
Bab 15 Nina Terkena Tamparan
Nina bingung dengan pohon kaliandra itu. kemudian dia mempunyai sebuah ide Apakah panel misterius itu bisa mengeluarkan gambar pohon kaliandra agar dirinya paham.
Begitu Nina mengucapkan di dalam hatinya, tiba-tiba ada gambar yang terlihat oleh matanya.
Setelah melihat pohon itu akhirnya Nina langsung terkejut. “Wuahhh bukannya pohon itu banyak tumbuh di pegunungan? Bahkan pohon itu sungguh sangat liar dan sangat banyak.”
Nina cukup terkejut akhirnya dia sungguh gembira dengan pohon anugrah Ini yang masih banyak di pegunungan bahkan tumbuh liar dia harus memutuskan untuk mencari pohon itu.
Karena di desa ini walaupun ada para warga yang sudah memelihara kambing tapi belum mengetahui bahwa pohon kalian terpisah dimakan untuk kambing. Bahkan kata panel misterius itu pohon kaliandra sungguh sangat berguna dan sangat bernutrisi bagi pakan kambing.
Setelah itu, sembari menunggu Maryati untuk datang ke arahnya, dia akan meminta izin untuk mencari pakan kambing di pegunungan sendirian.
walaupun sekarang dirinya masih dalam hidup taraf ke bawah tapi dia sudah yakin di masa depanmu mungkin akan naik sedikit demi sedikit menjadi orang yang bercukupan.
Nina sudah yakin dan tentu saja yakin karena dengan modal panel misterius yang muncul di benaknya bisa membantu dirinya untuk melakukan hal-hal yang rumit.
Singkatannya panel misterius itu sangat canggih seperti Android. meskipun ada kekurangannya panel misterius itu tidak memiliki fungsi lain hanya fungsi pelajaran baginya.
Nina ketika sedang berjongkok tiba-tiba datang Maryati. Maryati karena sudah berumur tua untuk membawa rumput banyak terlalu kesulitan sehingga mungkin hanya membawa beberapa batang daun untuk dimakan kambing.
Bahkan ketika sedang mengais pasir nenek Mariati adalah orang yang paling lambat. meskipun begitu nenek Maryati adalah orang yang sangat bekerja keras.
Setelah Maryati sudah tiba di rumahnya Nina berkata seperti ini. “Nek, Aku meminta izin kepadamu Aku akan pergi mencari kakakku untuk kambing. Kebetulan aku akan mencari di hutan.”
Maryati perkata dengan lembut: “Baiklah nak, kamu bisa pergi mencari rumput tapi ingat ketika kamu pergi ke hutan jangan terlalu dalam karena tidak tahu di sana ada apa apalagi hutan itu adalah hutan lereng gunung Slamet.”
__ADS_1
“Apakah kamu mendengar banyak para pendaki gunung yang tersesat di lereng gunung Slamet bahkan sampai sekarang belum ditemukan orangnya.”
Nina juga mengetahui bahkan sudah cukup sering mengetahui karena dirinya adalah orang yang tinggal di lereng bukit gunung Slamet tentu saja hal seperti itu sudah terbiasa maka dari itu dengan kekuatan panel misterius yang dimiliki oleh dirinya, mungkin saja bisa mengetahui kenapa para pendaki gunung itu, tidak selamat atau bahkan menghilang selamanya tanpa diketahui jasadnya.
Setelah berpamit dari Maryati akhirnya dia membawa celurit dan langsung pergi OTW ke hutan pinus yang ditumbuhi pohon kaliandra sangat banyak.
Walaupun alasan dia mencari pohon kaliandra untuk pakan kambing tapi dia juga mencari sesuatu karena di hutan yang rimbun dan sedikit teduh akibat lebatnya dedaunan sehingga matahari tidak bisa menembus ke bawah mungkin saja diantara para hutan itu adalah rumah-rumah bagi hantu.
"Sekarang, aku tidak takut sama sekali. demi menjadi paranormal terhebat aku akan membunuh ketakutan itu.” Kata Nina berguman diri sendiri.
