Wanita Indigo

Wanita Indigo
Siluman Ular Hitam


__ADS_3

Bab 12 Siluman Ular Hitam


sekarang karena tenaga dalam sudah ditingkatkan sebanyak satu persen akhirnya dia bisa sedikit ringan mengangkat pasir-pasir itu tanpa ada kelelahan berlebihan.


jika dulu dia mengumpulkan pasir sekiranya 13 kilo akan istirahat 5 kali sekarang setelah ditingkatkan tenaga dalamnya sebanyak 1% dia untuk mengumpulkan 13 kilo pasir beratnya hanya beristirahat tiga kali atau 4 kali.


Dia sangat bersemangat tanpa sadar sudah mendapatkan pasir beberapa kilo dan Maryati juga sudah tiba di sungai itu.


Maryati terkejut begitu melihat dihadapan matanya yang sedang di depannya melihat Nina mengais pasir sendirian karena belum ada orang-orang yang datang terlebih dahulu di sungai.


Maryati sangat berseru karena Nina sudah mendapatkan beberapa pasir yang sedikit banyak sehingga dari kejauhan sekitar 12 meter berteriak. “Nak.. Ya ampun kamu dicariin ketika nenek bangun tidur sudah tidak ada, tidak disangka kamu sudah berada di sungai ini.”


Nina mendengar teriakan dari Maryati langsung menoleh ke arah suara itu Nina menjawab sedikit ditingkatkan suaranya: “Ehehehe.. nenek maafkanku karena mendahului nenek karena tadi malam aku tidak bisa tidur nyenyak sehingga bangun pagi langsung ke sungai..!”


“Ckckckck... kamu ada-ada saja, lain kali sebelum pergi ke sungai sarapan dulu jika tidak maka kamu akan pingsan seperti kemarin..” Maryati membuat permintaan kepada Nina.


Nina menggarukkan kepalanya dan membalas seperti ini: “aku tidak memikirkannya nenek lain kali besok aku akan lebih teliti agar tidak pingsan lagi seperti pada waktu itu.”


“Baguslah.. jika kamu ingat..” Maryati mengangguk dan dia langsung mendekati air sungai itu untuk mencari pasir kebetulan malam hari hujan lebat sehingga sungai itu menjadi banjir akibat banjir itu banyak pasir-pasir yang bertebaran di pinggiran.


walaupun Nina mengais pasir tapi dia juga menatap ke atas sungai sepertinya ada tempat sungai yang belum pernah dijamah karena begitu mendung akibat tebing ditumbuhi pohon bambu yang banyak.


Dengan air yang tenang di tebing itu ada pohon bambu yang rindang sehingga menjadi sangat teduh bahkan diri sendiri, walaupun sudah siang hari ketika mendekati area itu tidak akan berani.


Sehingga dirinya memutuskan untuk ketika jam 12.00 malam, akan menemui tempat ini untuk ritual pemanggilan jin pendamping.

__ADS_1


‘Baiklah.. demi melakukan sesuatu sebabnya aku harus berusaha dan melampaui batas belenggu tersebut jika tidak maka tidak akan berhasil.’ kuman di dalam hatinya dia harus berani untuk mendekati tempat itu ketika malam hari karena demi keamanan dirinya dan neneknya dari teror yang dilakukan oleh pelaku pesugihan.


Mereka berdua dan orang-orang lainnya mengais pasir itu hingga sore hari dan sore hari telah berlalu akhirnya malam hari sudah tiba.


Saat ini Nina dan Maryati masih satu kasur karena masih takut dengan teror makhluk genderuwo dan kuntilanak berwajah hancur itu.


Saat ini Nina dari jam 07.00 malam sampai jam 12.00 malam, dia tidak menutup mata sedikit sama sekali dia masih terjaga walaupun keadaan terlentang di kasur.


Karena dia sudah yakin bahwa jam ini sudah jam 12.00 ke atas dia juga melihat Maryati sudah tidur sangat lelap akhirnya dia berjinjit jinjit keluar rumah untuk pergi ke sungai itu.


Tentu saja persiapannya sudah dibawa semua bahkan Nina membawa kucing hitam itu untuk mengatasi rasa takut.


