
"Sayang, papi lagi kerja. Duduk yang manis," Xan menenangkan anaknya, untung saja anak kecil itu pengertian dan mengangguk dengan cepat.
Neo, langsung mempresentasikan proposal yang sudah di siapkan olehnya. Tetapi, siapa bisa menebak jalan pikiran dan hati bos mereka. Tiba-tiba Jordan meminta Reni untuk duduk di atas pangkuannya, membuat Neo membulatkan matanya sempurna. Bahkan, Neo berhenti mempresentasikan pekerjaannya.
"Kenapa kau diam? Lanjut!"ucap Jordan tegas, pria ini langsung melanjutkannya. Sedangkan Reno turun dari pangkuan Xan menuju pangkuan Jordan. Terlihat semua orang menatap tak percaya akan hal itu.
Jordan pria yang tak suka basa-basi tetapi bisa lunak sama anak kecil. Padahal semua orang kenal Jordan pria yang membuat onar ketika baru pertama kali datang ke indonesia.
Meeting berjalan dengan lancar, tetapi terlihat Jordan yang masih senang bermain dengan Reno. Padahal, Xan sudah menunggu Reno dan Jordan bangkit dari tempat duduk agar bisa berpamitan untuk meninggalkan perusahaan JM groups segera.
"Tuan, Xan. Apa Anda keberatan jika Tuan Muda saya antarkan nanti sore ke rumah Anda?"tanya Jordan, membuat Neo dan Xan terkejut dalam waktu yang bersamaan.
"Tuan,"ucap Neo, Jordan menghentikan Neo.
"Tidak masalah, tetapi Reno mau atau tidak?"
"Papi, Eno sama Papi ampan saja Ndak apa-apa na?"Reno terlihat senang bermain dengan Jordan.
__ADS_1
"Baiklah, kalau itu keputusan Reno. Tuan Jordan, jika dia merepotkan anda segera hubungi Saya,"ujar Xan, Jordan hanya mengangguk sekilas dan Xan pergi meninggalkan ruangan Meeting.
Jordan membawa Reno ke ruangan nya terlihat Reno yang senang bermain dengan Jordan.
Di saat jam kantor sudah bisa pulang, Jordan mengendong Reno dan membawanya ke mobil, Neo mengikuti Jordan takut pria ini akan melakukan sesuatu hal untuk Reno, kalau Reno membuat masalah.
"Biar saja yang antar Tuan,"seru Neo, Jordan langsung memberi tatapan tak suka terhadap Neo, membuat Neo akhrinya memilih untuk diam saja.
Mobil jordan pergi dalam meninggalkan perusahaan JM groups, terlihat Reno yang masih terlelap dalam tidurnya.
Begitu selesai mengantar Reno, Jordan memilih untuk singgah di rumahnya. Dia malam ini ingin menginap di rumah dia tak ingin kembali ke rumah Fairuz, apalagi setelah berdebat dengan Masyitah tadi pagi.
"Eem,"singkat Jordan yang berlalu pergi meninggalkan ruang tamu, menuju kamarnya. Carolin tak ambil pusing akan hal itu, karena apapun yang akan terjadi pada pernikahan itu Jordan harus siap menerima konsekuensinya.
___________
Malam berlalu begitu saja, Masyitah baru saja terbangun. Tetapi, tak mendapati Jordan ada di sofa kamar, Wanita ini akhirnya menyadari jika Jordan semalam tidak pulang ke rumah nya.
__ADS_1
Masyitah langsung bangun dan melakukan sholat subuh. Begitu selesai dia keluar kamar dengan menyiapkan sarapan pagi untuk Marlina dan Fairuz.
Jam 8 pagi mereka semua sarapan bersama, tetapi tak ada Jordan di meja makan membuat Marlina bertanya.
"Dimana suamimu?"
"Kenapa mama bertanya? Terserah dia mau dimana, yang penting anak mu ada di sini," ujar Fairuz.
"Jordan tidak pulang,"jawab Masyitah, yang melanjutkan sarapan paginya. Begitu juga dengan yang lain.
Namun, berbeda di kediaman House Hyde Park, milik Jordan. Terasa begitu sepi seakan tak berpenghuni. Padahal di sini paling banyak orang.
"Aku akan kembali ke Italia,"
"Haah?" Carolin menatap Jordan, apalagi yang akan dilakukan cucunya ini. Apa yang salah dengan otaknya pikir Carolin.
Maaf, belum bisa double up🙏
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel Dokter Oz ya, baru rilis dukung kita ♥️see you....