
Granada pergi ke sekolah seperti biasa. Saat berada di depan pintu kelas, dia melihat ada razia rambut di kelasnya. Granada memegang rambutnya yang dipoles dengan chat ungu. Dia segera pergi ke kamar mandi lalu mengambil pita merah dari tasnya kemudian mengikat bagian ujung rambutnya lalu melipatnya ke belakang. Ujung pita disambungkan dengan diikat di Puncak kepalanya. Sekarang dia terlihat seperti snow white. Gadis itu pun memasuki kelasnya sambil membenarkan rambutnya.
OSIS yang melakukan razia rambut menoleh pada Granada yang mengetuk pintu kelas. Di antaranya dua laki-laki dan dua perempuan yang melakukan operasi razia rambut.
"Hei, kau kesiangan? Dasar anak kelas 10 zaman sekarang memang nakal," ucap OSIS yang bertugas. Dia menghampiri Granada dan melihat rambutnya
"Bagian akar rambutmu dicat warna ungu, ya?" Laki-laki itu memegang puncak kepalanya.
"Aku sering berjemur, beginilah jadinya. Aku akan membayar denda jika memang harus didenda," kata Granada datar.
"Yang rambutnya dicat harus dipotong rambutnya. Karena bagian dasar rambutmu yang dicat, berarti kau harus dibotaki," laki-laki itu menahan tawa.
Granada tidak tertawa sama sekali. Dia menatap kakak kelasnya itu kemudian dia mendekat dan tangan kanannya memeluk bahu serta tengkuk laki-laki itu. Semua murid yang melihat itu tampak terkejut, apalagi OSIS, teman-temannya laki-laki itu.
"Apa-apaan dia?" Gumam OSIS perempuan di belakang laki-laki itu.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum sambil berbisik lirih di telinga laki-laki itu, "Kakak, tadinya aku mau mengecat ulang rambutku dengan warna hitam besok, tapi ternyata razianya hari ini. Apa aku tidak akan diberikan kesempatan?"
"Hh, kau pikir aku akan luluh karena kau merayuku?" Laki-laki itu menyentuh pinggang Granada dan mendorongnya, tapi gadis itu tetap berdiri pada tempatnya.
"Jam 6, Restoran Dillara," bisik Granada lagi.
Sore harinya, Granada tampak imut dengan kaos putih berbalut overall jeans rok warna abu-abu. Rambutnya digerai begitu saja. Dia mendatangi Restoran Dillara. Terlihat seorang laki-laki tampan duduk di salah satu meja. Dia melambaikan tangannya pada Granada.
Gadis itu pun menghampirinya dan duduk di samping laki-laki itu. "Apa Kakak lama menungguku?"
Granada hanya tersenyum. "Bagaimana penampilan rambutku? Aku sudah mengecat keseluruhan dengan warna hitam."
"Kau tampak cantik dengan rambut barumu," puji laki-laki itu.
Jika bukan karena sekolah, aku tidak mau mengubah warna rambutku yang sebelumnya, batin Granada.
__ADS_1
Sementara itu, tampaknya Ryden sedang menghabiskan malam dengan seorang gadis di kamarnya. Sepertinya gadis itu akan menjadi korban selanjutnya yang mengisi toples kosong untuk menambah koleksi Ryden di ruangan pendingin.
******* demi ******* terdengar menggema di kamar itu.
Ponsel Granada berdering beberapa kali. Dia melihatnya. Ternyata ada banyak notifikasi dari web assassin di mana pesan tersebut langsung dari pemilik web itu sendiri.
"Cepat hapus aplikasi bank assassin dan bersihkan riwayat web assassin kalian! Ada polisi yang menyamar dan mendaftar masuk dengan akun palsu! -web_assassin." Granada menelan saliva setelah membaca pesan tersebut dalam hati.
"Ada sesuatu yang terjadi?" Tanya laki-laki di depan Granada.
"Sepertinya aku harus segera pulang, Ayahku mengalami kecelakaan."
...⚔️⚔️⚔️...
^^^08.12 | 30 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^