Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 28


__ADS_3

Bukan Carolin tak menginginkan pernikahan Jordan dengan Masyitah. Tetapi, cara Jordan memaksa pernikahan itu membuat Carolin takut akan hubungan dua keluarga itu yang takkan pernah membaik.


Tiger juga tak bisa kembali ke indonesia untuk saat ini, karena perusahaan sangat membutuhkannya di sana.


Meskipun tidur di dalam kamar yang sama, Jordan masih memberi waktu untuk Masyitah agar bisa menyesuaikan dirinya dengan kehadiran Jordan di dalam hidup Masyitah.


Sudah dua hari Jordan tinggal di kediaman Fairuz, pria itu juga pergi ke kantor seperti biasa, tetapi tidak dengan Jordan dia memilih untuk tinggal di rumah menemani Masyitah. Jordan tak ingin meninggalkan Masyitah meskipun hanya untuk sesaat.


Sejak selesai sarapan pagi, Jordan mengikuti kemana pun Masyitah pergi, sehingga membuat wanita ini takut.


"Kenapa kamu malah mengikutiku?" tanya Masyitah yang berbalik, padahal wanita ini hendak pergi ke dapur untuk membereskan dapur.


"Karena aku mencintaimu,"jawab Jordan yang memegang tangan Masyitah, wanita ini hanya bisa diam tanpa melihat ke arah Jordan.


"Aku tak pernah meminta lebih kepadamu, selain cintamu untukku, tetapi kenapa kamu berat sekali untuk mengatakan kalau kamu cinta kepada ku?"lanjut Jordan, Masyitah berbalik dan menatap Jordan.


"Cinta? Apakah memaksa aku untuk tinggal dalam hidupmu, mengejar dan menculik aku seperti ini di katakan cinta?"kini Masyitah yang berbalik bertanya kepada Jordan.


"Iya, aku menyukai cara mencintai seseorang yang seperti ini,"jawab Jordan semakin membuat Masyitah tak habis pikir dengan Jordan.

__ADS_1


Karena, tak ingin berdebat dia pun pergi meninggalkan Jordan di depan pintu dapur, Masyitah memilih untuk membereskan dapur.


"Dengar! Aku mencintaimu, aku tak meminta hal lain darimu selain kau mencintaiku, aku tak mengharapkan apapun lagi,"ujar Jordan. Setelah mengatakan itu, Jordan pergi meninggalkan rumah Masyitah, wanita ini masih terdiam di dapur. Tak melanjutkan lagi pekerjaannya yang sedang membersihkan dapur.


Terdengar suara mobil Jordan yang pergi meninggalkan rumah Fairuz. Saat ini hanya ada Masyitah di rumah. Marlina dan Fairuz sedang pergi ke kantor.


Jordan baru saja tiba di perusahaan, kedatangan Jordan mengejutkan Neo. Karena tak menyangka setelah dua hari pergi Jordan kini telah kembali ke perusahaan.


Neo, yang melihat raut wajah Jordan, selain hanya bisa menghampiri pria ini Neo tak berani menyapanya setelah melihat raut wajah Jordan yang sedikit ketat dari dekat.


"Apa hari ini ada meeting?" Jordan bertanya sembari menoleh ke arah Neo, pria ini segera mendekat dan hanya mengangguk.


Neo kembali mengangguk, ketika Jordan bertanya. Keduanya masuk ke dalam lift yang akan membawa keduanya ke lantai dimana ruangan meeting berada.


"Sejak kapan kau menjadi bisu?"


"Haah?" Neo langsung menatap Jordan dengan heran.


"Iya sejak kapan kau menjadi bisu, setiap kali aku bertanya kau hanya menganggukkan kepalamu saja."

__ADS_1


Keduanya keluar dari lift dan berjalan ke arah ruangan meeting, Neo berbelok untuk mengambil berkas yang ada di ruangannya.


Setelah semua staf karyawan dan dewan direksi berkumpul di ruangan meeting. Neo datang bersama dengan beberapa proposal dan berkas kerja sama yang ada di tangannya.


Meeting belum di mulai, mereka masih menunggu seseorang yang belum datang.


"Apa kita harus menunggu lebih lama lagi?"Jordan bertanya, Neo memeriksa jam di tangannya, lalu menggelengkan kepala.


"Tuan muda, Tuan Xan sudah tiba di lobi. Kita bisa menunggunya sebentar,"ujar Neo, kali ini Jordan hanya mengangguk sembari melihat ke arah jam tangan yang bergerak.


Xander Fernandez belum juga muncul di pintu ruangan meeting. Padahal, semua orang telah menunggunya. Neo, nampak cemas melihat raut wajah Jordan, karena dia tahu pria ini bukan orang yang mau menunggu orang lain lebih lama lagi.


Setelah melihat jam yang sudah lewat dari angka yang di tunggu, Jordan meletakkan kedua tangannya di atas meja dan hendak berdiri. Tetapi, sesaat kemudian pintu ruangan meeting terbuka dalam waktu yang bersamaan. Membuat Neo merasa sedikit lega akan hal itu.


"Maaf, saya datang terlambat,"ucap Xander Fernandez, ternyata ada sosok makhluk kecil yang ada di gendongan Xander, yaitu Reno Alxan. Anak dari Alena dan Xan.


"Silakan tuan,"tukas Neo, Xan langsung duduk di kursi yang telah di siapkan. Tetapi, Reno nampak menyukai Jordan, anak kecil ini terus menatap pria itu sembari tersenyum.


"Papi, mau di endong om itu,"tunjuk Reno, membuat seluruh mata tertuju ke arah Reno dan Xan dengan pandangan yang tak bisa di artikan.

__ADS_1


Jordan juga melirik ke arah Reno, dengan raut wajah yang datar, membuat Neo gugup seketika juga cemas, dia takut jika Jordan akan mengusir anak dan bapak itu dari ruangan meeting.


__ADS_2