VENORA : Assassin VS Psychopath

VENORA : Assassin VS Psychopath
BEHIND THE SCENE


__ADS_3

Para kru tampak sibuk di lokasi syuting. Mereka menyusun latar senatural mungkin.


Ryden sedang duduk sambil memegang kipas angin kecil di tangannya. Kameramen menghampirinya. Ryden menoleh.


"Guys, hari ini sangat panas," ucap Ryden.


"Apa itu di tanganmu?" Tanya Kameramen.


Ryden melihat tongkat besi di tangannya. "Tongkat besi."


"Kau mau membunuhku?" Tanya Kameramen lagi.


Ryden tersenyum jahat.


Kameramen segera berlari ke Leon yang duduk sambil memegang ponselnya. "Apa yang kau lakukan?"


Leon menoleh. Dia tersenyum. "Aku ingin menghubungi Venora, katanya dia mau menyewa assassin untuk membunuh seseorang."


"Kau assassin?"


Leon mengangguk. "Aku assassin yang bertugas di bagian depan perusahaan."


Tidak mendengar respon dari Kameramen, Leon tertawa.


"Sebenarnya apa yang kau bicarakan?" Kameramen beralih pada Granada.


"Hai." Granada melambaikan tangannya. "Apa kabar semuanya? Kalian sehat?"


"Apa itu di bawah matamu?" Kameramen menge-zoom tahi lalat di bawah mata kiri Granada.


"Ini tahi lalat palsu. Aslinya aku tidak punya tahi lalat, tapi karena Granada punya tahi lalat, mereka menambahkannya," jawab Granada.


"Bagaimana perasaanmu hari ini?"


Granada tersipu. "Aku sangat senang, karena hari ini adalah hari ulang tahun penulis kita."


Scene beralih ke tepi jalan. Granada berlari. Dia menggedor-gedor pintu pos keamanan hingga pentungannya jatuh.


"Cut!"

__ADS_1


Para kru tertawa.


"Kau memang bersemangat dan bertenaga penuh."


Granada juga tertawa. "Aku assassin."


Security di dalam pos juga tertawa. "Sepertinya pentungan ini aku bawa saja."


"Action!"


Granada menggedor-gedor pintu pos keamanan. "Pak! Pak! Tolong! Seseorang mengejarku!"


Security membuka pintu dan terkejut melihat keadaan Granada.


"Apa kau dipukuli? Masuklah!"


"Cut! Bagus!"


Granada tersenyum sambil melambai pada kamera.


Scene beralih pada saat Granada dikejar Ryden. Keduanya sedang membaca naskah.


Ryden juga tertawa.


Sutradara memberikan pengarahan. Keduanya mendengarkan dengan serius.


Ryden rebahan di atas rumput. "Granada! Tindih aku!"


Semua orang tertawa mendengarnya.


Granada menindih Ryden dan memukuli wajahnya.


"Cut! Bagus!"


Scene berpindah ke sekolah. Granada sedang berada di laboratorium kimia. Dia memasang silencer pada moncong senapannya. Saat memasang silencer, silencer-nya jatuh.


Sutradara tertawa. "Cut!"


Percobaan kedua. Granada memasang silencer dan kali ini berhasil. Dia membidik ke luar jendela. Silencer jatuh lagi.

__ADS_1


"Cut!"


Granada tertawa. "Aku sudah memasangnya dengan benar."


"Tidak apa-apa, lanjut bidik sasaranmu," kata Sutradara.


Granada membidik. Kameramen mengambil tangkapan.


"Granada agak menunduk," suruh Sutradara.


Granada melakukannya dengan baik.


"Oke, cut!"


Selanjutnya scene Granada sedang merangkul kakak kelas. Lanjut ke rumah sakit.


Dokter memeriksa Granada.


"Kau lagi? Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai seperti ini?"


"Cut!"


Scene selanjutnya adalah memasak bersama ibu-ibu di dapur outdoor. Mereka tampak bersenang-senang dan mencicipi makanan.


Kameramen menghampiri Granada. "Bisa jelaskan kau seperti apa?"


"Jadi, ceritanya Granada adalah seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai assassin untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dia tidak tahu siapa orangtuanya, dia tidak tahu siapa namanya, dan dia juga tidak punya agama (atheis). Oleh karena itu, dia tidak mengerti dengan perayaan besar keagamaan yang dirayakan tetangganya. FYI, para tetangganya berbeda-beda keyakinan, tapi mereka hidup rukun," jelas Granada.


Semua cast VENORA : ASSASSIN VS GANSGTER berkumpul di depan kamera.


"Untuk Ucu Irna Marhamah, selamat ulang tahun!"


"Terima kasih sudah membaca novel ini sampai tamat, semoga kalian suka. Baca semua novel menarik karya Ucu Irna Marhamah hanya di Mangatoon/Noveltoon."


...⚔️⚔️⚔️...



...VENORA 2...

__ADS_1


...COMING SOON ...


__ADS_2