VENORA : Assassin VS Psychopath

VENORA : Assassin VS Psychopath
AVSP - 20


__ADS_3

"Satu lagi... ini rumahku," ucap Ryden sambil mengangkat tongkat besi itu akan menghantam kepala Granada. Gadis itu tidak tinggal diam. Dia menghindar lalu mengambil payung di meja dan menahan serangan Ryden.


"Kita lihat, seberapa terlatihnya dirimu." Ryden terus-menerus menghantamkan tongkat besinya hingga payung yang dipegang Granada patah.


Granada berputar dan menggerakkan kakinya menendang wajah Ryden. Darah mengalir dari hidung pria itu. Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Granada memukul perut Ryden dan mematahkan tangan pria itu. Tongkat besinya terlempar ke lantai.


Ryden meringis saat Granada memutar tangan Ryden ke belakang dan memepetnya ke dinding. Gadis itu memukul titik kesadaran Ryden. Pria itu pun tersungkur dan tak sadarkan diri.


Melihat lawannya sudah jatuh, Granada segera mengambil pistolnya yang tadi sempat terlempar ke bawah meja. Saat dia menunduk, gadis itu terkejut melihat darah menetes dari perutnya. Granada memegang perutnya yang berdarah.


"Se-sejak kapan?" Gadis itu jatuh terduduk sambil meringis kesakitan.


Ryden yang pingsan tiba-tiba membuka matanya. Dia melemparkan pisau yang berlumuran darah itu ke lantai kemudian pria itu bangkit dan mengambil tongkat besinya. Ternyata dia tidak benar-benar pingsan.


Granada menoleh, kedua matanya terbelalak melihat Ryden yang mengayunkan tongkat besinya.

__ADS_1


Bukk!


Granada tersungkur dan tak sadarkan diri dengan darah mengalir dari kepalanya. Ryden melemparkan tongkat besi itu. Dia mendengus kesal.


Kapan Ryden menusuk perut Granada? Ketika Granada berputar menendang wajah Ryden, saat itulah Ryden dengan cepat menusuk perut Granada. Gadis itu tidak menyadari dan tidak merasakannya.


"Sial, tanganku sakit sekali." Ryden meringis sambil memegangi tangannya. Dia mengelap darah dari hidungnya.


Pria itu membungkuk dan mengangkat tubuh Granada dan memanggulnya seperti karung beras. Ryden membawanya ke ruangan 'operasi'. Tubuh itu diletakkannya di atas meja yang berbentuk persegi panjang.


"Gadis sialan, kenapa mematahkan tanganku!" Ryden melemparkan guntingnya.


Pria itu membuka kancing seragam Granada dengan manual alias pake tangan. Tampaknya dia ingin menelanjangi gadis itu seperti yang biasa dia lakukan pada korban-korban sebelumnya untuk memudahkan mengambil hati dan jantung.


Namun, Ryden tampak terkejut saat seragam Granada terbuka, dia melihat ada bekas jahitan di pinggang gadis itu. Tidak hanya bekas jahitan. Ada bekas sayatan, bekas lubang peluru, dan luka-luka lainnya. Gadis di usianya seharusnya memiliki tubuh yang mulus, karena mereka harus menjaga penampilan, tapi tidak dengan Granada.

__ADS_1


Gadis itu telah melewati masa-masa sulit seumur hidupnya. Pandangan Ryden tertuju pada dada Granada yang terbungkus BRA.


Malam telah tiba.


******* itu terdengar memenuhi ruangan kamar Ryden. Pria itu tampak berkeringat saat melakukan peraduan dengan seorang gadis di bawahnya.


"Aaarrhhh!" Teriakan gadis itu terdengar begitu keras di kamar Ryden.


Ryden yang tidak mengenakan sehelai benang pun melemparkan tongkat besinya yang berlumuran darah. Gadis berambut panjang itu terkulai dengan darah menggenang di sekitarnya.


"Ah, tidak menyenangkan." Ryden meneguk wine di meja. Dia melihat ke layar laptopnya. Pria itu tersenyum.


...⚔️⚔️⚔️...


^^^15.18 | 30 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2