
Bab 8 Kuntilanak Wajah Hancur
Akhirnya karen ketergembiraan karena mendapatkan uang rp1.000.000, akhirnya dia mengurukan diri untuk mencari ranting kering untuk dijadikan bahan bakar.
Anda harus melaporkan kepada Mariati bahwa anda telah mendapatkan uang rp1.000.000 karena sudah menolong anak yang ditargetkan sebagai tumbal berikutnya.
Dengan senang hati dia pergi kembali ke rumahnya Tapi apa yang tidak tahu dari Nina adalah 10 m dari di mana Nina pergi meninggalkan tempat itu ada pohon pisang yang tidak terlalu rimbun tapi ada satu pohon daun pisang yang bergoyang-goyang sangat cepat.
Jika Nina memiliki mata batin mungkin akan tahu bahwa di atas daun pisang itu terdapat kuntilanak yang memiliki tinggi 2 meter rambut tidak lurus berantakan seperti gembel dan wajah itu hancur berdarah semua sedang menatap ke arah kepergian Nina.
”Ihihihihi..!"
kuntilanak itu tertawa seperti ayam betina yang sehabis bertelur tapi suara itu tidak terdengar oleh siapapun.
Setelah kuntilanak itu tertawa seperti ayam, tiba-tiba bentuk perwujudan kuntilanak menyusut menjadi kecil dan menghilang dari pandangan Dunia alam gaib.
Tapi meskipun begitu Nina masih merasakan merinding dan kejanggalan tertentu sehingga dia membalikkan wajahnya dan mata itu menyipit ke arah pohon pisang itu seolah ada makhluk yang sedang mengawasinya tapi alhasil dia tidak menemukan sesuatu.
“Aneh Apakah kuntilanak itu marah kepadaku?” Nina perkuman kepada diri sendiri Bahkan dia merasakan merinding yang amat hebat di bagian leher di belakang.
walaupun hari ini sudah menjelang magrib tapi di jalan ini masih banyak mobil dan motor-motor yang baru lalang sehingga tidak memungkinkan untuk merasa takut.
Tapi anehnya Nina sekarang sedang merasakan ketakutannya amat hebat sehingga dia terburu-buru lari dari tempat ini.
~
~
__ADS_1
~
#Pasar Bobotsari kabupaten Purbalingga.
“Mas pesan bakso satu mas dibungkus..!”
“Mas aku pesen dua makan sini yang satu tidak pakai bihun yang satunya baksonya saja..!"
Suara pelanggan yang sedang mengantri untuk membeli bakso yang sangat ramai bahkan dari awal buka jam 09.00 sampai sekarang masih banyak pelanggan yang mengantri dengan rela agar dapat menikmati bakso yang konon katanya sangat lezat sehingga Citra popularitasnya bakso itu melebar ke desa-desa sebelahnya.
Ada satu pria sekitar berumuran 30 tahun ke atas sedang duduk di meja berputar tiba-tiba seketika tubuhnya bergetar langsung tersadar dengan penuh kemarahan.
‘Tumbal aku yang dipasangkan sepertinya ada yang mengganggu siapa ini brengsek..!’ Kata pria itu sambil langsung berdiri dari duduknya dia pergi ke tempat toko ini langsung ke rumahnya untuk membuat ritual lagi.
pria itu bernama Riyanto Dia juga salah satu warga desa Bobotsari yang kesehariannya menjadi bos bakso yang sudah terkenal ini selama 4 bulan.
Dengan berat hati akhirnya dia mencari jalan pintas yaitu pergi ke perdukunan agar meminta pesugihan.
setelah mendapatkan juru kunci untuk menjalankan ritual hanya berapa 1 bulan kurang lebih tiba-tiba dia berubah yang pada awalnya tidak memiliki jumlah pendapat yang tetap sekarang akibat pesugihan itu dia bisa membeli mobil satu Avanza dan mobil Ertiga.
