Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 36


__ADS_3

Jordan meraba-raba kasur di sebelahnya tetapi kosong dan Jordan baru saja bangun dari tidurnya, pria ini segera turun dari ranjang dan hanya memakai handuk mandi, untuk mencari sosok Masyitah di dalam kamar tersebut.


Jordan turun dari ranjangnya, menuju kamar mandi, tetapi tak ada Masyitah di sana, baru saja memakai handuk mandi pria ini turun dari lantai dua mansion menuju lantai dasar untuk mencari keberadaan Masyitah sang istri. Dengan langkah kaki yang panik Jordan menuruni satu persatu anak tangga.


"Masyitah!"


"Masyitah!"


Dengan suara yang lantang Jordan berteriak sembari mencari keluarganya. Di mansion Lucifer hanya tinggal Aisyah dan suami serta Tiger dan istrinya. Sedangkan, yang lain telah kembali ke LA.


"Kenapa kau berteriak?"Tiger yang sedang mengopi di luar saja bisa mendengar suara anaknya, sehingga menghampiri Jordan yang hanya memakai handuk saja.


"Di mana Masyitah?"


Dalam waktu yang bersamaan Masyitah muncul dari dapur bersama dengan ibu mertua serta nenek Jordan. Jordan langsung memeluknya dengan erat yang membuat Masyitah terkejut, apalagi dengan yang lain yang juga berada di ruangan itu.


"Apa yang terjadi?" kini Al ikut bertanya kepada menantunya itu. Tiger hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu apa yang telah terjadi dengan Jordan.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, aku pikir kamu telah meninggalkan karena kejadian semalam. Jangan tinggalkan aku!"Jordan memegang kedua pipi sang istri lalu mengecup kening Masyitah tiba-tiba sehingga membuat wajah Masyitah bersemu merah.

__ADS_1


Semua orang nampak heran apa yang telah terjadi dengan anak dan menantu mereka. Terlebih lagi, garis luka akibat cakaran kuku masih terlihat seperti luka baru, apa yang sudah Jordan lakukan? Apa pria ini baru saja berkelahi dengan binatang buas?


Banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan tetapi, melihat kedekatan Jordan dan Masyitah mereka semua terdiam membiarkan dia anak manusia itu menyelesaikan masalah mereka terlebih dulu.


Jordan menggenggam tangan Masyitah dan berbalik ingin membawa Masyitah dari tempat itu ke kamar. Tetapi, begitu Masyitah melihat goresan di punggung Jordan membuat Masyitah terkejut sehingga menutup mulutnya. Tentu saja, hal itu membuatnya malu, jujur saja pagi ini Masyitah sebisa mungkin berusaha untuk tidak terjadi apa-apa semalam, bahkan sakit itu masih terasa di **** *************.


"Jordan, Ummi mau bertanya?"Jordan menoleh melihat ke arah Aisyah.


"Apa yang terjadi dengan punggungmu? Apa kamu berkelahi lagi di luar?" lanjut Aisyah, Jordan yang belum sadar akhrinya melepaskan tangan Masyitah berjalan ke arah lemari kaca sembari mengintip punggungnya. Barulah Jordan sadar jika ini perbuatan Masyitah tadi malam, Jordan melirik kearah sang istri dengan senyuman khasnya, tetapi Masyitah malah menunduk karena malu hal itu diketahui oleh keluarga Jordan.


"Ini, ini bukan apa-apa, Oma. Ayo kembali ke kamar!"ajak Jordan yang berusaha menggapai tangan Masyitah.


"Biarkan saja, kita bisa membuatnya berdua."Mereka pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


Neo kembali ke mansion Lucifer dan menghadap Tiger, sembari memberi kabar jika Robert telah mengirim kerja sama ke perusahaan mereka, tetapi Neo menolaknya sehingga memancing emosi Robert kembali.


"Jangan biarkan pria itu kembali masuk ke dalam perusahaan kita!"


"Baik," Neo, berbalik dan kembali masuk ke dalam mobil setelah mendapat panggilan dari markas yang di pimpin olehnya.

__ADS_1


"Apa perlu bantuanku?"Al bertanya dan Tiger menggelengkan kepalanya. Tiger sudah hijrah bagaimana bisa kembali kepada lembah itu lagi. Jika mau, dia bisa membuat Robert dengan tangannya sendiri, tetapi Tiger ingin melupakan permusuhan itu dengan tidak menanggapi apapun kejahatan yang di lakukan Robert terhadapnya.


______________________


Jam makan siang telah tiba, Jordan turun dengan raut wajah yang begitu bahagia, sehingga orang tuanya cukup heran dengan perubahan sikap Jordan.


"Ada apa? Kamu terlihat bahagia?"


"Kenapa? Apa aku tidak boleh bahagia?"Bukannya menjawab Jordan malah berbalik bertanya kepada Tiger.


"Kau sudah bahagia sejak kecil, tidak ada sedikitpun kurang dari kami, jadi kau tentu tumbuh dengan begitu bahagia,"tukas Tiger. Mereka semua duduk untuk makan siang tetapi Masyitah tak ada di ruangan itu sehingga membuat yang lain bertanya.


"Di mana istrimu? Kenapa kau tak mengajak dia untuk makan bersama?"


"Masyitah sedang istirahat, Mom. Katanya dia lelah dan butuh waktu untuk istirahat, nanti aku akan membawa makan siang ke kamar," ujar Jordan santai, membuat semua orang tersenyum mendengar jawaban dari Jordan. Berarti anak dan menantu mereka sedang baik-baik saja.


Mereka semua senang dengan perubahan itu, bagaimana pun itulah harapan mereka Jordan dan Masyitah berbaikan. Karena mereka juga ingin Aiman dan Maryam bisa kembali ke keluarga mereka tanpa ada dendam lagi antara keluarga Xander dan Anthena grup.


__ADS_1


__ADS_2