
Bab 22 Terserempet Motor
Nina melupakan satu hal bahwa sekarang hari Minggu dan hari ini biasanya banya anak muda yang berjoging ke atas sampai ke tempat wisata Serang.
Wisata Serang adalah wisata yang di khususkan sebagai kebun strawberry.
Orang akan memasuki kebon stroberi dan memetik sepuasnya. Namun sama saja semakin banyak yang di petik, semakin mahal.
Kini Nina yang melihat pemuda yang sedang berjoging sungguh malu takut di goda. Tapi dia tetap nekat dan berlari pelan membelakangi para pemuda itu sekitar 15 meteran.
“Tidak apa-apa, selagi di belakang cukup jauh tidak masalah,” guman Nina sambil berlari.
Nina ingat tujuannya, dia berjoging untuk kebugarannya tapi dia juga sedang mencari keberuntungan.
Karena sudah menaikan 1% keberuntungan, mungkinkah saja ketika sudah joging ke atas sangat jauh akan menemukan keberuntungan yang tidak terduga.
Setengah jam Nina berjoging dia sudah hampir sampai di tempat wisata. Kebetulan sebelum tempat wisata itu jalan menanjak dan berkelok.
Tapi tiba-tiba tanpa sengaja dia melihat ada motor yang sangat cepat sedang meluncur ke bawah, Nina juga berpikir mungkin saja motor itu mengalami rem blong.
__ADS_1
Laju motor sungguh sangat cepat sehingga Nina yang tidak bereaksi langsung bingung.
“Ahhh mbak.. minggir motor ini blong remnya tidak berfungsi..!” Teriakan orang yang mengendarai motor, kebetulan bapak-bapak yang memakai seragam dinas.
“Ahh apa,” kata Nina bingung dan tidak bereaksi dengan perkataan bapak seragam dinas.
“Ahh awas mbak..!”
Pada akhirnya...
"Swosh!"
"Krak..!”
"Engah!"
Nina meludahkan darah dari mulutnya dan dada itu, sungguh sangat sesak.
“Uhuk..uhuk...uhu... siapa sih, bapak itu yang membawa motor sungguh sangat kencang!” Nina marah, dia hanya ingin mencari keberuntungan, tapi hanya sial yang di dapat.
__ADS_1
Untung saja hanya meludahkan darah dari mulutnya dan tubuh itu tidak mengalami cedera yang parah sehingga dia langsung berdiri tertatih untuk manjat ke jalan lagi.
Sementara itu bapak yang memakai seragam dinas dia mengalami luka di bagan lengan nya sehingga dia masih duduk di pinggiran jalan dan motor itu depannya rusak.
kebetulan entah kenapa jalan ini sepi hanya menyisakan berdua saja. Orang yang memakai seragam dinas begitu melihat Nina langsung terkejut.
Otomatis dia berdiri dan menatap ke arah Nina sangat takjub, karena dia melihat bahwa anak itu tidak mengalami luka yang terlihat di mata telanjang, hanya saja ada sedikit darah di mulut itu.
Orang itu akhirnya menduga bahwa Nina mengalami cedera dalam. Cedera dalam lebih bahaya dari pada cedera luar, meskipun begitu pada dasarnya semua cedera sungguh tidak membuat orang itu akan nyaman.
Orang yang memakai seragam dinas mendekati Nina dan berkata. “Dek, kamu tidak apa-apa? Motor ku tiba-tiba ngeblong dan tidak bisa di rem.”
‘Tidak apa-apa pamanmu..!’ Nina berteriak di dalam hatinya, bagi mana mungkin terjatuh sambil salto tidak mengalami cedera.
Tapi, dia masih sopan dan tidak boleh mengatakan dengan raut amarah.
“Pak, tidak apa-apa heheh hanya punggung merasakan sakit,” kata Nina sambil memegang punggung.
Tiba-tiba orang itu merogoh saku dan di saat itu, Nina melihat bahwa dia sedang mengambil uang yang cukup banyak.
__ADS_1
“Dek, ini sebagai kompensasi atas kecerobohan ku, terimalah..”
Nina terkejut bukan main.