
Bab 14 Marsinah Dengki
Ke esok paginya, Nina terbaru 2017 dengan perasaannya segar dan penuh kelegaan. Karena dia ketika malam hari tidak ada sedikit sama teror yang di lakukan oleh pihak pelaku pesugihan maupun dari pesuruh pelaku pesugihan.
Nina ketika pagi hari sebelum mengais pasir dia bersarapan makanan bersama Maryati kebetulan masih ada uang sisa rp1.000.000.
“Nak.. kita masih ada uang rp900.000 uang ini mau diapakan sebaiknya?” Kata Maryati Dia berkata kepada Nina karena uang rp900.000 jika untuk dimakan maka habislah sudah.
Karena Maryati ingin sekali menjadi pedagang tapi tidak kesampaian karena dari dulu belum menemukan modal yang cukup banyak. sekarang karena sudah ada uang rp900.000, Dia meminta izin kepada Nina bagaimana uang ini mau digunakan.
Nina juga memiliki pikiran sependapat dengan Maryati. Dia langsung berkata seperti ini. “Uang rp900.000 jika kita membuat modal apakah yang cocok?”
Maryati juga bingung dia hanya menggelengkan kepalanya. “Nak, aku juga bingung bagaimana uang ini mau diputar.”
Nina hanya mengangguk setuju: “Mungkin jumlah uang seperti itu masih belum cukup untuk dijadikan modal tapi tunggu nenek, semoga saja di masa yang akan mendatang aku mendapatkan berkah sehingga untuk membuka usaha kita tidak terlalu kesusahan.”
Maryati juga setuju akhirnya dia berkata seperti ini: “Nak, aku percaya kepadamu karena kamu sudah memilikimu dan berupa bakat Indigo semoga saja di masa depan kita akan melewati masa-masa yang menyedihkan seperti ini.”
Nina tersenyum kemudian menatap ke arah Maryati dengan penuh ketegasan. “nenek lebih baik uang rp900.000 itu, kita digunakan untuk membeli kambing betina. Lagi pula di belakang rumah kita masih ada ruangan kosong daripada tidak dipakai mari kita gunakan untuk memelihara kambing.”
Tiba-tiba ide yang dilontarkan oleh Nina mata Maryati menjadi berbinar karena usulan ini sungguh sangat bagus dan sangat cemerlang. Maryati berkata: “Kamu benar lebih baik uang yang kita pegang kita beli kambing betina siapa tahu di masa depan kambing ini ketika beranak pinang akan menjadi pundi-pundi uang.”
“Hehehe...” Nina tersenyum sambil memegang hidung karena dia sungguh merasa sangat keren setelah mengatakan usulan tersebut.
Setelah itu Nina berkata lagi: “Jika seperti ini ayo kita pergi ke tempat pak Warmono.”
Maryati langsung setuju kemudian dia pergi ke tempat rumahnya bapak Warmono. kebetulan rumahnya masih satu dusun hanya saja berbeda RT.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian akhirnya Maryati dan Nina pulang ke rumah membawa kambing yang masih kecil. walaupun kambing ini masih kecil jika mereka berdua merawat sangat baik mungkin kurun waktu 2 bulan akan menjadi tumbuh besar.
Ketika mereka berdua pulang membawa kambing kebetulan mereka melewati rumah Marsinah. Di saat itu, ketika Marsinah melihat Nina dan Maryati membawa kambing tiba-tiba ada rasa iri dan dengki bahkan ada rasa tidak senang ketika melihat Maryati dan Nina sangat bergembira setelah membeli kambing.
“Beli kambing kecil saja sudah senang Cih..” Celetuk Marsinah sangat sinis sambil mengepel di lantai depan rumah.
Nina begitu mendengarkan Marsinah berkata seperti itu langsung ingin berkata maju untuk meminta penjelasan Tapi sayangnya langsung dihadang oleh Maryati. “Sudah tidak perlu kita abaikan saja.”
“Tapi.. nenek!" Nina sangat tidak terima dengan kata-kata sinis yang dilontarkan oleh Marsinah.
Tapi Maryati masih memegang tangan kanan Nina sangat erat sehingga dirinya tidak berdaya langsung menuruti apa kata-kata dari Maryati.
