
Bruak!
Tubuh Ryden terkapar di atas atap bangunan yang sedikit lebih rendah. Granada juga terkapar di atas tubuhnya. Pria itu mendorong tubuh Granada kemudian dia bangkit sambil terhuyung. Dia mengangkat pedangnya akan menusuk Granada, tapi gadis itu segera mengangkat katananya dan menahan serangan Ryden. Pedang mereka beradu.
Granada bangkit kemudian menyerang duluan dengan mengayunkan pedangnya. Keduanya terlibat pertarungan pedang.
Srasshhh!
Granada menghindari pedang Ryden yang terarah pada lehernya, tapi pedang itu memotong sebagian rambutnya. Granada tampak marah karena dia sangat menyayangi rambutnya.
Pertarungan terus berlanjut.
"Hhh." Ryden terpindur saat Granada berhasil melukai perutnya. Darah mengalir dari luka itu. Ryden menyerang balik.
Granada terpundur dan hampir jatuh ke bawah, tapi gadis itu berjongkok dan berguling ke tengah. Ryden yang sudah terluka tidak bisa lebih cepat. Dia berhenti sesaat kemudian melemparkan pedangnya. Dia mengeluarkan dua tongkat besi dari dalam lengan bajunya.
"Sepertinya kau memang benar, kau sangat terlatih," kata Ryden. "Tapi, aku yakin, aku yang akan memenangkan pertarungan ini."
Granada mendengus kesal. "Aku tidak mengerti dengan tujuanmu menggangguku sampai seperti ini, tapi bukankah ini keterlaluan? Kau memintaku membunuh orang dan aku sudah melakukannya. Sekarang kenapa kau malah ingin membunuhku?!"
__ADS_1
Ryden tersenyum. "Nona Assassin, aku melihat ketakutan di wajahmu. Aku kira assassin terlatih tidak akan memiliki rasa takut pada siapa pun."
Granada tidak merespon. Dia masih menatap Ryden dengan posisi siaga.
"Apa sewaktu di restoran aku terlihat seperti ingin membunuhmu?" Tanya Ryden.
"Kau seperti sedang mengancamku waktu itu, kau juga membuatku tidak nyaman," kata Granada dengan suara bergetar.
Ryden mendecih. "Kau terlihat sangat ketakutan sekarang."
"Aku tidak takut!" Gerutu Granada dengan keringat menetes dari keningnya.
"Tadinya aku ingin berteman denganmu, tapi sepertinya kau tidak menyukaiku," ucap Ryden.
Granada terus mundur sambil melihat ke sekeliling.
"Kenapa kau terus mundur? Padahal kau memegang pedang yang paling tajam di dunia," ucap Ryden. Pria itu tiba-tiba berlari ke arahnya.
Granada terbelalak. Dia mengayunkan pedangnya. Dengan dua tongkat besi, Ryden menghalau serangan Granada. Gesekan besi dan katana itu memekakkan telinga. Granada terpundur dan terpojok ke dinding. Tiba-tiba pedangnya patah.
__ADS_1
Bagaimana bisa? Batin Granada.
Ryden mengangkat tongkat besi satunya untuk memukul Granada, tapi gadis itu berhasil mengelak dan menendang lutut pria itu.
Granada berkelahi dengan pedang yang sudah patah itu.
"Meskipun katana memiliki ketajaman dan ketahanan yang luar biasa. Tetap saja dia memiliki kelemahan. Pedang itu sudah tua," ucap Ryden.
Granada tersungkur saat Ryden memukul perutnya dengan tongkat besi. Ryden menendang pedang dari tangan Granada hingga terlempar jauh.
"Kekuatan katana tergantung pada pemiliknya. Tampaknya kau ragu dan takut menyerangku. Itulah sebabnya katana itu patah," kata Ryden.
Granada menyentuh perutnya yang berdarah. Tampaknya luka yang sudah dijahit itu kini kembali terbuka dan mengeluarkan darah.
Ryden menghantam kepala Granada dengan tongkat besi itu. Darah mengalir dari puncak kepalanya dan menetes ke dahi dan hidung Granada.
...️⚔️⚔️⚔️...
^^^07.24 | 30 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^