
Tiba di mansion Lucifer, semua para pengawal dan pelayan menyambut kedatangan mereka semua. Begitu tiba di sana, Masyitah benar-benar di kejutkan dengan pemandangan yang ada di halaman mansion tersebut.
Neo, turun lebih dulu lalu membuka pintu mobil untuk Jordan. Tetapi, Masyitah terlihat tak ingin turun dari mobil, membuat Jordan harus tersenyum smirk melihat ke arah Masyitah.
"Mau turun sendiri, atau aku yang gendong kamu melewati semua orang ini?"Jordan bertanya, Masyitah mengepalkan tangannya. Melihat ke arah Jordan. Tetapi, terlihat wanita ini belum juga turun sehingga membuat kesabaran Jordan habis, di saat Jordan ingin menunduk, Masyitah segera turun dari mobil dan membuat pria itu tersenyum.
Neo, berdiri di samping Jordan, tidak ada barang yang mereka bawa jadi pelayan tidak menyambut mereka di depan mobil. Jordan menggandeng tangan Masyitah membawa sang istri melewati para pengawal dan beberapa pelayan di sana.
"Selamat datang kembali Tuan muda,"sapa mereka semua. Tetapi, Jordan hanya diam saja sembari melangkahkan kakinya menuju pintu utama yang sudah terbuka begitu lebar. Rasa gugup dalam diri Masyitah membuat tangan wanita ini dingin, Jordan menyadari akan hal itu.
"Kamu gugup?"Jordan berbisik, Masyitah tak menjawab.
__ADS_1
Mereka tiba di ruang keluarga membuat Masyitah terkejut, jika anggota keluarga Jordan di luar perkiraan Masiytah. Satu lagi yang membuat Masyitah terkejut adalah wanita di dalam keluarga itu menggunakan pakaian yang sama dengannya. Berpakaian agamis dan bercadar.
"Selamat datang, menantuku!"sapa Fatimah yang berjalan ke arah Masyitah dan Jordan. Meskipun Masyitah belum bisa menerima Jordan tetapi dia begitu menghormati orang yang lebih tua.
Fatimah memeluk Masyitah layaknya anak sendiri. Terus datanglah Aisyah dan Al juga menyambut kedatangan mereka. Ada Geisha dan juga Albert. Bahkan, El dan Atikah juga ada di sana.
Masyitah di perlakukan layaknya anak sendiri oleh mereka semua. Selain Fatimah, ada Hasan dan Husein yang baru menikah dalam keluarga Xander king.
"Ini kakek Albert dan ini kakek El," kedua pria tua itu nampak tersenyum melihat ke arah cucu menantu.
Bukan hanya menyambutkan mereka saja, tetapi mereka juga menyiapkan berbagai macam hadiah untuk Masyitah, dari baju dan juga perhiasan telah mereka sediakan.
__ADS_1
"Kalian pasti capek. Jordan, bawa istrimu ke kamar,"titah Tiger, Jordan pun membawa Masyitah ke kamar, beberapa pelayan membawa hadiah yang di berikan keluarga untuk di antar ke kamar Jordan dan Masyitah.
Kamar di lantai dua, besar dan luas. Masyitah berdiri di ambang pintu, sembari melihat kamar yamg akan dia tempati bersama dengan Jordan nantinya.
"Ayo duduk!"Jordan membawa Masyitah untuk duduk di tepi ranjang, tetapi Masyitah menolak ajakan itu, secar halus.
Namun, Masyitah berjalan sendiri masuk ke dalam kamar itu dia tak ingin di tuntun oleh Jordan. Masyitah duduk di tepi ranjang, dan Jordan duduk di sampingnya.
"Mau aku bantu carikan baju ganti?" tanya Jordan dengan sopan. Masyitah menggelengkan kepalanya.
"Kamu mandi dulu, semua pakaian ganti ada di sini, dan di lemari juga ada. Mama sudah menyiapkannya untukmu,"tukas Jordan lalu bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
Jordan pergi meninggalkan Masyitah sendiri di dalam kamar, begitu melihat Jordan telah keluar dari kamarnya. Masyitah pun bergegas untuk mandi dan ganti baju sebelum Jordan kembali pikirnya.