Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 22


__ADS_3

Sebelum lanjut, Author mau ingatin. Jangan nabung bab ya🥰terima kasih ♥️


Jordan berbalik, menatap Fatimah lalu Tiger. Pria ini berjalan ke arah Tiger, duduk di sebelah Tiger dengan raut wajah yang tak bisa di jelaskan, banyak sekali pertanyaan Jordan tetapi tak satupun mendapatkan jawaban dari mereka semua.


"Keluarga Tuan Fairuz tak menginginkan pernikahan ini,"ujar Tiger, tak melihat ke arah Jordan. Tetapi, pria ini sudah mengepalkan tangannya.


'Jadi, pria itu lebih menginginkan Masyitah dari Maryam?'batin Jordan yang salah paham akan ucapan Tiger.


Tiger, nampak berpikir bagaimana ingin menjelaskan pada Jordan, kalau Masyitah adalah adik dari Aiman. Jordan bangkit dari duduknya lalu berhenti tepat di depan Fatimah.


"Mommy, tenang saja. Aku akan membawa Maryam kembali,"ujar pria ini memegang tangan Fatimah, tetapi Fatimah malah melirik ke arah sang suami, tak memberi komentar apapun atas pernyataan Jordan.


"Tunggu!"


Jordan berhenti di samping Neo, ketika Tiger bersuara, pria ini menoleh melihat ke arah Tiger yang kini berjalan kearahnya.


"Kau tidak akan menemukan Maryam, karena Maryam tak ada di rumah Aiman, ataupun dimanapun. Saat ini, jangankan kamu aku dan semua orang tidak ada yang tahu keberadaan dua orang itu. Aku telah memeriksa semua tempat, bandar udara dan semua penerbangan luar negeri tidak ada atas nama Aiman dan Maryam. Mereka hilang dalam waktu semalam,"ungkap Tiger, Jordan menghela nafasnya. Ini semua adalah kesalahan dirinya yang menyebabkan masalah baru.

__ADS_1


Ponsel Tiger bergetar, Tiger langsung mengangkatnya.


[Tuan, cepat kembali! Perusahaan membutuhkan Anda, Robert telah mengerahkan semua bawahannya untuk menyerang markas kita. Ada lima tender yang perlu Anda perjuangkan jika tidak Robert akan menang satu langkah dari kita,]ujar Merlin, Tiger mengerutkan keningnya. Lalu, melihat ke arah Fatimah dan beralih ke arah Jordan.


Panggilan terputus, lalu Tiger menyuruh Fatimah untuk mengambil barang-barang mereka yang ada di kamar.


"Aku harus kembali, Jordan jangan lakukan apapun terhadap keluarga Masyitah, aku memang tak menyukai mereka, tetapi kau tak boleh menyakiti anak gadis orang, jika tidak kau akan menyesal!"tegas Tiger, Jordan menaikan satu alisnya, tetapi Tiger tidak menjelaskan lebih detail kenapa dia harus mengatakan hal itu kepada Jordan?


Fatimah kembali dengan dua koper di tangannya, Neo membantu istri dari majikannya itu. Membawa koper tersebut keluar dari tempat itu dan memasukannya ke dalam mobil.


"Dia bukan jodoh yang sepadan untukmu, cari yang lain maka Daddy akan setuju untuk menikahkan kalian. Masalah ini tak semudah yang kau pikirkan, ini lebih rumit. Ku harap kau mengerti dengan semua ucapanku," tukas Tiger, lalu memeluk Jordan sesaat sebelum pria ini masuk ke dalam mobil.


Jordan, masih mematung menatap mobil yang mengantar Tiger telah pergi meninggalkan halaman House Hyde Park miliknya. Mengingat jika dia harus ke perusahaan JM, Jordan pun segera pergi tanpa membawa pengawal bersama dengannya.


Carolin mengadakan meeting privat di perusahaannya tanpa sepengetahuan Jordan. Di dalam meeting itu terdapat beberapa klien yang bekerjasama dengan perusahaan Anthena. Tetapi, tujuan Carolin mengadakan rapat ini, untuk menekan perusahaan tersebut agar memutus kontrak dengan Anthena Groups. Di balik itu, Carolin juga sudah mengatur rencana lain, yang nanti akan membuat Fairuz ditangkap oleh pihak kepolisian, atas tuduhan penggelapan dana proyek pembangunan rumah sakit milik Maryam.


Begitu Jordan tiba, semua karyawan menyapanya. Tetapi, seperti biasa pria ini dingin dan berwajah datar, diam saja bisa membuat mereka takut apalagi berbicara, terlihat beberapa karyawan yang membungkuk ketika dilewati oleh Jordan.

__ADS_1


Baru akan membuka pintu lift, ternyata ada yang baru saja keluar dari lift karyawan, beberapa klien yang bekerjasama dengan JM groups. Jordan tahu, kalau Carolin pasti baru saja mengadakan meeting.


Klien yang melihat Jordan di depan pintu lift, lalu menyapanya dengan ramah, Jordan hanya membalas dengan anggukan kecil saja dan berlalu masuk ke dalam lift.


Tiba, di lantai dimana ruangan Carolin berada, pria ini langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu, sehingga membuat Carolin marah.


"Kalau mau masuk, ketuk pintu lebih du...."Ucapan Carolin terputus, ketika wanita ini mendongakkan kepalanya menatap Jordan yang membuka pintu ruangan. Bukan menyapanya Carolin lebih terlihat kaget karena melihat sosok Jordan sudah di depannya.


"Kapan kamu tiba, Sayang?"Tanya Carolin, dengan raut wajah yang kaku, lalu bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri sang cucu. Jordan tak berekspresi, lalu berjalan ke arah sofa, merebahkan kepalanya di pinggir sofa sembari menatap langit-langit ruangan tersebut.


"Sedang apa Oma di sini?" Tanya Jordan, wanita ini menaikan alisnya, lalu duduk di sebelah sang cucu.


"Pertanyaan macam apa ini? Bukankah, ini perusahaanmu? Aku di sini untuk membantu kamu mengembangkan perusahaan ini,"ujar Carolin, yang duduk menyilangkan ke dua tangan di dada.


Jordan menyeringai mendengar ucapan Carolin, lalu pria ini menoleh melihat tajam ke arah Carolin. Wanita tua ini yang di tatap begitu bringas oleh cucunya membuat tubuhnya merinding. Pasalnya, Jordan bukan pria yang bisa di ajak kompromi.


"Apa Oma yang membuat saham Anthena Groups anjlok?"

__ADS_1


__ADS_2