VENORA : Assassin VS Psychopath

VENORA : Assassin VS Psychopath
AVSP - 15


__ADS_3

Granada menyentuh pintu yang menarik perhatiannya itu. Suhu dingin langsung menyapa tangannya saat menyentuh knop. Padahal Granada sudah memakai sarung tangan hitam berbahan khusus, tapi rasanya tetap dingin. Dia pun menarik knop pintu. Kedua mata Granada terbelalak lebar.


Bagaimana tidak, ada banyak toples berisi organ-organ tubuh manusia di dalam ruangan itu yang ternyata adalah ruangan pendingin. Toples itu ditumpuk menjadi menara sesuai jenis organ. Organ mata, hati, dan jantung. Bahkan di setiap toples itu ada label bertuliskan nama orang. Granada yakin, jika nama-nama itu adalah nama pemilik organ tersebut.


** End Flashback **


Granada sampai di rumahnya. Dia membanting pintu kemudian merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Pandangannya tertuju ke katana yang dia tempel di dinding ruang tamu itu.


** Flashback **


Cipratan darah beserta aromanya dan teriakan terakhir serta kedua mata membelalak adalah pemandangan yang sudah biasa dilihat oleh gadis berkacamata hitam itu. Dia berjalan gontai di koridor rumah besar seorang pejabat negara yang dihormati, Hardiawan.


Pelanggan memintanya untuk membunuhnya.


Gadis itu tak lain adalah Granada. Di balik jaket parka merahnya, dia masih memakai seragam SMP. Gadis itu berhenti di depan sebuah pintu. Dia memakai sarung tangan hitam lalu mengeluarkan pistolnya dia memasang silencer. Tanpa basa-basi, dia membuka pintu sambil menodongkan pistolnya.

__ADS_1


Terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi bersama seorang gadis cantik di pangkuannya. Mereka berdua terkejut karena kedatangan Granada. Tampaknya mereka berdua sedang melakukan 'sesuatu'.


"Siapa kau?!" Teriak pria paruh baya itu.


Granada menarik pelatuknya. Bunyi tembakan terdengar menggema di ruangan itu. Gadis cantik berpakaian seksi itu berteriak ketakutan melihat pria tua yang sekarat dan berlumuran darah.


Granada tidak berhenti di sana. Dia menembak pria tua itu beberapa kali memastikan dia sudah benar-benar mati.


Setelah itu, Granada menghampiri gadis itu dan berbisik, "Jika kau melapor pada polisi, aku jamin kau akan berakhir lebih mengerikan dari tua bangka itu."


Pandangan Granada tertuju pada dua bilah pedang yang dipasang menyilang di ruang tamu. Tampaknya dia tertarik dengan benda itu sehingga dia membawanya.


Tanpa diketahui oleh Granada, sebenarnya Ryden lah yang menyuruhnya membunuh Hardiawan. Pria itu mengetahui Granada sebenarnya adalah Venora setelah melihat katana milik Hardiawan di ruang tamunya.


Jadi, Ryden pernah menyuruhnya membunuh Hardiawan sebelum membunuh kakaknya.

__ADS_1


Kenapa Ryden ingin Hardiawan mati? Karena Hardiawan membuatnya tersinggung saat pertama kali bertemu. Jadi, dia menyewa assassin untuk membunuh pria paruh baya itu.


** End Flashback **


Granada menghela napas berat. Dia mengambil sarung tangan hitamnya kemudian membawa salah satu katana itu. Gadis itu menghunus katana tersebut. Kilatannya menunjukkan jika pedang itu sangat tajam.


Dia mengeluarkan daging sapi bagian iga dari kulkas kemudian meletakkannya di atas talenan kayu. Dia mengayunkan pedangnya sedikit dan memotong daging tersebut dengan mudahnya seperti memotong tahu.


Granada terkejut, ternyata tidak hanya dagingnya yang terpotong, talenannya juga terpotong. Gadis itu segera meletakkan pedang itu kembali ke dinding ruang tamunya.


Sewaktu masih dalam pelatihan assassin, dia pernah belajar menggunakan pedang, tapi dia tidak mengira ada pedang yang sangat tajam seperti katana itu.


...⚔️⚔️⚔️...


^^^06.53 | 30 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2