
Di saat makan malam, semua anggota keluarga besar telah berkumpul. Terpaksa mereka menggunakan ruang makan yang berbeda, karena meja makan ruangan ini lebih besar dari ruangan satunya lagi.
Tetapi, nampaknya Masyitah belum terbiasa bergabung dengan mereka semua. Adat keluarga besar Xander King Masyitah juga tidak banyak tahu.
Terlihat beberapa istri sibuk melayani suami mereka, hanya Jordan yang melayani Masyitah serta mengambil nasi untuk sang istri. Tiba-tiba pemandangan itu semua membuat seluruh anggota keluarga heran dan bingung dengan perlakuan Jordan terhadap Masyitah.
"Makanlah, jangan membuat orang-orang beranggapan kalau aku tak memberimu makan,"bisik Jordan, Masyitah tak menjawab dia segera mencicipi hidangan yang ada di atas meja makan.
Semua orang sedang menikmati makan malam mereka. Tidak ada yang berbicara saat sedang makan, benar-benar Keluarga Alex, mereka masih mengingat semua peraturan yang di buat oleh Ayah atau kakek mereka semua.
Begitu selesai makan malam, Tiger segera bangkit dari tempat duduknya.
"Aku ingin berbicara dengan menantuku,"ucap Tiger lalu pergi meninggalkan meja makan, hal itu membuat Masyitah terkejut dan gugup. Wanita itu belum terbiasa dengan keluarga Jordan sehingga dia masih merasa begitu takut.
Bahkan, Masyitah juga menganggap Jordan masih orang lain, padahal pria ini berstatus suami untuk dirinya.
Semua orang segera berdiri dan menyusul Tiger yang lebih dulu pergi ke ruang keluarga. Lalu, di susul oleh Masyitah dan Jordan, wanita ini nampak gugup dan gemetar di saat melihat semua anggota keluarga Xander king dan Lucifer telah berkumpul di sana.
Merlin, sudah terbang ke indonesia sehingga tak bisa berkumpul dengan keluarga Xander king.
"Duduk!"titah Tiger, Masyitah hanya mengangguk lalu memilih duduk di sofa yang kosong ketimbang duduk di sebelah Jordan, dan hal itu membuat semua anggota keluarga bingung.
"Sepertinya, Ibu mertua lebih paham akan hal itu,"
__ADS_1
Aisyah langsung menoleh ke arah Tiger dan mengerti jika Tiger ingin Aisyah menjelaskan tentang hubungan yang tengah Jordan dan Masyitah jalani.
"Masyitah, anakku. Apa kamu tertekan menikah dengan Jordan?"
Tanpa basa-basi lagi, Aisyah langsung pada intinya sehingga membuat Masyitah dan Jordan terkejut akan pertanyaan itu. Apalagi anggota keluarga yang lain, mereka tak pernah tahu cinta yang seperti apa yang di maksud oleh Jordan untuk Masyitah.
"Oma, kena...."
Aisyah mengangkat tangan untuk menghentikan Jordan berbicara. Karena, Aisyah ingin jawaban dari mulut Masyitah langsung.
"Masyitah, kamu tidak perlu takut. Kami semua ini mendukungmu, jika kamu tertekan dan merasa di paksa kami akan membantumu untuk membebaskan kamu dari cucuku!"lanjut Aisyah dengan tegas, tetapi Jordan tak suka pernyataan itu.
"Oma, cu...."
"Ayo katakan!"Al memaksa Masyitah, semakin membuat wanita ini takut sehingga meremas ujung hijabnya.
Semua orang di sana menunggu jawaban Masyitah.
"Oma yakin, kalian berdua belum melakukan hubungan suami istri. Ini kalian semua cucu Oma, kalian harus tahu. Jika kalian ingin mencari istri, cari yang ridho akan pernikahannya misalnya dia menerima kalian dengan ikhlas dan lahir batin, bukan hanya karena paksaan."
Masyitah masih menundukkan kepalanya mendengar ucapan Aisyah, bukan tidak mengerti Masyitah paham betul agama, tetapi melihat Jordan membuat dia takut.
"Kalian semua boleh istirahat, kecuali Jordan dan Masyitah."Tiger memerintahkan yang lain untuk meninggalkan ruangan keluarga, tetapi tidak dengan Jordan dan Masyitah.
__ADS_1
"Dosa besar, seorang istri menolak ajakan suami,"lanjut Fatimah. Jordan melirik ke arah Masyitah melihat sang istri yang terus menunduk, tanpa membantah satu kata pun dari keluarga Jordan.
Semakin lama Masyitah semakin tertekan dan ia pun menangis dalam diamnya. Melihat hal itu membuat Jordan tersadar kalau Masyitah sangat tertekan.
"Ini keluargaku, biarkan aku yang mengurusnya,"ucap Jordan, semua orang menatap ke arah Jordan.
"Bercerai memang halal, tetapi hal yang di benci oleh Allah. Satu lagi, Oma yakin Masyitah mengerti hukum bercerai dan apa saja syaratnya,"ujar Aisyah. Melihat tak ada yang berhenti, akhirnya Jordan berdiri dan membawa Masyitah pergi Masyitah dari sana.
"Lihatlah, entah darah siapa yang kental dalam dirinya,"cibir Al. Tiger langsung menoleh ke arah ayah mertuanya.
"Tidak masalah, mereka berdua akan baik-baik saja. Itu bukan sepenuhnya salah Masyitah, Aku yakin jika Jordan tak pernah meminta haknya kepada Masyitah."Imbuh Aisyah, semua orang hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Tamparan keras dari Aisyah dan Fatimah, membuat Masyitah sadar jika selama ini dirinya memang tak pernah menerima Jordan sebagai sang suami.
Jordan menggenggam tangan Masyitah dan membawa wanita itu ke kamar, Masyitah hanya bisa melihat sang suami dari samping ketika pria itu membawanya pergi dari ruangan keluarga.
Tiba di dalam kamar, Jordan melihat Masyitah yang masih sesenggukan. Lalu, pria ini mendekat dan menyeka air mata Masyitah.
"Jangan menangis, air matamu terlalu mahal untuk ditangisi omongan orang lain. Mereka keluarga ku maafkan aku yang tak bisa menjagamu dari ucapan mereka semua,"ucap Jordan lembut dan pelan. Pertama kali Masyitah melihat pria kasar itu bersikap lembut.
"Istirahatlah, aku akan berbicara dengan keluargaku, dan meminta mereka untuk menerima mu. Jika mereka tidak bisa aku akan membawamu pergi dari sini,"Jordan tersenyum sembari terus menyeka air mata Masyitah, wanita ini untuk pertama kali melihat raut wajah Jordan dark dekat.
Jordan memegang ke dua pipi Masyitah, dan mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening sang istri, hingga membuat Masyitah memejamkan matanya.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Jordan pergi meninggalkan kamar tersebut dalam keadaan Masyitah masih tertegun dengan perlakuan Jordan barusan.