
Perlahan Granada membuka matanya. Dia melihat ke sekeliling. Semuanya gelap. Gadis itu meringis kesakitan sambil memegangi perutnya karena luka tusukan pisau yang dilakukan Ryden.
Tanpa dia sadari, ada kamera CCTV di ruangan itu. Ryden sedang melihatnya dari kamar. Pria itu menyeringai melihat Granada yang sudah sadar. Di lantai kamarnya ada mayat perempuan yang tadi dia bunuh.
Gadis itu mendengar suara angin yang bergerak menabrak dinding kayu ruangan tersebut. Dia bangkit dan mencari asal suara itu. Langkahnya terhenti saat ujung kakinya merasakan benda logam. Granada berjongkok dan menyentuhnya.
"Paku bergerigi? Apa ini penjara siksaan?" Gumam Granada. Beruntung dia tidak menginjaknya. Gadis itu terus berjalan seolah sudah tahu di mana letak paku bergerigi itu. Granada menyentuh dinding dan menggapai-gapai mencari dinding bagian kayu.
"Apa yang dia lakukan?" Gumam Ryden.
Granada berhenti dan berdiri mematung. Dia mendengar suara angin lagi menabrak dinding kayu. Kini gadis itu tahu di mana dinding kayu itu berada. Granada menyentuh dinding kayu itu kemudian menggedor-gedornya.
"Apa yang dia lakukan? Seharusnya dia tahu itu tidak akan berhasil," ucap Ryden keheranan.
Bruak!
Ternyata Granada mendobrak dinding kayu itu hingga roboh. Ryden terkejut. Dia segera keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Granada melihat ke sekeliling. Dia berada di lantai 3. Sinar rembulan menyinari bumi. Granada melihat ke bawah. Ada tanaman pagar di bawah sana.
Terdengar suara langkah kaki menuju ke ruangan itu. Ya, Ryden datang dengan pistol milik Granada di tangannya. Tanpa pikir lama, Granada segera melompat ke tanaman pagar itu.
Dor!
Tembakan Ryden meleset, karena Granada sudah jatuh ke bawah. Gadis itu meringis kesakitan saat mendarat di tanaman pagar. Dia segera berlari.
Ryden keluar dari rumahnya dan segera mengejar Granada sambil tertawa antusias. "Sudah lama aku tidak main kejar-kejaran! Ayo, kita bersenang-senang!"
Granada melihat seragamnya yang dipenuhi darah. Ada banyak luka sayatan di sekujur tubuhnya. Tampaknya Ryden melukainya saat gadis itu tak sadarkan diri. Bahkan darah dari tubuhnya menetes di jalanan.
Ryden di belakangnya masih mengejar mengikuti tetesan darah di jalanan. "Katanya assassin, tapi dia berlari menghindariku."
Granada melihat ada mobil yang lewat. Dia berlari ke tengah jalan sambil melambai-lambaikan tangannya meminta pertolongan. Melihat Granada yang berdarah-darah, tampaknya pengemudi itu ketakutan. Dia malah membunyikan klakson dan berbelok tidak ingin menolong.
Ryden sudah dekat. Granada melanjutkan langkahnya mencari bantuan. Dia melihat ada pos keamanan. Granada berlari ke sana. Tampaknya ada seorang security di dalam pos.
__ADS_1
"Pak! Pak! Tolong! Seseorang mengejarku!" Teriak Granada sambil menggedor-gedor pintu pos.
Security membuka pintu dan terkejut melihat keadaan Granada.
"Apa kau dipukuli? Masuklah!" Security segera menelepon ambulans.
Granada merasa lebih tenang. Dia memegangi perutnya yang tidak berhenti meneteskan darah.
Security berbalik menatap Granada. "Tunggu sebentar, ambulans akan segera datang dan menolongmu."
Berakhirnya kalimat itu, tiba-tiba peluru melesat menembus kepala security. Pria paruh baya itu jatuh tersungkur dengan darah mengalir dari luka tembakan di kepalanya.
Granada melihat Ryden berdiri di depan pos dengan pistol di tangannya.
...⚔️⚔️⚔️...
^^^16.18 | 30 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^