“Uhhh sangat dingin dan sangat gelap bahkan sudah tidak ada orang lagi yang berlalu lalang di area ini,” Nina berkata kepada diri sendiri dia pergi menuju ke sungai itu malam-malam jam 12.00 ke atas bahkan jalan yang siangnya rame sekarang tidak ada kendaraan yang mau lewat.


Karena Nina tidak membawa senter dia hanya berjalan kaki ke sungai tampak penerangan akhirnya dia sering tersandung.


Akhirnya membutuhkan berapa menit Nina sudah di tempat sungai yang sangat sepi dan air itu tidak terlalu deras. Dia berjalan di pinggiran sungai itu dengan sangat hati-hati sehingga Setelah tiba di tempat batu yang besar untuk meletakkan sesajen tiba-tiba dirinya terkaget Karena di samping batu besar itu ada sosok pocong yang sedang membelakangi dirinya.


Nina sungguh sangat takut Bahkan dia untuk melangkah kakinya tidak bisa seperti kejang-kejang.


‘Sial ada pocong...!” Nina saat ini sangat ketakutan Bahkan dia sedikit curiga Kenapa sosok pocong itu di samping batu besar itu yang akan diletakkan sesajen.


walaupun pocong itu membelakangi dirinya dan wajah itu tidak melihat ke arah dirinya tapi bentuk pocong itu sungguh sangat menakutkan dengan kain kafan yang sedikit kucel, dan ada sedikit bercak darah yang membasahi kain kafan itu, menjadikan penampilan begitu sangat mistis dan mencekam.


Nina menghela nafas dan menghirup udara dingin dia harus menstabilkan rasa takut ini. “Tidak aku tidak boleh takut ini adalah ujian jika tidak bisa mengatasi rasa takut ini bagaimana mungkin aku menjadi wanita penyihir yang hebat.”

__ADS_1


Nina akhirnya serius dia mendekati batu besar itu dan meletakkan sesajen dan dia tidak lupa untuk menusuk jempol tangan agar darah sendiri di tetes kan ke sesajen itu. Sementara itu, ketika Nina meneteskan darah ke sesajen pocong itu bahkan tida menoleh ke dirinya, dia hanya menggoyang tubuh dan menatap ke arah barat tanpa menoleh ke arah Dirinya.


Tapi Nina sedikit sekilas melihat dagu pocong itu, ada belatung dan darah yang menetes ke kain kafan bagian depan pocong.


Setelah sesajen sudah di siapkan Nina memandang kubangan air sungai yang dalam tapi tenang.


Hanya membutuhkan beberapa menit, susasana menjadi sangat mencekam. Bahkan hati Nina menjadi sangat gelisah.


“Perasaan apa lagi ini..!” Nina awalnya melihat pocong sudah takut. Tapi sekarang tiba-tiba ada rasa ketakutan yang lebih intens sehingga dia tidak tahan untuk berlari meninggalkan sungai ini.


Ketika Nina dalam ketakutan hebat dia melihat bahwa air kubangan yang tadinya tenang, tiba-tiba bergetar hebat langsung memunculkan ular yang sangat besar seperti batang pohon kelapa.


kepala ular itu, memiliki taring sekitar setengah meter, dan mata itu sungguh merah menyala. Tubuh dan sisik ular itu sangat hitam seperti gelapnya malam.


Bahkan akibat benturan energi negatif yang di pancarkan ular hitam raksasa itu, tiba-tiba sosok pocong langsung menghilang dari pandangan Nina.


Kepala ular raksasa hitam mendekati wajah Nina yang terbujur kaku tak bisa bergerak.


walaupun mulut ular itu tidak membuka tapi Nina mendengarkan suara yang serak dan sangat berat tapi tidak terlalu kasar tolong yang dibenaknya.


“Ritual ini sudah berhasil kamu dan aku sudah menjalin kontrak karena kontrak ini sudah selesai, maka aku akan melindungi kamu di waktu yang ditentukan. Yaitu, selama satu bulan. Jika satu bulan sudah berakhir kamu ingin memperpanjang lagi maka kamu harus datang ke sini lagi untuk menemuiku membawakan sesajen semakin besar sesajen, itu semakin lama jangka kontraknya.”


Suara ular mendesis..


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2