
Matahari sudah menampakan diri, tetapi pemilik kamar bernuansa hitam itu masih menyelami dirinya di dalam mimpi. Seakan enggan untuk bangun pagi itu, apalagi yang dia mimpikan adalah sosok wanita yang paling dicintai olehnya.
Hingga, sebuah suara mengejutkan Jordan, yaitu suara ketukan pintu kamar. Jordan membuka mata dengan rasa kantuk yang masih menyerang dirinya. Dalam keadaan mata yang masih setengah terpejam pria ini duduk, sembari menatap pintu kamar yang terus di ketuk.
"Berhenti mengetuk pintu itu!"Teriak Jordan, membuat orang yang mengetuk pintu tersebut terkejut.
"Tuan muda, hari ini ada meeting. Apa Anda tidak akan pergi ke kantor?"Itu suara Neo, Jordan mengusap kasar kepalanya lalu melirik jam dinding yang tak jauh dari tempat tidur.
"Oh, ****!"pria ini mengumpat sembari turun dari tempat tidur, berlari ke kamar mandi. Hari ini, selain ada meeting Jordan juga berencana datang ke rumah Masyitah lagi untuk melamar gadis itu, Jordan tak pernah tahu jika Masyitah dan keluarga telah pindah ke desa gelap pagi-pagi buta.
Di ruang tamu, Carolin tengah sarapan di sebelahnya ada Neo, yang sedang menunggu Jordan untuk sarapan, baru saja ingin mengecek kembali ke kamar Jordan masuk ke ruang makan. Neo, langsung melayani anak majikannya itu. Carolin terlihat marah dan bahkan pagi ini tak menegur Jordan yang hendak sarapan.
__ADS_1
Hanya segelas sereal dan sepotong roti di pagi hari, pria ini berdiri dan menatap wanita paruh baya yang ada di meja sama, wanita itu masih mengabaikan keberadaan Jordan.
"Hari ini, aku akan mengurus sendiri JM. Oma, tidak perlu datang ke kantor!"setelah mengatakan itu, Jordan pergi meninggalkan meja makan. Carolin, hanya menggenggam sendok yang ada di tangannya dengan kuat, semua pelayan menundukkan kepala mereka tak berani menatap wanita tua itu.
Di dalam mobil, Neo nampak tenang mengendarai mobil. Karena, Jordan hari ini dalam hati yang tenang setelah kemarin Masyitah datang mengunjungi dia di kantornya.
Tak lama kemudian, Jordan meminta Neo, untuk memutarkan arah mobil mereka ke rumah Masyitah. Jordan berniat mengunjungi wanita itu, sebelum ke kantor. Tanpa membantah Neo langsung memutar arah mobilnya.
Jordan, menatap rumah tersebut tanpa ekspresi apapun, Jordan tahu jika Fairuz telah bebas, tetapi kemana pergi penghuni rumah itu pagi-pagi begini pagar masih tergembok. Lagian rumah terlihat begitu sepi.
"Mereka telah pergi, dari tadi pagi."Seru seseorang, Jordan berbalik dan menatap pria itu dengan bringas.
__ADS_1
"Kemana mereka pergi?Katakan!"Teriak Jordan yang mencengkram kerah kemeja orang tersebut. Neo, langsung melepaskan tangan Jordan di kerah kemeja orang itu, agar tak membuat pria tersebut mati di tangan Jordan.
"Tu-Tuan, saya tidak tahu kemana mereka pergi, tetapi tanpa sengaja saya melihat mereka yang pergi membawa koper tadi subuh,"ujar pria itu. Lalu, Neo menyuruh orang tersebut untuk segera pergi meninggalkan mereka.
Jordan memukul keras kap depan mobilnya, dia terlihat cukup marah begitu tahu Masyitah dan seluruh keluarganya telah minggat.
"Cari tahu kemana mereka pergi!"Titah Jordan, yang langsung masuk ke dalam mobil. Neo, mengambil alih kemudi raut wajah Jordan terlihat tak bersahabat. Pria ini cukup marah saat mengetahui Masyitah telah pergi.
Baru saja Jordan melihat wanita itu kemarin, hari ini dia harus menerima kenyataan jika Masyitah akan pergi dari hidupnya. Membuat Jordan begitu marah.
Slow up ya, di tunggu like dan comen💜
__ADS_1