Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 38


__ADS_3

Neo dan Jordan telah tiba di markas Robert. Mereka melihat tempat itu sepi dan tak berpenghuni.


"Sepertinya mereka tahu kedatangan kita,"ujar Neo, Jordan berjalan masuk mendekati markas itu. Tetapi pemandangan di depan justru membuat Jordan terkejut. Ternyata markas itu baru saja di serang, dan sepertinya orang yang menyerang itu masih ada di tempat itu.


"Ada musuh lain, yang selangkah lebih cepat dari kita,"ucap Jordan memberitahu Neo. Mereka semua segera mencari tempat persembunyian begitu mendengar suara orang yang berjalan masuk ke tempat itu.


Jordan dan Neo bersembunyi, begitu juga dengan pengawal yang meraka bawa.


"Pastikan, tak ada satupun yang hidup!"ucap Pria itu dengan lantang, yang memakai kompi loreng yang tak dikenal siapa pria yang telah membantai semua orang di markas Robert. Tetapi, begitu dia berbalik Jordan dan Neo terkejut.


"Kakek Albert!"ucap Jordan dengan suara yang tinggi membuat Albert berbalik langsung menodongkan senjata kearah Jordan, untung Jordan menghindar sehingga membuat dia selamat, jika tidak satu peluru akan menancap di kepalanya.


"Tahan! Dia cucuku!"teriak Albert, menyuruh bawahannya untuk tidak melepaskan tembak lain kearah Jordan.


Albert berjalan kearah Jordan, di mana Neo juga keluar dari tempat persembunyian.


"Siapa yang memberitahu Kakek tentang tempat ini?"Jordan bertanya kepada pria tua itu, karena tak menyangka lama tak bertemu dengan Albert tapi malah bertemu di sarang musuh. Albert memeluk Jordan sekilas, Neo memberi hormat kepada pria itu.


"Aku berada di Italia ada urusan penting, tetapi mengetahui keluarga Lucifer di serang, sehingga aku mencari pelakunya dan ternyata hanya pemula, tidak heran jika sekali serang saja markasnya langsung hancur,"imbuh Albert.


Jordan hanya diam saja karena tahu, jika Kakek Albert bukanlah lawan Robert, makanya Robert menghilang, jika tidak mungkin kepalanya akan di penggal oleh Albert.


Tidak menemukan Robert di tempat itu, Albert dan bawahannya pergi meninggalkan tempat itu. Bahkan, Jordan juga berpisah dengan Albert di depak markas Robert.

__ADS_1


Neo dan Jordan ikut pergi meninggalkan tempat itu, tak terlihat lagi adanya mobil Albert di persimpangan jalan, ternyata mereka telah meninggalkan tempat tersebut.


"Kita ke rumah sakit atau langsung ke mansion?"Neo bertanya saat Neo mengendarai mobilnya.


"Pulang ke mansion!"


"Baik!"


Dor!


Dor!


"Tuan muda, ada serangan!"teriak Neo, begitu melihat ada beberapa mobil musuh yang mengejar mereka, diyakini itu adalah milik Robert, yang keluar dari tempat persembunyian.


Neo turun dari mobil, serta membantu Jordan juga, terlihat Robert yang turun dari mobilnya berjalan kearah mobil Jordan bersama dengan Neo yang terluka cukup parah akibat mobil oleng.


Dor!


Dor!


Dor!


Neo melepas tembakannya mengenai bawahan Robert. Kedua belah pihak saling tembak menembak. Robert semakin dekat dengan mobil Jordan, tetapi peluru Robert malah habis hingga pria ini membuang senjatanya.

__ADS_1


Robert dan Jordan sangat jauh usianya, Robert sudah matang di dunia mafia, sedangkan Jordan baru terjun untuk menghadapi dunia permafian.


Robert menarik kerak kemeja Jordan dan keduanya saling memukul satu sama lain. Neo juga ikut menyerang Robert hingga pria itu terjatuh dan terluka akibat pukulan yang cukup keras dari Neo.


Jordan merasakan sakit pada bagian punggungnya yang terluka. Neo membantu Jordan untuk berdiri, melihat Neo yang lengah Robert mengambil senjata milik Neo yang terjatuh ingin menembak Jordan, karena targetnya adalah Jordan untuk saat ini.


"Kau harus mati!"ucap Robert dengan lantang.


Dor!


Satu tembakan tepat mengenai punggung Robert yang membuat pria itu terkejut lalu berbalik melihat seorang wanita cadar ada di tengah jalan dengan senjata ada di tangannya.


"Mommy,"ucap jordan tak percaya. Ternyata diam-diam Fatimah menyusul Jordan dan Neo ke markas Robert, dengan ditemani oleh bawahan Tiger lainnya.


Dor!


Dor!


Dua peluru menusuk paha Robert hingga tubuh pria itu tumbang ke jalan, tak lama satu tembakan lagi Fatimah lepas yang kini tepat mengenai kepala pria itu.


"Semua ini untuk membalaskan perbuatan mu, yang sudah menyentuh keluargaku,"ucap wanita itu yang kini berjalan ke arah Jordan dan Neo.


__ADS_1


__ADS_2