Wanita Indigo

Wanita Indigo
Harus Balas Dendam


__ADS_3

Bab 17 Harus Balas Dendam


Nina ini setelah melihat beberapa makhluk yang menatap ke arah dirinya dengan wajah yang sangat mengerikan dia sungguh gemetar.


Bahkan Nina bersumpah kepada diri sendiri, munafik jika ada orang yang berkata tidak takut hantu, karena pada saat ini manusia akan takut sesuatu yang belum pernah dia lihat tanpa kecuali adalah makhluk hantu.


Nina memejamkan matanya dan berpura-pura melihat makhluk yang ada di depannya setelah itu berkata: “Baik mohon bantuannya sekarang kamu adalah jin peliharaanku.”


“Baik.”


Beberapa makhluk jin itu, berkata dengan suara yang bervariasi ada yang suaranya berat dan sangat-sangar, ada yang suaranya kecil tapi juga menakutkan. Dan beberapa makhluk jin itu hanya mendengus.


Setelah berkata seperti itu Nina tiba-tiba pandangannya langsung buyar sekarang sudah kembali seperti semula di tebing yang curam.


Nina melihat tebing yang sedikit curam sungguh ketakutan dia ingin pergi dari sini untuk melanjutkan mencari pohon kaliandra. Namun, sayangnya dirinya seperti tersesat jika ingin memanjat lewat tebing ini sungguh sangat melelahkan.


Tapi tiba-tiba ada suara yang berbisik dari telinganya dan suara itu berasal dari anak kecil yang memiliki nanah disebut tubuhnya.


“Lewat di sini turun ke bawah sekitar 10 meter, belok kiri maka kamu akan melihat jalan yang cantik orang-orang „


Nina seketika langsung terkejut dia langsung berterima kasih kepada makhluk kecil yang bernanah yang telah membersihkan lewat hatinya.


Setelah itu dia mengikuti aliran sungai sepanjang 10 meter setelah itu benar saja dia melihat ada setapak jalan kaki yang sering dilewati oleh manusia langsung balok ke kiri dan memanjat lagi.


Kemudian Nina memanjati ke gunung yang lebih tinggi untuk mengambil daun Kalianda yang sudah dikumpulkan tadi. Ketika 10 menit sudah menaiki tempat yang pertama dirinya mencari pohon kaliandra untuk dimakan kambing, tiba-tiba matanya tertegun karena sudah ada banyak pohon kaliandra yang sudah tertumpuk rapi tinggal dirinya mengambil dan pulang.


“Hah? Bagai mana mungkin, Siapa yang telah mengumpulkan ini apakah ada orang lain selain ku?”


Tapi, tiba-tiba sosok makhluk yang memiliki taring sangat panjang dan berekor berkata lewat pikirannya.


“Ini aku yang mengumpulkan pohon kaliandra...„

__ADS_1


Nina otomatis langsung terkejut ya sekali lagi berterima kasih. setelah mempunyai jin pendamping dirinya sudah sangat berterima kasih karena pekerjaannya menjadi sangat ringan.


Nina mengangguk kemudian dirinya mengangkat pohon kaliandra itu dan langsung pergi ke rumahnya.


Seharusnya di tempat ini sampai ke rumahnya membutuhkan 10 menit berjalan kaki untuk sampai di jalan raya.


Tapi, karena dirinya dibantu oleh beberapa jin miliknya entah kenapa dari hutan ke pinggiran jalan raya hanya membutuhkan 2 menit sehingga sekali lagi Nina langsung bodoh di tempat.


Nina sungguh terkejut bahwa sihir sungguh sangat praktis berjalan sangat singkat seperti waktunya dipercepat.


Bahkan ketika memanggul rumput yang sangat banyak tidak merasakan rasa kelelahan karena dibantu oleh jin genderuwo.


Untung saja dirinya belum memiliki mata batin jika tidak mungkin saja Nina akan ngeri karena disampingnya peliharaan dirinya sedang mengikuti.


2 menit berlalu Nina menyeberang jalan raya, dan orang-orang yang melihat dia membawa rumput yang sangat banyak sungguh terpana.


