
Bab 20. Serangan Ketiga
“Hehehe ini aku wanita yang telah kamu tampar!” Nina berkata sedikit aja nada kesal karena mengingat kejadian ketika pipi ini ditampar oleh Riyanto.
“Hump... kamu sungguh sangat bermain halus walaupun kamu di Sukma sangat memiliki praktek sihir yang begitu unik Bahkan aku dan beserta guru kok tidak bisa mengetahui praktek sihir apa yang kamu gunakan.. tapi, itu berbeda sangat jauh Ketika kamu di dunia nyata akan aku bunuh kamu ketika kamu lengah tenang saja operasi ini harus pelan-pelan.” Riyanto menjawab serius.
Awalnya, Nina setelah digertak oleh Riyanto, sedikit ketakutan bahkan ada rasa gemetar jika terjadi sesuatu apa di dunia nyata. di samping itu para Jin peliharaannya berkata kepada Nina bahwa anda tidak boleh khawatir karena semua Jin akan membantu anda ketika merasa kesusahan.
Karena dorongan dan support dari makhluk Jin peliharaannya akhirnya perlahan demi lahan menjadi tenang.
Nina membalas ancaman dari Riyanto. “Huh Om tua bangka, aku tidak takut dengan kata kamu.. Jika kamu berani melukaiku di alam manusia aku tidak takut aku menunggumu..”
Riyanto mengetahui kertakan itu tidak berguna sehingga raut wajahnya langsung kurang tidak sedap dipandang dan membalas dengan suara yang berat. “tidak perlu menunggu lama dan akan pada saatnya kamu mati menjadi tumbalku hahaha..”
"Tsk!"
Nina mendecakan lidahnya tidak terima sehingga, siluman ular itu yang masih dalam kelompok langsung menyerang secara spiritual kepada tubuh Riyanto.
"Buf!"
__ADS_1
"Engah!"
Tiba-tiba Riyanto mengeluarkan darah manis dari mulutnya dan tangan kiri itu memegang dada terus-menerus sembari menatap ke depan dan melotot tajam walaupun dia tidak tahu siapa yang menyerangnya tapi dia juga tahu bahwa yang menyerang tadi adalah Jin peliharaan Nina.
"Uhukk..uhuk... uhukk..!" Riyanto terpatuk terus-menerus Dia merasakan rasa sesak di dadanya karena serangan spiritual dari makhluk siluman ular.
Tentu saja, Nina yang melihat cara serangan dari ekor siluman ular itu sangat takjub namun sayangnya serangan itu tidak melukai fisik hanya melukai jiwanya saja.
Meskipun begitu ini sudah lebih dari cukup dan sangat puas.
Akhirnya Nina berkata nakal. “Hahaha rasakan serangan makhluk Jin dari miliku, ini adalah akibatnya karena telah menampar ku huh..!”
Karena akibat ulah Nina sekarang pesugihannya bermasalah dari yang sebulan bisa menghasilkan uang kurang lebih rp20.000.000, sekarang berkurang menjadi rp10.000.000.
Tentu saja, jika ini Anda yang mendapatkan uang rp10.000.000 mungkin akan merasa puas. Sayangnya Riyanto adalah orang yang serakah dan tidak akan merasa puas jika mendapatkan uang.
Apa lagi, uang yang dihasilkan selama 1 bulan berkurang drastis sebesar 50%.
Karena perkiraan yang sudah dianalisis galerianto sangat matang dalam satu bulan ini akan mengalami kerugian sebesar rp30.000.000 maka secepatnya, Riyanto harus menggunakan berbagai cara untuk menyingkirkan Nina.
__ADS_1
Berbagai cara untuk menyingkirkan Nina tidak terlepas dari membunuh dijadikan tumbal.
Tapi, sayangnya Nina yang memiliki keahlian seperti analisis data dari suatu benda atau tumbuhan dan hewan, dia bisa melakukan solusi yang tepat bahkan dipraktek sihir sekalipun.
Apa lagi, solusi sihir yang dilakukan data analisis sungguh berbeda dari praktek sihir perdukunan yang biasa dilakukan masyarakat.
Nina yang sekarang sedikit tidak merasa takut dari gertakan Riyanto memerintahkan lagi beberapa Jin pengawalnya untuk menyerang secara spiritual untuk memberikan pelajaran.
"Buf!"
"Engah!"
Sekali lagi siluman ular itu menggunakan ekor untuk menyerang bagian dada Riyanto sehingga mengeluarkan darah yang sangat banyak sekitar setengah liter.
Nina juga tahu bahwa jika dia bertahan, pada akhirnya akan diserang terus-menerus oleh Riyanto sehingga dia harus mencoba untuk melawan.
Kemudian Nina menggertak kepada Riyanto. “Aku tunggu bagaimana kamu menyerangku kembali.”
Sosok Nina setelah berkata seperti itu dia pergi bersama sekawan Jin peliharaannya untuk kembali ke rumah hanya membutuhkan 2 detik dia sudah tiba di rumahnya dan kesadarannya sudah memasuki ke tubuh aslinya.
__ADS_1