
Bab 9 Awal Teror
Tiba-tiba kuntilanak yang sedang menggeleng-geleng memuntahkan kata-kata tapi, setiap kata-kata itu dikeluarkan ada air liur yang menetas ke lantai sangat banyak.
Bahkan alur itu berbau sangat amis seperti daging busuk.
“Anak.. itu.. bernama Nina.. ahhh!” Kata kuntilanak berbisik keras, sambil menggelengkan kepalanya terus menerus.
Setelah kuntilanak itu berkata tiba-tiba Riyanto sepertinya memasuki dimensi lain akibat sihir yang dikeluarkan oleh kuntilanak sehingga dia sepertinya melihat peristiwa-peristiwa ketika anak bernama Nina itu menyelamatkan anak kecil yang akan menjadi korban target selanjutnya.
Riyanto mengamati terus-menerus di dimensi yang berbeda ketika Nina mengambil pohon talas Wulung untuk ditepuk-tepukkan ke arah anak kecil itu. setelah melihat peristiwa semuanya tiba-tiba kesadarannya kembali ke seperti di dunia nyata.
Di dunia nyata belum sampai 10 detik tapi di dimensi lain sepertinya Riyanto melihat peristiwa itu membutuhkan sekitar 10 menitan.
“Brengsek kamu bocah kamu masih umur 15 tahun dan masih wanita yang sangat ingusan kamu tidak perlu ikut campur dengan masalah ini, karena jika kamu ikut campur dengan masalahku, aku yakin kamu akan mati di kemudian hari untuk dijadikan tumbal olehku. Tenang saja kematianmu akan ku tunggu-tunggu.” Riyanto menatap tajam ke arah tertentu dan dia juga sudah melihat bahwa kuntilanak itu sudah menghilang dari pandangannya sehingga aura seram yang sudah hilang menjadi seperti biasa.
Ya memikirkan tempat jalan itu sepertinya sedikit familiar sehingga berapa menit kemudian dia Akhirnya ingat di mana jalan itu.
Bukankah itu jalan penghubung antara kecamatan mrebet dan kecamatan di Pemalang aku tahu karena sering lewat di situ.” Riyanto bergumen lagi kemudian dia akan melancarkan serangan selanjutnya yaitu untuk membunuh Nina agar dijadikan tumbal pengganti.
Tapi sebelum itu dia harus mensurvei tempat di mana Nina sedang menyembuhkan anak yang akan menjadi target korban selanjutnya dia harus berkata kepada warga di sekitarnya Rumah Nina di mana.
Ketika anda sudah mengetahui tempat dan tinggal letak Nina berada Anda harus mengeksekusi di jadikan tumbal.
“kamu tunggu sebentar biarkan kamu menikmati hidup sebentar karena hari kedepannya mungkin kamu akan sakit-sakitan dan meninggal setelah kamu meninggal akan menjadi uang yang sangat banyak bagiku hahaha..!” Riyanto tertawa seperti Iblis kemudian dia langsung menyiapkan berbagai macam-macam seperti kemenyan dupa darah ayam cemani dan dia harus mendapatkan foto Nina untuk dijadikan tumbal berikutnya.
Di zaman terdahulu untuk mendapatkan foto sangatlah sulit tapi sekarang di zaman modern hanya memotret foto secara sembunyi-sembunyi itu lebih baik dan lebih mudah.
~
~
__ADS_1
~
#Desa Sangkanayu
Saat ini Nina yang sudah tiba di rumahnya sendiri yang masih berbentuk joglo zaman dahulu akhirnya dia tidak bisa berteriak sangat semangat untuk mencari Maryati.
"Hahaha nenek.. nenek.. Kamu di mana Nenek..!”
Teriakan itu sungguh sangat keras sehingga Maryati yang sedang duduk melamun memikirkan masalah keuangan di dalam meja tamu tiba-tiba terkaget sebentar.
Maryati cemberut kemudian berkata: “Nak.. nenek sudah pulang di dalam kemarilah ada apa...!”
Nina yang mendengarkan teriakan Mariati di dalam rumah akhirnya dia langsung berlari menuju ke rumahnya dan membuka pintu itu sangat keras.
"Klarak jegrek!"
Nina yang begitu semangat menghiraukan pintu itu yang mengeluarkan suara keras akibat benturan yang didorong oleh dirinya begitu keras.
