
Tampak sepasang manusia sedang bergumul di atas ranjang. Keduanya tampak menikmati peraduan yang sangat erotis itu. *******-******* nakal terdengar di ruangan kamar tersebut. Beberapa saat kemudian, tampaknya si pria sudah menuntaskan hasratnya. Dia terkulai lemas di bawah gadis berambut pirang itu yang juga terkulai menindih tubuhnya.
Pria itu mengusap rambut gadis pirang itu.
Saat kedua mata gadis itu terbuka, tiba dia berada di ruangan yang sangat gelap. Dia tampak ketakutan.
"Aku di mana? Seseorang, tolong aku! Tolong!" Teriak gadis itu. Dia beranjak dan mengapai-gapai dinding mencari pintu keluar. Saat berjalan, dia menginjak sesuatu yang menusuk telapak kakinya beberapa kali.
"Aarrgghh!" Gadis itu berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya. Dia merasakan cairan kental di kakinya. Gadis itu mendekatkan tangannya yang berlumuran darah itu ke hidung.
"Ini darah? Kakiku berdarah?" Gadis itu tampak khawatir. Dia segera mencari pintu dengan menggedor-gedor dinding. Tiba-tiba tangannya tidak sengaja tergores sesuatu yang tajam seperti di lantai tadi. Alhasil tangannya juga berdarah.
__ADS_1
"Tolong! Tolong aku!" Gadis itu menangis ketakutan.
Terdengar suara pintu dibuka. Gadis itu menoleh ke arah pintu yang terbuka. Seberkas cahaya masuk menyilaukan pandangannya. Gadis itu menutup matanya sambil mengangkat tangan menghalau cahaya yang menyorot padanya.
Lampu ruangan itu menyala. Ternyata gadis itu tidak memakai sehelai benang pun. Dia melihat ke pintu setelah netranya sudah menyesuaikan diri dengan cahaya di ruangan itu. Ternyata pria itu berdiri di sana sambil menatap gadis pirang itu dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.
"Ryden, apa yang kau lakukan." Gadis itu melihat ke sekelilingnya. Ternyata di lantai dan dinding itu dipenuhi paku-paku bergerigi yang tajam. Kedua kaki dan tangannya berdarah karena mencoba mencari jalan keluar untuk melarikan diri.
"Kau tampak begitu cantik saat ketakutan begitu. Lihatlah cat merah di kaki dan tanganmu. Itu membuatku semakin bergairah," kata pria bernama Ryden itu sambil menghampiri gadis itu.
"Maaf, Brenda, kau selanjutnya!" Ryden mengeluarkan tongkat besi dan menghantam kepala Brenda berkali-kali hingga gadis itu terkulai lemas di lantai berpaku.
__ADS_1
Ryden melakukan operasi pada tubuh Brenda dengan memisahkan mata, jantung, dan hati ke toples yang berbeda. Kemudian ketiga toples itu diberikan label dan diberi nama Brenda.
Pria itu memasukkan ketiga topes tersebut ke dalam ruangan pendingin. Di rumah besarnya itu, Ryden sengaja membuat ruangan pendingin khusus sebesar ruangan kamar yang biasanya ruangan pendingin sebesar itu dimiliki oleh pabrik-pabrik daging atau restoran-restoran besar yang menyimpan cadangan daging agar tidak cepat membusuk.
Di dalam ruangan pendingin itu ada banyak toples berisi mata, jantung, dan hati yang disimpan sesuai jenis. Nama-nama orang juga tertera di setiap toples. Entah berapa banyak orang yang sudah dia bunuh untuk mendapatkan semua mata, hati, dan jantung itu.
Setelah itu, dia membungkus mayat Brenda dan menyimpannya di ruang penyekapan tadi. Ada banyak mayat yang menumpuk di ruangan itu. Bahkan ada yang sudah berbau busuk.
"Harus aku buang kemana semua mayat ini?"
...⚔️⚔️⚔️...
__ADS_1
^^^06.36 | 30 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^