Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 33


__ADS_3

Semua anggota keluarga telah berkumpul begitu juga dengan Masyitah dan Jordan. Pria itu baru saja turun dari lantai dua mansionnya. Semalam Masyitah tak melihat adanya Jordan yang tidur di sebelahnya, Masyitah tahu Jordan takkan akan tidur bersama dengannya selagi Masyitah tak memintanya.


"Kemana kita akan pergi?"Jordan bertanya, ketika melihat semua orang telah berpakaian rapi, tetapi pandangannya tertuju ke arah sang istri yang duduk manis di sebelah Fatimah, sembari menundukkan kepalanya, entah bagaimana warna pakaian yang mereka kenakan kebetulan sama, dan itu membuat Jordan tersenyum.


"Kita akan pergi jalan-jalan, menghabiskan uang papa Al,"ujar mereka semua, Al yang namanya di sebut hanya diam saja. Karena sebagian harta milik Alex ada pada Al, sudah sepantasnya setiap bulan pria ini akan berbagi hasil dari keuntungan perusahaan untuk anggota keluarga lainnya.


Semua orang segera bangkit dari tempat duduk dan bergegas pergi menuju mobil, tetapi terlihat Masyitah yang masih berusaha untuk menyusul mereka, Jordan tak bertanya ataupun melihat ke arah sang istri.


Jordan paham betul jika Masyitah tak menginginkannya, kali ini Jordan sebisa mungkin untuk menjauh dari Masyitah, karena Jordan tak ingin membuat sang istri merasa tak nyaman. Tetapi, Jordan tahu jika Masyitah akan merasa tenang bila istrinya itu berada di dekat orang tuanya.


Tiba di depan mobil Jordan langsung masuk ke dalam mobil Uwais dan Umar, ternyata di dalam mobil juga ada Aminah dan dua saudaranya yang lain. Hal itu, membuat Masyitah tertegun karena Jordan tak mengajaknya bersama.


Mobil yang Jordan tumpangi telah meninggalkan halaman mansion, berikutnya mobil El dan Atikah, lalu di susul mobil Al dan Asisyah.


"Ayo sayang masuk,"ucap Fatimah mempersilahkan Masyitah untuk masuk ke dalam mobil. Akhirnya Masyitah ikut dengan mobil mertuanya, terlihat Fatimah yang begitu menyayangi menantunya itu.


Tiba di sebuah mall yang mereka kunjungi, Uwais segera mengajak Umar untuk pergi melihat barang-barang yang akan mereka beli, begitu juga dengan Aminah. Jordan menoleh melihat Masyitah yang mengikuti Fatimah.


El dan Atikah berpencar dengan mereka karena El ingin membeli sebuah perhiasan untuk Atikah, sementara Al dan Aisyah pergi untuk melihat tas-tas branded. Lalu, Aisyah mengajak Fatimah serta menantunya. Kini tinggallah Masyitah sendiri yang menatap semua orang meninggalkan. Dari jauh Jordan memperhatikan Masyitah, lalu Jordan tiba-tiba menggenggam tangan Masyitah dan membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Jordan membawa Masyitah ke sebuah toko pakaian muslim yang cukup bagus, milik sultan Tuki. Karena Jordan tahu Masyitah akan suka, tetapi tiba di depan toko Masyitah menolak untuk masuk karena dirinya tak suka berbelanja. Lalu dia melihat sebuah toko, Masyitah suka membaca lalu Jordan tersenyum dan membawa wanita itu ke toko buku.


"Kamu boleh pilih buku yang mana saja, aku akan membelinya untukmu,"ucap Jordan. Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata Neo yang menghubungi Jordan, pria itu saat ini sedang berada di Perusahaan Lucifer.


"Aku tinggal sebentar,"


Masyitah hanya mengangguk, dia segera pergi untuk melihat-lihat buku di dalam toko tersebut. Tetapi, tiba di sana ada banyak laki-laki yang juga sedang mencari buku. Masyitah tak memedulikan itu, karena tujuan dia adalah ingin mencari buku ilmu kedokteran di negara itu, karena dia yakin ada buku yang bagus di Negara Italia.



Ternyata kehadiran Masyitah di toko itu membuat laki-laki tersebut tertarik untuk menggodanya.


Masyitah yang mendengar pertanyaan itu, hanya bisa terkejut. Tetapi, sengaja tak menanggapinya, Masyitah segera berlalu pergi dari sana tak ingin meladeni pria-pria tersebut.


"Is it expensive? We can afford it."


Mereka menghentikan langkah kaki Masyitah, dan berdiri di depan Masyitah. Di dalam ruangan buku tersebut. Masyitah sedikit gugup dan takut, dia meremas buku yang ada di tangannya. Tiga orang pria itu tertawa sembari melihat ke arah Masyitah dan sesekali menggoda wanita itu.


"Kemari," seorang pria yang menggunakan bahasa indonesia membuat Masyitah terkejut. Pria itu menarik tangan Masyitah, tetapi karena Masyitah tak suka di sentuh akhirnya dia memukul pria itu dengan buku yang ada di tangannya sehingga membuat ketiga pria tersebut marah kepada Masyitah.

__ADS_1


Pria satu lagi memegang tangan Masyitah, berusaha untuk mendekati wajah wanita itu.


Dugh!


Jordan yang melihat itu langsung menendang satu dari mereka hingga terjatuh. Jordan menatap marah ke arah semua pria itu, dan masih ingin memukulnya. Masyitah yang melihat itu malah panik, dia segera menghentikan Jordan agar tak memukul mereka lagi.


"Jordan hentikan! Kamu bisa membunuhnya,"ucap Masyitah yang berusaha menarik tangan Jordan. Benar saja, Jordan berhenti memukul mereka tetapi tatapannya cukup tajam melihat ke arah Masyitah. Jordan membawa Masyitah pergi dari sana.


"Jordan sakit, lepas!"


Jordan menggenggam erat tangan Masyitah, menyeret wanita itu keluar dari toko tersebut setelah membayar kerusakan barang yang ada di sana. Hal itu, di ketahui oleh keluarga Jordan dan segera menghampiri mereka.


"Apa yang terjadi?" Uwais bertanya.


"Jangan pernah menikah dengan orang yang suka menebar pesona kepada laki-laki lain. Dia hanya sok suci di depan ku saja, tetapi ternyata dia pandai merayu lelaki kaya lainnya di belakang ku!" ucap Jordan dengan lantang menuduh Masyitah atas apa yang tak pernah Masyitah perbuat. Tentu saja ucapan Jordan membuat Masyitah terluka.


Masyitah sudah ingin menerima Jordan setelah kejadian semalam, tetapi hari ini Jordan malah menuduh Masyitah yang bukan-bukan.


"Kami akan pulang!"

__ADS_1


Jordan kembali menarik tangan Masyitah dengan kasar, semua orang kini juga memutuskan untuk kembali ke mansion setelah apa yang terjadi.


__ADS_2