopath

VENORA : Assassin VS Psychopath
AVSP - 13


__ADS_3

Ryden menempelkan label bertuliskan "Ryan" ke 3 toples organ terbarunya. Setelah itu, dia menyingkirkan jenazah Ryan dan dokter. Dia membersihkan rumahnya dengan telaten.


Setelah itu dia pergi ke ranjang dan merebahkan tubuhnya. Pria itu menatap langit-langit kamarnya. Tampaknya rasa kantuk tidak kunjung datang.


Dia mengambil ponselnya dan mengecek web assassin. Pria itu melihat akun Venora masih online.


"Apa dia juga insomnia?" Gumam Ryden.


Keesokan harinya, Ryden datang ke Restoran Tradisional seperti yang sudah dia janjikan. Pria tampak rapi dengan jas berwarna hitam. Dia duduk menunggu kedatangan Granada. Sesekali dia melihat jam tangan milik mendiang kakaknya yang sekarang dia pakai.


Ternyata Granada datang. Dia memakai rok selutut dengan stocking hitam. Atasannya memakai jaket musim dingin berwarna coklat gelap. Gadis itu duduk berhadapan dengan Ryden.


Tidak ada yang memulai pembicaraan. Granada memanggil pelayan. Dia menyebutkan pesanannya, begitu pun dengan Ryden.


Setelah pelayan pergi, Granada pun bicara duluan, "Aku hanya ingin memperjelas apa yang seharusnya aku lakukan dan juga yang harus kau lakukan. Kau lupakan yang semalam, begitu pun denganku. Itu sudah peraturannya."


Ryden menatap Granada tanpa berniat menjawab.

__ADS_1


"Jika kau ingin pekerjaanku berhasil, seharusnya kau tidak berada di TKP," ucap Granada.


"Aku sengaja melakukannya," kata Ryden cepat. "Aku sengaja menjual nyawa kakakku untuk bertemu denganmu."


Granada mendengarkan.


"Jika aku melelang nyawanya di daftar assassin, maka akan banyak assassin yang ingin membunuhnya. Dengan mudah mereka mendapatkannya," sejenak Ryden berhenti. "Aku ingin kau yang membunuhnya, bukan assassin lain. Itulah sebabnya aku menghubungimu secara langsung."


"Untuk apa?" Tanya Granada.


Granada melipat kedua tangannya di depan dada. "Saat aku melihat berita tentang pembunuhan polisi lalu lintas itu aku pikir kau assassin, tapi setelah kulihat caramu membunuh dokter pribadi kakakmu, sepertinya aku salah."


"Aku memang bukan...." Ucapan Ryden tidak dilanjutkan, karena pelayan datang menyajikan pesanan mereka.


"Aku tidak peduli, apakah kau assassin atau psikopat, aku sungguh tidak peduli. Aku mau datang kemari karena ingin bilang, kalau urusan kita sebagai pelanggan dan assassin sudah selesai. Kita hanya perlu saling melupakan satu sama lain," jelas Granada.


Ryden merespon, "Aku ingin kita bicara sebagai sesama pembunuh...."

__ADS_1


"Aku bukan pembunuh. Aku tekankan sekali lagi, pekerjaan assassin bukan hanya membunuh orang. Jangan samakan aku dengan psikopat," ucap Granada kesal.


"Tetap saja kau pernah membunuh, kan?" Ujar Ryden. "Setidaknya aku tidak pernah mau disuruh orang untuk membunuh orang lain. Aku akan membunuh orang hanya karena aku mau. Aku bukan pesuruh yang dibayar untuk memenuhi kebutuhan hidup."


"Kau mau membandingkan dirimu denganku? Dengar, aku tidak pernah membunuh sembarangan apalagi sampai ketahuan polisi. Aku terlatih dan bisa 'menyelesaikan' dengan rapi. Lihatlah psikopat sepertimu sekarang sudah menjadi buronan. Tampaknya sebentar lagi polisi akan menemukanmu," ucap Granada tak mau kalah debat.


"Aku sudah berhadapan dengan polisi berkali-kali. Mereka menginterogasiku dan tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil menangkapku," kata Ryden dengan bangganya.


"Karena kau membunuh mereka?" Ucap Granada setengah bertanya.


"Betul."


...⚔️⚔️⚔️...


^^^17.37 | 30 April 2021^^^


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^

__ADS_1


__ADS_2