Tentu saja konsekuensinya Anda harus mendapatkan tumbal agar kekayaannya bertambah. Satu tumbal manusia dihargai satu uang tunai setara Anda membeli motor terbaru matic mesin Yamaha dengan cash.
Jika satu tumbal mendapatkan uang kisaran rp 25.000.000. sampai rp30.000.000 bagi para penduduk di desa itu sudah terlalu banyak bahkan melebihi gaji pokok UMR.
Dan saat ini Riyanto selama kurang lebih 4 bulan dia sudah mendapatkan total 6 tumbal yang sudah meninggal dari pesugihan itu sehingga diakumulasikan jumlah uang yang telah dari bantuan setan dan omset penjualan bakso kisaran rp130.000.000.
Uang seperti itu sangat fantastis bahkan akibat terlalu serakah Riyanto menjadi haus akan uang dia menumbalkan lebih.Tapi sayangnya persyaratan itu banyak satu toko satu tombal hanya satu bulan satu kali.
__ADS_1
Maka dari itu dia harus membuka cabang lain untuk mendapatkan pundi-pundi uang dengan cara menumbalkan orang yang menjadi pelanggan di sini khususnya anak anak.
Namun ketika dia sudah mendapatkan tumbal tiba-tiba ada yang mengusik rencananya sehingga dia langsung marah pergi ke rumahnya untuk membuat ritual dia ingin mengetahui siapa dalang yang merusak perencanaannya walaupun hanya sementara.
Riyanto sudah tiba di rumahnya yang sangat megah tapi memiliki Aura yang mistis dan menakutkan. dia memasuki ke ruangan tertentu yang sangat gelap bahkan banyak bunga-bunga dan parfum yang seperti bau sesajen yang sangat melekat di hidung.
Di ruangan tertutup itu, ada beberapa ekor ayam cemani yang berumur 4 sampai 8 bulan yang sedang dikurung di kandang.
Riyanto meraih satu ekor langsung disembelih dan darah itu langsung dituangkan ke gelas. setelah darah itu dituangkan ke gelas dia membawa dupa, kemenyan pisang emas dan kopi yang satunya manis yang satunya tanpa.
Mulut Riyanto berkuman seperti membacakan mantap tertentu hanya membutuhkan beberapa detik tiba-tiba suasananya menjadi sangat mencekam.
Dia tahu bahwa kuntilanak itu sedang mendekati dirinya tapi belum ada bentuk wujudnya jika ingin wujudnya tercapai Riyanto harus meminum darah cemani itu yang masih mentah.
Riyanto mengambil kelas itu yang ada darah ayam cemani langsung diminum tanpa ada sisa sedikitpun setelah itu tiba-tiba matanya sedikit pusing hanya membutuhkan berapa detik dia melihat sosok yang awalnya transparan sekarang menjadi sangat jelas walaupun jelas tapi masih ada sedikit transparan.
sosok itu berpakaian putih kotor yang sedikit jorok dan penuh darah yang bercecek-pecik di baju warna putih itu. rambut itu seperti rambut gimbal yang tidak pernah diurus dan panjangnya sampai jatuh ke tanah wajah itu seperti wajah terbakar bahkan Riyanto tidak bisa melihat bentuk mata hidung dan mulutnya banyak di wajah itu sepertinya memerah semua, dalam artian bentuk wajah kuntilanak itu tidak ada bentuknya hanya hancur dan mengeluarkan darah terus-menerus sampai jatuh ke tanah.
kepala kuntilanak itu menghilang ke kiri dan ke kanan secara berkala.
Bahkan Riyanto yang melihat wujudnya sudah beberapa kali dia masih merinding.
Setelah itu dia berkata kepada kuntilanak itu seperti ini: “Wahai kuntilanak siapa yang sudah mengusik rencanamu untuk memakan tumbal itu jika sang kuntilanak memberitahukan kepadaku maka aku harus membunuh anak itu dengan caraku sendiri.”
Tatapan Riyanto sangat bermartabat.
...----------------...
__ADS_1