Bagaimana mungkin, hanya berumur 15 tahun kurang lebih bisa membawa daun Kaliandra sebanyak itu, bahkan orang dewasa sedikit ngos-ngosan setelah membawa pohon kalender sebanyak yang dilakukan Nina.


Nina yang sedang memanggul daun kaliandra, berkata: “Haha gak apa apa Bu... aku sudah terbiasa heheh.”


Kusmiati melihat kepergian Nina menggelengkan kepala jika anaknya sendiri Novi seperti dia sungguh sangat senang. Dibandingkan Nina anak sendiri hanya suka merias dan tidak ada keterampilan lain seperti Nina.


Sehingga ketika dia memasuki rumah, Kusmiati berceletuk. “Nak, lihat dia Nina anak yang berbakti, lah.. kamu hanya bisa tiduran main Handphone dan merias...”


“Tidak ada kegiatan lagi seperti mencuci piring dan menyuci pakaian sendiri.. lihat teman mu Nina dia serba guna.”


Novi otomatis cemberut dan berkata: “Sungguh memalukan jika aku seperti Nina pakaianya aja jelek, apa kata temen ku jika aku seperti dia mau di taruh mana, wajah ku... hump!”


“Kamu..” Kusmiati sungguh kesal dia ingin sekali menjewer telinga Novi karena selalu membantah jika di beri nasehat.


Kusmiati tidak melanjutkan perdebatan lagi, toh percuma saja anak sendiri sungguh manja. Dia akhirnya pergi meninggalkan Novi untuk duduk di teras depan rumah.

__ADS_1


Di sisi Nina yang sudah tiba di pinggiran rumahnya tiba-tiba merasakan bahwa Jin peliharaannya ketakutan karena menurutnya ada ular sangat besar yang melingkari rumahnya.


Namun Nina menjelaskan bahwa itu tidak apa-apa karena dia adalah penjaga agar tidak terjadi sesuatu.


Setelah menjelaskan kepada Jin peliharaannya, akhirnya sudah tenang tidak merasakan kegelisahan.


Setelah itu Nina menaruh pohon kaliandra di samping kambing kecil dan dia juga memberi pakan pohon kaliandra secukupnya.


Ketika dia melihat kambing itu begitu lahap setelah di berikan pakan kaliandra, mulut Nina tersenyum tipis karena gembira.


Setelah itu, Nina pergi ke pinggiran rumah untuk mengambil air satu gayung dan di basuhkan ke wajah yang penuh keringat.


Setelah itu, Nina mencoba melatih teknik tenaga dalam secara berkala.


10 menit dia berlatih, tiba-tiba merasakan lapar yang sangat luar biasa sehingga minat tidak sabar langsung mengambil nasi dan tempe goreng.


Nina memakan sangat lahap, bahkan dirinya juga terkejut melatih tenaga dalam memiliki efek cepat lapar.


Setelah makanannya habis dia tidak melanjutkan lagi untuk berlatih tenaga dalam takut saja nasihat rupanya langsung habis karena efek pelatihan dirinya.


Nina saat ini langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat dia ingin sekali memikirkan bagaimana cara untuk membalas Riyanto yang telah mencelakai dirinya.


Di samping itu, dia juga ingin tahu bagaimana cara menjadi sukses dan meninggikan martabat neneknya.


meskipun begitu dia percaya bahwa di masa depan dirinya akan menjadi orang yang terpandang. Hanya masalah waktu untuk menjadi orang terpandang.


Memikirkan untuk melancarkan serangan ketika malam hari karena dia sudah memiliki Jin yang menjadi pengikutnya.


Bahkan juga tidak perlu takut karena ada siluman ular yang selalu mendampinginya.


“Baiklah.. mungkin saatnya ketika malam hari, aku akan melancarkan serangan. Saat ini, aku akan istirahat dulu untuk memulihkan tenaga.”

__ADS_1


Nina setelah itu langsung memejamkan matanya, dan tubuhnya sedang terlentang di kasur yang keras.


__ADS_2