
"Aarrgghh!" Granada berteriak kesakitan saat Ryden memukul lengannya dengan tongkat besi. Gadis itu terkulai lemas.
Ryden menarik rambut gadis itu. "Kau pernah mematahkan tanganku waktu itu. Bagaimana rasanya."
Granada meringis kesakitan.
Ryden tertawa. "Aku menyukaimu saat kau kesakitan seperti itu. Kau sangat cantik."
"Kau benar-benar gila!" Teriak Granada sambil menusukkan belati ke paha Ryden.
Pria itu berteriak kesakitan.
Granada segera bangkit dan menjauh dari Ryden. Gadis itu berjalan sempoyongan sambil memegangi kepalanya.
Ryden tampak marah. Dia bangkit lalu mengambil katana yang masih utuh yang tadi dia lemparkan.
"Aku harus mendapatkan mata, hati, dan jantungmu! Kau akan menjadi koleksiku yang paling berharga, Assassin." Ryden tersenyum menakutkan. "Tidak, tidak hanya mata, hati, dan ginjal. Tapi, seluruh tubuhmu akan aku jadikan koleksi!"
Sebelum datang ke rumah Granada, pria itu sudah menyiapkan sebuah etalase kaca yang besar dan diletakkan di dalam ruangan pendingin. Pria itu menulis nama Venora di label kemudian menempelkannya pada kaca tersebut. "Ini adalah kuburanmu, Assassin Venora."
Ryden berlari ke arah Granada sambil mengangkat pedangnya siap menebas tubuh Granada.
__ADS_1
Granada sudah kehabisan tenaga. Dia jatuh terduduk dengan tatapan pasrah.
Di sinikah akhir dari hidupku? Seorang assassin yang dibunuh oleh psikopat? Inikah ending ceritaku? Batin Granada.
Kedua matanya perlahan tertutup. Rasanya terlalu menakutkan jika harus melihat kematiannya sendiri.
Namun, tiba-tiba....
Dor!
** Flashback **
"Aarrgghh!!" Teriak Ryden kecil saat tongkat besi itu menghantam tubuhnya. Pedofil tua itu terus-menerus memukulinya tanpa ampun.
"Tuan, jangan!"
Pedofil gila itu membalikkan tubuh Ryden hingga telungkup.
"Aaarrggghhh!!"
Saat terbangun, Ryden melihat dirinya dikurung di dalam ruangan yang gelap. Laki-laki itu mencari saklar lampu, tapi kakinya menginjak sesuatu yang tajam.
__ADS_1
Ryden menyentuh benda itu, ternyata paku payung. Benda tajam tersebut tersebar di atas lantai. Ryden harus ekstra hati-hati saat berjalan. Dia menemukan saklar lampu kemudian mencoba kabur, tapi psikopat itu selalu berhasil menangkapnya. Dia menyiksanya lagi.
Merasa dirinya tidak akan pernah bisa kabur, Ryden pun terpaksa melakukan semua keinginan pedofil itu. Di satu kesempatan, dia memasukkan racun ke dalam makanan pria tua itu.
Saat pria pedofil itu memakannya, racun itu mulai bereaksi. Dia jatuh ke lantai dan kejang-kejang. Kedua matanya melotot dengan mulut membentuk huruf O serta kedua tangannya memegangi lehernya yang sakit.
Pemandangan itu membuat Ryden tertegun. Laki-laki itu menatap si Pedofil yang sedang sekarat itu. Ryden tersenyum senang saat melihat pria tua yang selama ini membuatnya menderita itu sedang merasakan kesakitan.
Ryden mengambil tongkat besi dan memukuli pria tua itu seperti yang pernah dilakukannya pada Ryden. Pria itu pun tewas.
Untuk pertama kalinya dia membunuh seseorang. Sejak saat itu, Ryden ingin membunuh lebih banyak lagi.
Kesenangannya adalah membunuh banyak orang.
Hingga datanglah ibunya dan memaksanya memberikan harta yang sudah menjadi haknya itu pada kakaknya.
Jika saja ibunya tidak memiliki niat jahat untuk membunuhnya, mungkin wanita itu masih ada sampai sekarang.
"Dia hanya anak bodoh yang tidak berguna. Kita habisi dia dan ambil hartanya," kata wanita itu.
...⚔️⚔️⚔️...
__ADS_1
^^^07.46 | 30 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^