Ketika Nina hendak menyebrang dia menemukan ada Pemuda sekitar berumuran 40 tahunan kurang lebih dan tentu saja Nina tidak mengetahui bahkan tidak kenal Siapa orang itu.
Tapi orang itu menatap ke arah Nina dengan tatap yang sangat sinis dan sangat membencinya karena orang itu adalah Riyanto.
Riyanto ketika berpapasan dengan Nina berpura-pura lembut dan bertanya. “Adik mau ke mana kamu pagi-pagi sekali..?”
“Ohh, seperti itu...” Riyanto juga mengangguk dia cukup terkejut bahwa wanita kecil ini yang masih berumur 15 tahunan sudah sangat mandiri dan tidak gengsi. dia memuji Nina bawa Anda adalah pekerja yang tangguh. Tapi, sayangnya anda telah mengusik urusanya.
Selama anda mengusik rencanya, Maka dari itu tidak perlu lagi harus dibersihkan dari akar-akarnya tanpa gelas kasih. Namun, sebelum itu dia harus memberi pelajaran berupa serangan fisik agar membuat jarak bagi Nina.
Riyanto berkata: “Adik, kamu apakah akan menuju ke hutan itu?”
“Benar om, ada apa ya?” Nina bahkan ingin tahu tapi dia belum menyadari bahwa orang yang di depannya adalah orang yang sangat jahat yang bermaksud untuk mencelakainya.
“Oh tidak apa-apa Aku hanya ingin berkata saja ayo ikut denganku naik motor Jika kamu naik mungkin dekat.” Kata Riyanto, karena di tempat dirinya sedang berada sampai di hutan itu hanya kurang lebih 60 meter.
Sehingga dirinya berpura-pura untuk mengantar Nina, setelah rencana ini berhasil dan sudah tiba di samping hutan itu maka dirinya akan menghentikan motor langsung menyandra Nina untuk pergi ke semak-semak. Di saat itulah dirinya akan melancarkan serangan fisik untuk membuat jera bagi Nina.
__ADS_1
Nina anehnya tidak berpikir jauh langsung setuju selagi ada orang yang menolongnya itu tidak masalah.
Nina mengangguk dan berkata sangat lembut. “Om.. baiklah terima kasih mohon bantuannya.”
setelah itu Nina menaiki motor Supra dan langsung berjalan ke atas tanjakan dan hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit sudah di pinggiran hutan tiba-tiba pak Riyanto langsung memikirkan motornya dan berkata. “Adik, sudah selesai.”
Nina juga menganggukan kepalanya kemudian dia turun dari motor itu ingin berterima kasih kepada Riyanto tapi tiba-tiba tangan kiri Rianto langsung mencekik lehernya dan bukan hanya itu saja setelah lehernya dicekik Riyanto ke dalam semak-semak hutan.
Bahkan akibat cak ikan itu Nina tidak bisa mengeluarkan suaranya.
“Akhh.. tolong....akhhh..!”
Nina meminta tolong sambil meronta-ronta tapi hasilnya tetap sama saja dia terseret oleh tangan yang kuat dari Riyanto.
Setelah di seret ke semak-semak yang cukup rimbun, Riyanto berkata seperti ini. “Kamu bocah ingusan, aku peringatkan tidak perlu mengurusi urusanku jika tidak kamu mati.”
Setelah memperingati Nina tangan kanan langsung menampar pipi Nina sangat keras.
"Plak!"
Akibat tamparan itu, pipi kiri Nina menjadi lebam seperti habis kerokan.
Riyanto menggertak agar Nina ketakutan setelah itu pergi meninggalkan Nina tanpa menoleh bagaimana keadaannya.
Nina yang masih ketakutan bahkan mengeluarkan keringat dingin, langsung melihat kepergian Riyanto. Nina menelan ludah dan ingin tahu siapa manusia yang telah menonton dirinya.
[Nama: Riyanto manusia yang serakah dengan keuangan bahkan cara listrik pun dia lakukan selagi mendapatkan uang.]
__ADS_1
[Dia adalah manusia yang memiliki keahlian dukun sebesar 4%, Iya juga manusia yang melakukan praktek pesugihan air liur kuntilanak ]