
Bab 18 Serangan Pertama
Tanpa dia sadari, karena terlalu lelah dan terlalu tentram akhirnya Nina kelewatan, dia tertidur sampai larut malam jam 18.30.
Otomatis dirinya langsung terbangun, apalagi belum sempat mandi dan sebagai wanita, ini adalah kebiasaan jorok.
“Karena aku terlalu semangat untuk tidur, akhirnya aku kelewatan dan sekarang sudah malam.” Dalam pernyataannya Nina, memiliki jejak ketidakpastian sambil menggaruk kepalanya.
Nina setelah bangun dari kasur yang keras, langsung membenarkan rambut yang berantakan. Setelah itu, dia mencoba pergi ke luar kamar hanya bermaksud untuk mengambil makanan.
“Hanya nasi dan satu potong tempe goreng.” kata Nina langsung mengambil piring dan makan di tempat.
Untuk Maryati, dia sudah terlelap tidur dan sekarang kesempatan baginya untuk melancarkan aksi tersebut agar Riyanto kapok dan meninggalkan hal seperti pesugihan.
Sembari makan Nina mendapatkan bisikan bahwa ketika dia sedang tidur, ada serangan energi negatif yang sangat besar. Tapi sayangnya, siluman ular itu hanya mendengus energi negatif yang akan menyerang dirinya langsung hilang.
Otomatis Nina sungguh terkejut, bagaimana pun siluman ular sungguh sangat kuat dan cara pemanggilan jin siluman ular, cara-caranya dari panel misterius.
Panel misterius itu, menggugahkan cara-cara ajaib yang tidak di ketahui oleh dukun lainya. Sehingga cara-cara itu sungguh kuat dan sangat menentang.
“Terimakasi siluman ular..!” ucap Nina di dalam hatinya. Dan seketika Siluman Ular hanya mengeluarkan desisan di pikirannya.
__ADS_1
Nina hanya merasakan bahwa Siluman Ular itu, sungguh sangat kuat. Bagai mana caranya agar dia bisa merekrut Siluman Ular agar menjadi penjaga bagi dirinya selamanya.
Untuk keinginan tahuan, akhirnya dia berkata lewat batin.
‘Panel misterius... bagai mana agar aku bisa mendapatkan Siluman Ular secara permanen?’
Dua detik kemudian panel misterius keluar dan memberikan sebuah informasi.
[Untuk mendapatkan Ular Hitam selamanya, Anda setidaknya harus memenuhi syarat-syarat tersebut.]
[Syarat: Satu kepala ekor kerbau/ Kambing Hitam 🐃, Batu akik merah delima, darah dari Anda sendiri, dan bunga perlengkapan sesajen.]
Nina mengangguk terus-menerus persyaratannya sungguh sangat mudah namun hanya satu kesulitannya yaitu kepala kerbau dan kepala kambing Hitam.
“Untuk membeli kepala hewan yang di sebutkan tadi, mungkin aku belum cukup uang untuk membeli.” kata Nina sambil tersenyum pahit.
Tapi masih ada waktu sebulan sebelum kontrak dirinya dengan Siluman Ular. Saat ini baru 2 hari dirinya sudah menjalin kontrak masih ada sisa-sisa hari yang lumayan cukup panjang.
“Baik.. masih ada 28 hari lagi kontrak ini berakhir. Mungkin sisa hari itu, akan aku gunakan mencari solusi agar mempunyai uang dan merekrut Siluman Ular secara permanen.” Nina berguman.
Kebetulan hanya dirinya yang masih terjaga matanya dan sontak berkomunikasi beberapa jin pendamping.
__ADS_1
‘Kalian bisakah mengetahui dimana tempat rumah Riyanto?’ ucap Nina di dalam hatinya.
“Shhhhh aku mengetahui nya.„
Nina buru-buru membalas: ‘Hmm bisakah kalian menunjukkan sekarang?’
Nina berpikir tapi untuk pergi ketempat Riyanto cukup memakan biaya, apa lagi ini sudah malam.
Namun seketika tiba-tiba, Roh milik dirinya keluar dari tubuhnya dan ada makhluk cantik yang sedang di sampingnya.
“Kamu siapa?” kata Nina dia terkejut.
“Tenang ini adalah aku, jin peliharaan kamu aku merubah penampilan yang cantik agar kamu tidak ketakutan.” kata Jin itu.
“Ahhh bisa seperti itu?” Nina berseru kagum, karena dia juga sudah tahu bahwa Jin bisa berubah bentuk seperti yang dia inginkan.
Setelah menghilangkan keterkejutan, Nina berkata lagi. “Baik bisakah kamu tunjukkan rumah Riyanto itu?”
“Baik?” Jin wanita itu mengangguk dan seketika tiba-tiba dirinya terbang sangat cepat hanya membutuhkan kurang 6 detik sudah tiba di tempat rumah yang sangat megah. Namun memiliki aura yang sangat menakutkan.
Nina berkata lagi: “Apakah ini rumah Riyanto?”
__ADS_1