
Bab 16 Bertemu Petapa Meninggal
Nina memegang pipinya yang sangat lebam akibat tamparan dilakukan oleh Riyanto. dirinya sungguh tidak berdaya karena dengan tubuh yang masih kecil tidak bisa menghalau serangan dari Riyanto.
Tapi meskipun begitu setelah dirinya meningkatkan satu persen tenaga dalam tamparan itu, membutuhkan beberapa menit sekitar 4 menit rasa nyeri dan panas sudah mereda.
Walaupun rasa tamparan Itu sudah mereda, tapi warna merah lebam itu langsung masih terpampang di pipinya.
Nina menatap kepergian Riyanto dengan tatapan sengit. Dia bahkan masih mengingat sangat jelas tamparan yang dilakukan oleh Riyanto.
Tamparan itu sungguh sangat keras seperti ada jejak pembunuhan. Nina mengusap-usap pipinya dan berkata kepada diri sendiri. “Aku tidak tahu kebencian kamu kepada aku Om, tapi walau aku mengisik rencana mu, karena aku mempunyai hati nurani.”
“Dan aku akan melihat bagai mana kamu akan bertahan melakukan ritual pesugihan. Selama hati nurani aku masih ada maka kebenaran akan terpencar dari ku.”
Nina setelah itu, mencoba bersinar langsung mempraktekkan untuk melatih tenaga dalam kembali.
Hanya beberapa menit sekitar 10 menit tenaga dalam bertambah 1%. Dan sekarang Nina menjadi energik lagi. Setelah itu, dia pergi ke hutan yang sudah dekat langsung memasuki rimbunya pohon-pohon.
Dari pinggiran jalan raya, pohon kaliandra sedikit tidak terlalu baik. Sehingga Nina memutuskan untuk pergi yang lebih dalam agar menemukan pohon kaliandra yang lebih baik dan bagus.
Untuk memasuki ke dalam hutan yang lebih lebat, setidaknya Nina memanjati bukit yang sedikit licin. Apalagi matahari yang tidak bisa menerobos ke tanah itu sendiri, sehingga mengakibatkan tanah itu menjadi bajak dan berair.
Setelah sudah membutuhkan beberapa menit akhirnya dia menemukan pohon kaliandra yang begitu hijau dan menurutnya bagus untuk pakan kambing.
”Sip... aku menemukan pohonnya lebih bagus dari yang di bawah setidaknya ini akan lebih lahap jika kambing ku memakannya.” Kata Nina, setelah itu dia mengeluarkan celurit untuk memotong pohon-pohon kaliandra dan ditumpuk menjadi satu.
karena pohon kaliandra banyak yang sudah tua dan terlalu panjang, akhirnya Nina sedikit kesulitan untuk mengambil daun yang masih muda.
__ADS_1
Setidaknya dia harus memanjat pohon itu untuk memetik daun Kaliandra agar lebih muda. Karena Nina adalah anak yang cekatan dan jenaka, dia bisa mengambil pohon itu yang cukup lumayan jauh dari rantingnya.
Karena kecekatannya akhirnya Nina bisa mengumpulkan beberapa daun Kaliandra yang cukup banyak. Ketika dirinya hendak memetik menggunakan celurit agar lebih cepat terpotong, karena di pegunungan hutan banyak embun, akhirnya dia terjatuh.
"Sikat!"
"Bug!"
"Ahh!"
Nina berteriak sambil berguling-guling dan tanpa sadari dia berguling-guling lereng yang cukup curam dan di tebing itu hanya ada mata air yang sedikit tapi banyak pohon yang melingkari sehingga semakin mendung.
Pantat Nina terkena batu yang sedikit lonjong sehingga dirinya menjerit sangat kesakitan.
Nina mengelus-elus pantatnya karena kesakitan. Sambil menggerutu, Nina berkata: “Sial.. pantatku..”
Nina meringis kesakitan tapi tiba-tiba matanya tertuju di sebuah batu yang besar karena di batu itu ada sosok manusia yang memakai baju kejawen. Tapi ketika dia melihat lebih jelas-jelas seperti manusia itu sudah meninggal.
