Wanita Indigo

Wanita Indigo
Penglaris Air Permata Darah


__ADS_3

Bab 25 Penglaris Air Permata Darah


Nina setelah membuat izin kepada Kusmiyati akhirnya pergi untuk membeli minyak goreng yang berukuran 2Kg, dan 10 biji tempe dan tepung terigu.


Untuk membeli tempe, Nina pergi ke tempat rumahya Ibu Kastini, jika membeli tepung terigu pergi kerumahnya Bu Wakini.


Tidak membutuhkan lama, Nina sudah membeli tempe dan sekarang tiba di toko Ibu Wakini.


“Bu, aku mau beli tepung terigu rp60.000 ya Bu," kata Nina.


“Oh kamu Nina, tumben beli tepung sekarang biasanya sebulan sekali,” ucap Wakini dengan meremehkan.


“Eheheh Bu aku mau jualan gorengan,” kata Nina sambil menggaruk kepalanya karena canggung.


“Huhh! Anak kecil mau belajar jualan mending jangan, uang kamu sisihkan tau sendiri kamu sedang kesusahan," balas Wakini sepertinya tidak suka melihat Nina bahagia.

__ADS_1


“Bu namanya juga usaha tidak semulus yang kita pikirkan, coba aja dulu jalani aja dulu bukankah seperti itu?” Nina sungguh tidak menyukai dengan kesinisan yang dilakukan oleh Wakini.


Meskipun begitu, dia masih bersikap menghormati orang tua sebagaimana. Nina melihat sekelilingnya dan panel misterius muncul.


[Wakin adalah seseorang yang memiliki rasa semangat dalam berjualan, tidak dipungkiri akan merasa tidak suka dan tersaingi jika ada pedagang yang unggul daripada toko miliknya.]


[Wakini rela menggunakan penglaris agar pelanggan berdatangan ke toko sendiri.]


[Wakini memiliki sebuah penglaris Air Permata Darah.]


[Cara-cara: Air putih 600 mil ditarih kedalam botol dan dicampurkan darah menstruasi pemilik tokonya, setelah cara tersebut terpenuhi, cara kedua setiap malam Jumat atau Jumat malam, air itu di sirami ke sekeliling toko tersebut]


‘Huh pantas saja, toko ini ramai pengunjung, akhirnya tahu penyebabnya Bu kamu memakai penglaris! Tapi sayang Ibu yang jelek aku mempunyai mata ajaib sehingga bisa menghalau serangan pelanggan ku yang terkena efek penglaris ibu,’ batin Nina kepalanya bersungut-sungut.


Setelah itu membayar rp60.000 kepada Wakini.

__ADS_1


Setelah membayar, Nina langsung pergi dari toko tersebut langsung menuju ke rumahnya untuk menanyakan kabar kepada nenek, bawa sekarang saya ingin berjualan di bekas tokonya ibunya Novi.


Ini adalah titik awal menuju kesuksesan dari berjualan tempe goreng maka selangkah demi langkah akan mencapai ke titik kesuksesan dan tidak ada seorangpun yang berani meremehkan dirinya dan neneknya.


Mungkin saja Nina akan mencapai kesuksesan melewati toko yang dimiliki oleh Wakini, untuk sekarang dia kembali terlebih dahulu dan setelah membuat izin kepada neneknya, langsung bagaimana caranya agar mengetahui kelemahan dari penglaris Air Permata Darah.


5 menit kemudian akhirnya Nina sampai juga di tempat rumahnya langsung menunggu nenek untuk pulang untuk mengisi perutnya dengan sebuah nasi dan seadanya.


Sembari nunggu nenek Maryati datang, Nina berkata di dalam hatinya.


‘Tulisan misterius! bagaimana caranya untuk menghalau agar pelangganku tidak terpengaruh oleh penglaris air Permata darah?’


[Anda cukup menaburkan garam + produk dari tokoh yang memiliki penglaris air Permata darah, kemudian setelah itu Anda sirami di sekitar area toko yang hendak disinggahi.]


“Sungguh sangat mudah?” Nina sungguh merasa bahwa cara-cara yang dilakukan oleh tulisan Mrs itu sangat memudahkan baginya daripada persyaratan dari para dukun tersebut yang begitu rumit tapi memiliki kelemahan yang sangat fatal.

__ADS_1


Akhirnya Nina melakukan cara yang dilakukan oleh tulisan misterius tersebut.


__ADS_2