Wanita Indigo

Wanita Indigo
Siluman Ular Bertindak


__ADS_3

Bab 13 Siluman Ular Bertindak


Setelah berkata, siluman ular hitam itu, mencium sesajen yang di sediakan oleh Nina. Dan anehnya, hanya menciumi tiba-tiba sesajen itu menghilang entah kemana. Seketika sesajen hilang, siluman ular hitam itu setengah badannya langsung memasuki ke dalam kubangan air.


Acara spiritual itu selesai Nina Langsung kembali ke rumah dengan berjalan cepat karena takut.


Bukan hanya itu saja ketika dia pulang pergi ke rumahnya sepertinya ada yang mengikuti dari belakang walaupun dia sudah menolak kebenaran tidak ada siapapun.


Alasan itulah Nina berjalan sangat cepat takut terjadi apa-apa. Nina memasuki rumah joglo dan melihat jam dinding masing menunjukkan jam 01.00 malam.


Karena masih ada sisa beberapa jam untuk istirahat akhirnya dia kembali ke kamar dan memeluk tubuh Maryati Langsung tertidur sangat lelap.


Setelah membuat kontrak dengan siluman ular hitam itu dia sudah tidak khawatir lagi jika ada genderuwo yang mendekati dirinya mencoba mencelakai di alam mimpi.


Ketika jam 02.00 malam Nina sudah nyenyak tidur di atas atap itu seperti ada gemuruh api sebesar bola dan api itu mengitari atap Nina beberapa lusin kali setiap api itu ingin memasuki ke dalam rumah, tiba-tiba HP itu tidak bisa menembus ke rumah itu seseorang ada air yang menghalangi.


Api itu adalah api guna-guna yang dilakukan oleh Aryanto. dia sudah mendapatkan alamat rumah dari Nina lewat bertanya kepada warga di sekitarnya.


Setelah melihat dan mengetahui tik tik di mana Rumah Nina dia di waktu pagi mencoba bertanya kepada warganya untuk meminta sebuah jejaring sosial.


Alhasil Riyanto yang menemui Novi tiba-tiba Dia meminta sebuah jejaring sosial berupa Facebook untuk ingin tahu nama akun Dia.

__ADS_1


Anehnya Novi tik tak curiga kepada Haryanto dia langsung memberikan sebuah akun Facebook dari Nina yang sudah tidak dipakai.


Tentu saja setelah Aryanto pergi dari hadapan Novi dia langsung mengecek Facebook itu dan kebetulan masih ada foto-foto Nina ketika masih sekolah.


Walaupun gambar foto itu sungguh sangat buram tapi setidaknya foto itu sudah jelas dan bisa dicoba untuk mengirim santet.


Dan sekarang malam hari ketika dia mengirim sebuah santet tiba-tiba dahinya mengkerut karena beberapa lusin kali selama 1 jam serangan itu sembuh gagal sepertinya ada halangan yang tidak bisa ditembus oleh serangan dari banaspati.


Di malam hari di sebuah ruangan yang sangat gelap Aryanto mengerutkan keningnya karena serangan itu tidak berguna seseorang ada halangan yang tidak bisa ditembus sehingga dia mengurutkan keningnya langsung bicara seperti ini: “Apa yang terjadi ini sungguh sangat aneh?”


Kemudian dia masih tidak lelah untuk mencoba mengirim guna-guna kepada Nina dia melakukan ritual lagi untuk mengirim santet kepada Nina.


Tapi ketika dia ingin ritualan, tiba-tiba di ruangan itu ada suara yang sangat berat suara itu seperti umuran kakek-kakek sekitar 50 tahun tapi suara itu ada di rasa berat.


Riyanto menoleh ke kiri dan ke kanan tapi tidak ada makhluk yang berwujud melainkan hanya suara yang menggema di pikirannya tapi suara itu sungguh sangat agung dan ada suara desisan ular sehingga dia langsung mengeluarkan keningnya.


