
Bab 19 Serangan Kedua
Di alam Sukma, Nina dan jin wanita yang sudah berpenampilan cantik, sedang terbang melayang di atas atap.
Bahkan Nina sendiri cukup terpukau dengan keajaiban sihir ini, karena dia melihat banyak motor mobil yang berlulu lalang di bawahnya.
Dan satu hal lagi para orang yang sedang berjalan di depan rumah Riyanto, tidak menemukan kehadiran dirinya karena tubuh dirinya berupa spritual.
“Kita harus bagai mana?” tanya Nina kepada jin cantik itu yang sedang berada di sampingnya.
“Ayo, kita menembus ke dalam rumah ini.” Jin wanita cantik itu, langsung mengajak Nina menembus ke dalam rumah Riyanto.
Begitu dirinya memasuki rumah Riyanto, seketika terpukau karena rumah ini sangat megah dan sangat luas.
Bahkan rumah ini sperti di kebanyakan sinetron ikan terbang yang dulu sering dia lihat di televisi rumah tetangga.
__ADS_1
Namun Nina setelah memasuki ke ruangan rumah Riyanto, seperti ada aura yang berwarna asap mengitari ruangan ini. Bahkan kehadiran Nina dada ini merasakan sesak nafas.
“Aura ini sungguh mencekam, sepertinya aku tidak kuat sehingga Sukma ku ingin pergi kembali ke tubuh.” kata Nina dia sangat bermartabat.
“Dengan ku kamu akan aman. Lihatlah di atas.” Jin cantik itu mengintruksi Nina agar menengok ke atas.
Seketika Setelah dia menengok ke atas tiba-tiba dirinya melihat ada siluman ular yang sangat besar tapi sosoknya berbeda ketika dirinya melihat pada waktu itu dengan tubuh ular yang sangat panjang berwarna hitam tapi di atasnya berupa tubuh manusia dan kepala itu kepala ular.
“Apakah kamu siluman ular?" Nina berseru kagum, bahkan siluman ular itu bisa merubah wujud seperti yang dia inginkan ini sungguh sangat keren.
Tapi, sayangnya gagasan itu tidak berlaku bagi manusia karena pada sejatinya maksudnya adalah tubuh yang berbeda dimensi. Dan ada juga orang yang menghilang dari tempat satu ke tempat lainnya itu, tidak sepenuhnya dari kekuatan orang itu sendiri melainkan itu adalah bantuan dari makhluk halus yang dia pelihara.
Karena ada makhluk peliharaannya dirinya yang telah menemani di alam Sukma untuk membantu menyerang Riyanto dia sama sekali tidak khawatir lagi melainkan dia pergi bersama sekawan Jin peliharaannya untuk memasuki ruangan tepat di mana Riyanto berada.
Tidak membutuhkan beberapa detik, akhirnya Nina beserta jin peliharaannya langsung menuju ke ruangan tertentu di mana Riyanto sedang membuat ritual yang melancarkan dirinya dengan serangan-serangan santet.
__ADS_1
Ketika dirinya sudah di dalam ruangan Riyanto dia melihat berbagai jenis sesajen yang sangat banyak bahkan ruangan ini adalah ruangan yang tidak boleh dibuka selain dirinya bahkan suami sendiri tidak diizinkan untuk memasuki ke dalam.
Saat dirinya sudah di dalam ruangan tiba-tiba dia melihat bahwa raut wajah Riyanto begitu pucat dan sangat kesal sepertinya dia sedang melancarkan serangan kepada dirinya menemui kegagalan.
Tiba-tiba jin cantik itu memegang bahu dirinya dan berkata. “Bicaralah dengan ringan mungkin saja dia akan mendengar dengan bantuanku.”
“Hmmm baik, aku akan berbicara dengan dia untuk memberikan pelajaran karena telah menampar pipiku.” kata Nina untung saja, dia selepas mencari daun kaliandra, langsung tertidur pulas di kamar sehingga Maryati tidak melihat pipi dirinya yang lebam akibat tamparan dari Riyanto.
Mungkin saja jika Maryati melihat keanehan dalam pipinya mungkin akan panik.
Nina langsung serius kemudian dia berkata dengan sedikit kesal.
“Hei laki-laki bodoh lebih baik kamu tidak perlu lagi mengusik kehidupanku dan hentikanlah pesugihan-mu itu, jika tidak aku akan mengacak-acak rencanamu..” Nina berkata lewat spiritual, sehingga Riyanto yang sedang keadaan dalam kesal, tiba-tiba mendengar suara yang menggema dipikirannya langsung kaget seketika berkata. “Brengsek siapa kalian!!”
“Aku Nina, yang kemarin kamu tampar pipiku..” ucap Nina sedikit kesal.
__ADS_1
“Jadi itu kamu...”