Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2
Part 23


__ADS_3

"Apa Oma yang membuat saham Anthena Groups anjlok?"


Jordan menoleh ke arah wanita tua yang duduk di sebelahnya, dengan tangan di dada. Tetapi, begitu mendengar pertanyaan Jordan, raut wajah itu berubah seketika, di saat nama perusahaan Anthena Groups di sebut oleh sang cucu.


"Iya,"singkat Carolin, tanpa melihat ke arah cucu. Dia lebih memilih memasang raut wajah masamnya di depan Jordan, ketimbang harus membahas perusahaan Anthena Groups.


"Oma, lelah. Oma, akan segera pulang, jangan lupa makan siang tepat waktu, minta asisten Oma untuk membawakan makan siang untukmu,"tukas wanita berdarah Italia itu, wajah keriputnya tak jelas terlihat hanya ada garis wajah ketika wanita ini tersenyum melihat ke arah sang cucu.


Perawatan kecantikan, mengubah wanita berusia 70 tahun ini, terlihat lebih muda dari biasanya, dia terlihat seperti wanita 30 tahun pada umumnya.


"Kenapa Oma melakukan ini semua? Kenapa Oma ikut campur dengan masalah pribadiku?"Jordan bangkit dari tempat duduknya berjalan ke arah Carolin, sehingga keduanya begitu dekat, seakan pandangan Jordan begitu menusuk ke arah netra Carolin, membuat wanita tua ini gugup.


"Jawab!"Satu teriakan yang keluar dari mulut Jordan, mampu membuat Carolin membelalakkan mata. Bahkan, tangannya kini menyentuh dada seakan begitu sakit mendengar teriakan dari seorang cucu yang begitu amat dicintai olehnya.

__ADS_1


"Sudah ku katakan, jangan ikut campur masalah pribadiku, jangan ikut campur urusan perusahaanku, aku sudah dewasa aku tahu mana benar mana salah, aku tahu semuanya, aku tahu Oma."Ucap Jordan, menekan setiap kata-katanya, membuat Carolin terdiam tak bisa berkata apa-apapun.


"Keluar,"ucap Jordan pelan, tak ingin memarahi wanita tua itu lebih parah lagi. Dia tahu, yang dia lakukan salah, tetapi yang Carolin lakukan lebih salah. Dari awal muncul permasalahan itu harusnya yang disalahkan adalah Jordan bukan Masyitah. Pria ini yang sudah menganggu ketenangan anak gadis orang lain.


Alasan keluarga Fairuz membenci keluarga Xander, itu juga kesalahan keluarga Xander, menolak untuk ikut sidang, karena perusahaannya lagi dipuncak kesuksesan, menyelesaikan masalah dengan tak membeberkan bukti kebenaran, sehingga membuat keluarga Fairuz salah paham.


"Kau, mengusir Oma?"Tanya wanita paruh baya itu dengan bibir yang gemetar, Jordan tak melihat, dia lebih memilih memalingkan wajahnya dari pandangan Carolin.


"Fine! Kau sudah besar, kau sudah tahu mana benar mana salah. Oma, takkan ikut campur lagi, Oma pergi."Lanjut Carolin, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Terdengar suara pintu yang terbanting hingga tertutup kembali, membuat Jordan memejamkan matanya sebentar.


"Neo, aku butuh bantuanmu, cari latar belakang keluarga Aiman, aku butuh informasi itu, dalam waktu lima menit."


Jordan mematikan panggilannya, membuat Neo mengumpat dalam hatinya ketika anak majikannya membuat perintah dan waktu seenak jidatnya. Tetapi, tentu saja Neo, sudah mengantongi semua informasi keluarga Aiman. Karena, keluarga Aiman adalah keluarga Masyitah. Neo, mengambil berkas tersebut di kamarnya lalu pergi menyusul Jordan di kantor.

__ADS_1


Carolin baru saja tiba di kantor polisi. Tetapi, melihat belum ada Fairuz di sana. Sehingga membuat polisi menyuruh Carolin untuk menunggu. Karena, bawahan mereka telah pergi menjemput Fairuz di rumah sakit.


Di tempat lain, di rumah sakit. Fairuz, sudah di perbolehkan untuk pulang, bahkan kini mereka sudah tiba di tempat parkir. Masyitah tak melihat Jordan hampir satu Minggu kehidupannya terlihat aman dan damai, tetapi ada rasa yang sedikit berkurang dalam kebahagiaan itu, rasa apa itu Masyitah tak tahu?


"Selamat siang, Pak Fairuz." Ucap Seorang polisi yang baru saja tiba di rumah sakit, membuat Masyitah, terkejut begitu juga dengan Marlina.


"Siang, ada apa ya, Pak?"Tanya Fairuz, tetapi atasan dari pihak kepolisan tak menjawab. Pria itu memerintahkan bawahannya untuk membawa Fairuz ke kantor polisi, untuk di interogasi. Hal, tersebut membuat Masyitah dan Fairuz terkejut dalam waktu yang bersamaan.


"Pak, kenapa papa saya di tangkap? Apa salah papa Saya?" Tanya Masyitah, tetapi polisi tersebut tak memberi keterangan, masih memaksa Fairuz untuk ikut bersama dengan mereka.


"Tolong, ijinkan saya bertanya, kenapa saya di tangkap?" Tanya Fairuz, pertanyaan Fairuz tak ada jawaban dari mereka, karena atasan mereka memerintahkan mereka semua untuk membawa Fairuz ke kantor polisi.


"Pa, papa!"Teriak Masyitah, yang mengejar papanya yang sudah masuk ke dalam mobil polisi, Marlina mendekat. Masyitah, langsung memeluk neneknya dengan air mata yang terus menetes.

__ADS_1


Begitu mobil polisi meninggalkan rumah sakit, lalu Marlina mengajak Masyitah untuk menyusul mereka ke kantor polisi. Bagaimanapun Masyitah dan Marlina butuh penjelasan dari kasus tersebut, apa yang membuat mereka berani menangkap Fairuz?


__ADS_2