“Brengsek siluman ular dasar kamu babi jangan halangi bisnisku jika tidak anak itu akan mati...!” Riyanto sungguh sangat marah Bahkan dia langsung mengobrak-abrikan sesajen yang sudah disiapkan.


Kemudian ada suara yang menggema lagi di ruangan tertentu. “Sshhh Jika kamu ingin mencelakai anak itu kamu harus berurusan denganku Apakah kamu paham Shhhh 🐍.”


"Sal... kamu keluar lah aku tidak takut sama sekali dengan mu..” Riyanto merusak barang-barangnya di sekitarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba di ruang gelap itu di hadapan Riyanto ada mata merah yang menyala-nyala yang sedang menatap ke arah dirinya bahkan ada aura yang sangat mencekam akibat energi negatif yang saling bergesekan.


Bahan-bahan sesajen yang di sekitarnya hampir bergetar-getar Karena energi negatif yang dikeluarkan siluman ular itu sangat besar.


Riyanto yang ditatap oleh mata merah itu tiba-tiba lututnya bergetar langsung terjatuh lemas tidak bisa bergerak. walaupun dia melihat hanya matanya saja yang berwarna merah dan tubuhnya tidak kelihatan tapi dia sudah yakin bahwa itu adalah siluman ular.


Dia tidak tahu jenis siluman ular apa ini sungguh sangat menakutkan bahkan dirinya yang sudah belajar ilmu dukun tidak pernah menemukan jenis siluman ular yang begitu menakutkan dan cara prakteknya juga dirinya tidak mengetahui.


Untuk memastikan kebenaran dia harus membuktikan Apakah ini adalah hubungan dengan bocah itu atau bocah itu memiliki orang dalam yang sembunyi untuk melindungi bocah itu.


Tapi asumsi itu salah karena dirinya mendengar dari siluman ular itu berkata tidak boleh mengganggu anak itu jika berani sekali mengganggu maka anda akan tahu akibatnya.


Dan kata-kata itu sudah yakin bahwa siluman ular yang menakutkan ini berasal dari bocah yang melakukan. Tapi bocah itu hanyalah wanita umur 15 tahun, dan masih kekanak-kanakan bagaimana bisa dia menguasai jenis dukun yang begitu menakutkan bahkan dirinya belum pernah melihat teknik-teknik yang begitu menakutkan.


Dia gemetar bahkan ada air kencing yang keluar dari pahanya ketika dia kakinya masih bergetar dan melihat ke depan tepat di mana ada mata merah yang menyala-nyala sedang menatap ke arah dirinya, tiba-tiba makhluk siluman itu sudah tidak ada.


Setelah siluman ular itu sudah menghilang Riyanto berteriak sangat marah. “Sial.. bajingan bedebah kamu wanita anak kecil beraninya sekali mengganggu rencanaku tidak akan kubiarkan kamu lolos hidup-hidup brengsek..”


Keesokan paginya harus menemui juru kuncen agar sang Guru kuncen bisa memberi petunjuk untuk melakukan dan membunuh wanita kecil itu. karena jika dirinya tidak menemukan tumbal mata dia tidak bisa mendapatkan uang rp25.000.000.


Di malam hari di sekeliling rumah joglo milik Nina tiba-tiba di semak-semak ada orang yang berpakan hitam. Orang itu adalah maling yang hendak ingin membobol Rumah Nina. tapi seketika ketika dia ingin mendekati Rumah Nina tiba-tiba matanya melotot sampai ingin keluar karena dia melihat ada ular hitam yang sebesar batang kelapa sedang melilit-lilit Rumah Nina bahkan ular itu melingkari Rumah Nina.

__ADS_1


Walaupun siluman ular itu yang berwarna hitam tidak memandang ke arah maling tapi maling itu sungguh ketakutan sehingga dia kencing di celana dan lari terbirit-birit.


“Ahhh setan sial ada setan tolong aku...!” Maling itu lari sangat kencang. Bahkan, dia tidak menghiraukan bahwa di kebun itu banyak pohon yang berduri dan banyak batu yang wajib lancip.


__ADS_2