
Granada berdiri di seberang rumah mewah bertingkat 3 itu. Dia memakai parka merah dan bucket hat merah. Sepertinya saudaranya Pak Ryan memang orang kaya. Oleh karena itu, dia membawa Pak Ryan dari rumah sakit dan memilih membawanya ke rumah untuk rawat jalan dengan menyewa dokter dan suster pribadi.
Setelah melihat ke sekeliling, gadis itu menyeberang. Dia menyelinap lewat pintu belakang bermodalkan kawat untuk membuka kuncinya. Pintu belakang itu menuju ke dapur. Granada mengendap dengan pistol di tangannya. Gadis itu memeriksa setiap ruangan dengan hati-hati.
Rumah itu sangat gelap. Dia menaiki tangga menuju ke lantai 2. Tampaknya ada orang. Granada segera bersembunyi di balik guci besar. Ternyata seorang dokter yang keluar dari salah satu ruangan.
Granada yakin jika itu adalah kamar Pak Ryan. Gadis itu memasang silencer ke moncong pistolnya kemudian dia membuka pintu ruangan itu dan menembak ke segala arah. Granada tampak terkejut, ternyata itu bukan kamar Pak Ryan, tapi toilet. Jadi, dokter itu baru keluar dari toilet.
Granada segera mencari dokter tadi. Ternyata dokter itu memasuki ruangan di lantai 3. Kali ini Granada yakin jika itu kamar Pak Ryan. Dia memasukkan peluru ke pistolnya kemudian menyusul dokter itu masuk.
Benar, Pak Ryan terbaring di ranjang di ruangan itu. Ada banyak alat yang terpasang di tubuhnya.
Granada menyikut tengkuk dokter yang membelakanginya itu dengan keras hingga pingsan. Kemudian Granada menembak Pak Ryan hingga tewas. Darah segar merembes ke sprei putih itu.
__ADS_1
Terdengar suara tepuk tangan dari belakangnya. Granada terkejut menoleh, ternyata pria yang waktu itu menyamar menjadi polisi dan menggeledah rumahnya, dia adalah Ryden. Pria itu melangkah menghampiri jenazah Pak Ryan yang ternyata adalah kakaknya. Dia mengambil jam tangan Pak Ryan kemudian memakainya.
Granada menodongkan pistolnya pada Ryden.
Ryden menoleh kemudian tersenyum. "Sesuai peraturan web assassin, kau tidak boleh menghabisi klien, kan?"
Granada masih pada posisi. "Kau Psychosome?"
Ryden menjentikkan jarinya. "Aku hampir lupa, seharusnya aku sudah mengirimkan sisanya."
Granada menatap waspada pada Ryden. Mereka saling menatap untuk sesaat.
Tampaknya dokter sudah sadar. Dia memegangi tengkuknya yang sakit. Granada segera pergi, tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan dokter itu. Langkah Granada terhenti di depan pintu. Dia berbalik dan melihat Ryden memukuli kepala dokter itu dengan tongkat besi hingga tewas dengan kepala hancur.
__ADS_1
"Ya, aku Psychosome, artinya psikopat yang handsome," kata Ryden sambil mendongkak menatap Granada dengan senyuman menyeringai.
Granada tampak tidak peduli. Dia melanjutkan langkahnya dan pergi dari rumah itu. Untuk pertama kalinya ada seseorang yang melihatnya secara langsung sedang 'bekerja'.
Sesampainya di rumah, gadis itu melepaskan seluruh pakaiannya kemudian berendam dengan air hangat di bath up. Padahal sudah malam, dia masih kepikiran mandi.
Ponselnya yang diletakkan di tepi bath up berdering menandakan ada notifikasi yang masuk. Ternyata ada pesan yang masuk di akun web assassin Venora miliknya. Dia mengeceknya.
Psychosome yang mengirim pesan padanya. "Besok tidak sekolah, kan? Restoran Tradisional, jam 6 sore."
Granada tidak membalas. Dia meletakkan ponselnya kembali ke tempat semula kemudian menyandarkan punggungnya ke kepala bath up. Gadis itu menutup matanya.
...⚔️⚔️⚔️...
__ADS_1
^^^16.29 | 30 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^