Di samping itu Marsinah ketika melihat mereka berdua mengabaikan dirinya tiba-tiba langsung marah, dia berkata di dalam hatinya bahwa mungkin saja kedua orang ini membeli anakan kambing hasil mencuri.
Jika saja Nina mendengarkan apa kata hati dari Marsinah mungkin saja dia akan meraih batu untuk dilemparkan kepala Marsinah yang tidak tahu diri itu.
Kemudian mereka akhirnya setelah beberapa langkah kaki sudah tiba di rumahnya.
"Embeee... 🐐!"
"Embee.... 🐐!"
"Embee..... 🐐!"
Suara anakan kambing yang sedang diikat oleh Maryati. setelah itu Maryati berkata kepada Nina. “Nak, tunggu sebentar di sini aku akan pergi mencari rumput untuk pakan kambing.”
"Baik..!"
__ADS_1
Nina mengangkut setuju kemudian dia menatap ke arah kambing itu yang masih kecil sambil tersenyum. dia harus memutuskan untuk merawat kambing ini dengan segenap hati agar mendapatkan hasil yang baik.
Setelah Maryati sudah menghilang dari pandangannya Dia berkata kepada hatinya. ‘Tulisan misterius bagaimana agar kambing ini menjadi cepat gemuk dan sehat.”
Tiba-tiba panel misterius muncul di hadapannya.
[Solusi: Ada beberapa jenis hijauan yang bisa berguna bagi kambing, jenis-jenis hijauan tersebut diantaranya adalah, Teresede (Gamal), Singkong Taun, dan juga Kaliandra.]
[Ketiga jenis hijauan tersebut bila dibudidayakan sangat bermanfaat untuk pakan ternak kambing. Dengan memiliki tanaman hijauan sebagai pakan ternak, tentu bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli pakan ternak yang lain, seperti, ampas tahu dan juga kulit kedelai dan juga yang lainnya.]
Nina mengangguk terus-menerus dia harus abstrak kerja keras untuk mencari pakan hijau-hijauan seperti yang disebutkan. Tapi meskipun begitu, dia sendiri tidak tahu jenis tumbuhan yang disebutkan oleh panel misterius.
”Panel misterius apa itu pohon kaliandra?” kata Nina.
Setelah itu, panel misterius memunculkan informasi lagi.
[Pengertian! Kaliandra termasuk dalam kelompok klasifikasi plantae, family fabaceae, kaliandra dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga 1500 mdpl. Tumbuhan ini relatif kuat untuk bertahan pada saat musim kemarau, meskipun pertumbuhannya tidak sesubur seperti disaat musim penghujan.]
[Kelebihan! Selain mempunyai manfaat untuk pakan ternak kambing, kaliandra juga bermanfaat untuk menahan erosi tanah, karena akar dari kaliandra yang kuat. Manfaat lain kaliandra adalah, jika ditanam pada tanah yang kurang produktif, kaliandra dapat menekan pertumbuhan gulma karena daunnya yang rimbun.]
[Ciri Khas! Daun kaliandra hampir mirip dengan daun mlanding (Petai cina), namun perbedaanya adalah daun kaliandra agak lebih tipis dan halus jika dibandingkan dengan daun mlanding. Buah kaliandra juga hampir mirip dengan petai cina. Dari buah inilah kaliandra berkembang biak. Selain dari biji buahnya, untuk mengembangbiakkannya juga bisa dengan cara mencabut bibit kalindra yang masih kecil kemudian menanamnya secara berpencar di lahan yang lain.]
[Varian! Ada banyak jenis kaliandra yang tumbuh di Indonesia, namun yang lebih terkenal adalah kaliandra bunga merah (Calliandra calothyrsus) dan kaliandra bunga putih (zapoteca). Kaliandra banyak digunakan sebagai tanaman penghijauan dan juga dimanfaatkan untuk ternak ternak, karena kandungan protein pada daun kaliandra yang cukup tinggi.]
Setelah melihat informasi yang dikeluarkan oleh panel misterius otak Nina menjadi pusing.
“Ahhh sungguh merapatkan!"
__ADS_1