
Darah terciprat ke wajah gadis berseragam SMA itu. Pria di depannya tersungkur dengan darah mengalir membasahi lantai dari luka tusukan di perutnya. Gadis itu berjongkok kemudian mengambil pisaunya yang tertancap di perut pria itu lalu pergi begitu saja.
Gadis itu melepaskan sarung tangannya yang dipenuhi darah kemudian membuangnya ke dalam bagasi mobilnya. Dia memasuki mobil tersebut lalu melajukan mobilnya meninggalkan gedung. Gadis itu mengambil tisu dan mengelap darah di wajahnya kemudian mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang.
"Venora sudah menyelesaikan misi, uang sudah dikirim?" Tanya gadis itu.
"Cek rekening web assassin-mu, Venora."
Gadis yang memiliki nama samaran Venora itu mengakhiri panggilannya kemudian melemparkan ponselnya ke kursi di sampingnya. Dia menginjak gas. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
VENORA : Assassin VS Psychopath
By
Ucu Irna Marhamah
Mobil gadis itu memasuki tempat parkir bawah tanah bangunan apartemen. Dia memarkirkan mobilnya dengan hati-hati kemudian dia mengambil jaket parka merahnya yang panjang. Dia keluar dari mobil dengan jaket parka tersebut. Gadis itu memasuki lift menuju ke lantai 26.
Dia memasuki rumahnya dan segera membersihkan diri lalu mengerjakan PR-nya. Tertera nama 'Granada Harlyn' di buku PR-nya.
__ADS_1
Ya, itulah namanya, Granada.
Granada memiliki wajah yang cantik dengan kulit pucat. Sepasang mata seperti rusa, alis yang tertata rapi, hidung mancung, dan bibir merah muda yang merekah. Karena masih remaja, dia memiliki pipi yang agak chubby. Tubuhnya tinggi langsing. Rambutnya yang berombak berwarna hitam dengan beberapa poletan ungu gelap. Yang membuatnya dibedakan dengan siswi lain adalah tahi lalat kecil di bawah mata kirinya. Itu membuatnya tampak lebih manis.
Setelah menyelesaikan PR-nya, dia membuka web assassin. Tertera daftar nama orang yang diinginkan kematiannya. Granada dengan akunnya yang bernama "Venora" mencoret nomor 7 dengan warna merah lalu urutannya bergeser.
Banyak komentar yang masuk ke akun Venora.
"Venora memang hebat! Dia nomor 1."
"Venora selalu bergerak cepat."
"Venora itu perempuan atau laki-laki, sih?!"
Granada memutar bola matanya kemudian dia mengecek saldo rekening yang dimiliki akunnya di web assassin. Ternyata pelanggannya sudah mengirimkan uang bayaran. Dia pun keluar dari web itu.
Granada melihat ke luar jendela. Matahari terbit di antara gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta.
"Aku bahkan tidak sempat tidur." Granada pindah ke sofa dekat jendela besar rumahnya. Dia menatap matahari yang perlahan mulai muncul itu.
Setelah jam menunjukkan pukul 6 pagi, Granada memakai seragamnya. Gadis itu menyambar tasnya kemudian memasuki lift menuju ke tempat parkir. Bukan membawa mobilnya yang semalam, dia malah menaiki sepedanya untuk sampai di sekolah.
__ADS_1
SMA Tunas Jaya.
Granada memasuki kelas X-IPS-D. Dia duduk di bangku yang paling belakang dekat jendela. Gadis itu melihat beberapa temannya sedang berbincang dengan kelompok masing-masing. Hanya Granada yang tidak punya teman. Bukan karena dia dibully, tapi dia memang sengaja menjauhkan diri, mengingat profesinya mengharuskan dia tertutup pada siapa pun.
Ketua Murid kelas X-IPS-D masuk dan membagikan surat undangan dari sekolah. Granada juga mendapatkannya.
"Orangtuamu harus datang untuk rapat pembagian raport besok. Kalau tidak datang, katanya raportnya tidak akan diberikan," kata Ketua Murid.
Granada mengangguk. Dia melihat surat tersebut.
Siapa yang akan datang mengambil raportku? Batin Granada. Dia melihat teman-temannya yang membicarakan tentang surat undangan itu.
"Ibuku sedang sibuk, bagaimana ini? Siapa yang akan mengambil raportku?"
"Ibuku juga tidak ada di rumah. Kau masih mending ada kakakmu."
Granada membatin, jadi, harus Ibu yang datang? Di mana aku bisa menyewa ibu-ibu? Memangnya kenapa tidak diambil oleh Ayah?
...⚔️⚔️⚔️...
^^^14.06 | 30 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^