Maryati juga langsung melotot tajam ke arah uang yang sedang dipegang oleh Nina kemudian dia berkata seperti ini dengan ingin tahu. “Nak.. Dari mana kamu mendapatkan uang rp1.000.000 ini yang sangat banyak?”
akhirnya Nina menjelaskan ketika dirinya di sungai pada waktu itu dan dirinya tiba-tiba pingsan begitu bangun dia sepertinya menjadi anak indigo sehingga ketika dia sehabis makan pergi untuk mencari ranting pohon tiba-tiba menemukan ada salah satu pasangan suami istri yang sedang ditargetkan tumbal oleh toko tersebut.
Nina bercerita tiba-tiba ada bisikan yang masuk ke dalam pikirannya bahwa anak itu sedang di targetan menjadi tumbal dari warung bakso sehingga dia membantu untuk menghilangkan efek-efek negatif melalui suara bisikan yang tangiang yang dibenaknya.
Tentu saja dia tidak mengatakan sebenarnya bahwa penyebab dia bisa menyembuhkan dari anak kecil itu yang akan menjadi target tumbal selanjutnya adalah karena tulisan misterius.
Maryati yang mendengarkan cerita dari Nina perlahan demi perlahan akhirnya serius dan menjadi tersenyum setelah itu dia menatap ke arah Nina dengan semangat. “Nak.. kamu sekarang menjadi anak sakti dan kamu semoga bisa menggunakan keahlian ini bagi orang-orang yang membutuhkan ingat Jangan disalahgunakan bakat Indigo yang kamu miliki.”
“Karena terlepas apakah indigo ini Tabu atau jahat bagi semua orang itu adalah masalah pribadi masing-masing tergantung orang itu yang memakainya.”
Nasehat Maryati ungkapkan kepada dirinya akhirnya berkata: “Nek, aku tahu bahwa jahat dan baik saling berdampingan tergantung kita yang melihat dari sisi mana.”
__ADS_1
“Nenek tapi aku yakin bahwa aku tidak akan mencampurkan yang jahat untuk menjadi baik karena itu sudah berbeda jauh. Dan mungkin ini kekuatan yang aku miliki sekarang mungkin titik balik aku memanfaatkan agar menjadi wanita sukses di masa depan nenek doakan aku.”
Maryati mengangguk pelan kemudian berkata: “Aku selalu mendoakan kamu nak..”
“Baiklah..!” Nina akhirnya tersenyum kemudian menyerahkan uang rp1.000.000 kepada Maryati untuk keperluan sehari-hari.
Kemudian dia pergi untuk pergi ke kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Karena dia sudah menyiapkan bunga tujuh rupa Ketika pulang sembari mencari bunga-bunga yang akan digunakan untuk meningkatkan keberuntungan dengan mediasi kucing hitam.
Nina setelah menyiapkan bunga tujuh rupa yang dia cari di kebun-kebun setelah itu dia menggunakan jarum peniti untuk menusuk jempol tangannya.
Nina memejamkan matanya dan langsung menusukkan jempol itu menggunakan jarum peniti.
"Ahhh!" Nina kesakitan dia langsung menusukkan jari ke dalam jempolnya sehingga berdarah sedikit banyak darah itu kemudian ditaruh ke baskom cukup besar dan disirami air dan ada bunga tujuh rupa.
Setelah persiapan sudah dimulai dia mengambil gelas yang tadi pagi bekas teh manis hangat, untuk mengambil air campuran darah dan bunga tujuh rupa untuk diminum.
Nina meminum air itu dan dia juga sudah mengambil kucing hitam nya dan dibasuh untuk dimandikan.
Ketika dia selesai sudah acara ritualnya tiba-tiba sepertinya pandangannya berubah dia merasa Ada hal seperti sesuatu yang aneh tapi dia tidak bisa merasakan.
Panel misterius kemudian memunculkan lagi di hadapan mata Nina.
[Anda telah menyelesaikan ritual meningkatkan keberuntungan dengan cara lewat kucing hitam. keberuntungan anda meningkat menjadi 7%]
“Ini hanya 7%?” Nina menggaruk kepalanya bahkan peningkatan keberuntungan itu sangat sedikit sekitar 2%. meskipun tidak terlalu banyak masih berguna daripada tidak memiliki keberuntungan yang meningkat.
Sudah tidak terasa akhirnya menjelang malam Nina tidur di kamar sendirian sangat nyenyak bahkan tidak ada jejak kekhawatiran seperti di masa lalu.
Namun ketika Nina sedang tidur tiba-tiba udara di kamar sekitarnya menjadi dingin bahkan ada sedikit angin yang berhembus cepat.
Ketika Nina sedang terlelap tidur tiba-tiba di alam mimpinya diperlihatkan oleh kuntilanak yang memiliki wajah hancur.
__ADS_1
"Hihihihi..!"