Untuk menyimpulkan, bahwa orang itu sudah meninggal dalam keadaan bertapa, Nina lihat dari wajahnya yang sudah tidak memiliki daging dan tidak memiliki mata hanya tengkorak saja Bahkan tangan-tangan itu sudah mengeriput sangat kering.
Nina melihat informasi lewat panel misterius.
[Nama Aki Maryudi seorang manusia meninggal umur 68 tahu. Dia adalah dukun yang cukup di segani ketika masih muda. Tapi demi pengasingan dia rela bertapa sekitar 30 tahun dan mengalami kegagalan sehingga dia mati dalam bertapa.]
Nina mengangguk terus menerus setelah itu dia lebih dekat ke sosok Petapa Maryudi yang sudah meninggal. Tapi, dia tidak berani menatap ke arah wajah Maryudi karena sudah menjadi tengkorak dan itu, sangat menakutkan.
Nina menggeldah barang-barang karena siapa tahu, ada jimat yang berharga yang bisa melindungi dirinya dari teror Riyanto.
__ADS_1
Ketika dia melihat cincin yang terbuat dari batu akik merah yang menancap di jari manis akhirnya langsung membaca setatus dari panel informasi.
[Cincin akik darah penasaran! Cincin ini adalah cincin penyimpanan benda pusaka dan terdapat jin peliharaan aki Maryadi yang setatusnya sedang kelaparan.]
[Saran! Lebih baik anda meneteskan darah ke cincin itu sehingga para jin yang sudah menjadi pendamping Maryadi seutuhnya menjadi pihak anda.]
[Ketika cincin itu di berikan darah oleh anda, otomatis cincin itu, dan benda pusaka bahkan pasukan jin akan menjadi milik anda!]
Nina melihat sederek tulisan misterius itu, langsung cerah matanya. Setelah itu langsung mengusap-usap pantatnya yang bedarah akibat terjatuh ketika sedang memetik daun Kaliandra.
Darah yang keluar dari pantatnya langsung dia pesan kepada cincin merah itu. Seketika nah itu tersentuh sangat cepat dan cincin itu langsung menyala-nyala terbang langsung mendekati ke arah dirinya dengan otomatis langsung memasuki jari manis Nina.
Walaupun jari manis sendiri tidak terlalu besar seperti jari maryudi, namun cicit itu setelah memasuki ke jarinya tiba-tiba menjadi pas tanpa longgar.
Bahkan setelah cincin itu sudah menyatu ke tangannya sepertinya ada suara bisikan yang sangat menggema di benaknya.
Suara bisikan itu tidak terlalu jelas seperti semut tapi entah kenapa Nina memahaminya bahwa bisikan itu adalah bisikan rasa terima kasih kepada dirinya akibat telah memberikan makanan berupa darah dan sudah membebaskan.
Tiba-tiba setelah memakai cincin itu, pandangan Nina menjadi gelap dan dia sepertinya melihat ada 4 mahluk dan berbeda jenis. Semua wajah mahkluk itu, sungguh sangat mengerikan.
Dengan satu seperti bayi berumur 3 tahun, namun memiliki wajah yang pucat dan tua. Kulit mahluk itu sungguh sangat halus putih namun keriput. Matanya menatap ke arah Nina yang sungguh sangat besar bibir itu merah seperti memakai lipstik.
Dan satunya lagi, memiliki seperti layaknya anak TK namun tidak memakai celana dia telanjang bulat dan kulit itu bernanah semua.
Yang nomer tiga, makhluk sungguh besar memiliki ekor dan semua kulit bersisik hijau dan kuku-kuku itu sungguh panjang.
Ke empat semua tubuhnya di penuhi bulu mata merah taring sampai ke tanah dan Nina tahu bahwa mahluk itu adalah genderuwo.
__ADS_1
yang terakhir seperti wanita berkerudung namun memiliki wajah dengan dagu sangat lancip dan lidah itu menjulur ke bawah sampai ke dada.
Semua makhluk itu mengangguk penuh terima. Tapi Nina yang baru saja melihat mahkluk jin seperti itu, langsung panik Bangkan ingin kencing di tempat.