
Matahari yang menguasai siang pelan-pelan memasuki peraduannya pertanda bahwa gelap akan segera menyelimuti alam semesta meskipun bulan dan bintang bekerja sama.memberikan sinarnya akan tetapi gelap tetaplah dominan.
Di rumah yang mewah nan megah nampaklah seorang gadis remaja yang dengan gembira bersiap dengan memakai baju terbaiknya.
Sementara sang ayah pun tak mau kalah, dengan baju kaos berkerah warna navy yang kontras dengan warna kulitnya yang putih dipadukan dengan celana jeans senada dengan bajunya membuat penampilannya sempurna, dengan hanya melihatnya orang tak akan percaya jika dia seorang duda dan mempunyai seorang anak gadis.
Diwaktu yang sama pun di rumah yang sama mewahnya dengan rumah Alfian, semua anggota keluarga sudah bersiap untuk berangkat, Vita kemudian turun untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lain, melihat penampilannya yang santai membuat Nita kesal dan menyuruh adiknya menggantinya dengan dress
"Kamu gak salah kostum, kan dek?? masa mau dinner dengan keluarga om Alfian, tampilan mu kayak mau ke pasar.". sungut Nita
"Iya bunda, ganti dong bajunya, meskipun bunda tetap cantik, sih,,,,hehehe". timpal Khanza
"Yang ditemani dinner juga orang kita kenal kok, biasa aja kali, mbak,,,"balas Vita
"Nggak,,,,nggak,,,harus ganti baju, entar dikira kamu pembantunya mbak ". kata Nita yang membuat Vita melotot kesal ke arah kakaknya
Kemudian Vita kembali ke kamar mengganti bajunya dengan dress polos biru muda lengan pendek dan mengikat asal rambutnya sehingga sebagian rambutnya dibiarkan terbebas dari ikatan sehingga lehernya yang putih bersih terlihat menggoda.
Lalu mereka berangkat dengan mobil yang berbeda. Mobil yang satunya disupiri oleh Daniel sendiri sedangkan mobil Wibowo disupiri oleh Vita.
__ADS_1
Di restaurant Kalimaya, nampak Alfian dan keluarga tiba lebih dulu, disusul oleh Daniel dan keluarga kemudian Wibowo beserta Ayu pun tiba, Vita belum masuk karena terlebih dahulu memarkir mobilnya.
Setelah semuanya duduk, nampaklah Vita memasuki restaurant dengan teman kuliahnya di kedokteran yang juga kebetulan akan dinner dengan keluarganya.
Kemudian mereka berpisah karena meja mereka berjauhan. Nita yang melihat wajah Adam berubah meskipun kemudian kembali seperti biasa, lalu bertanya dengan mata tajam
"Siapa dek???"tanya Nita langsung
"Cowok yang tadi??? teman kuliah mbak di kedokteran dulu, kebetulan dinner bareng keluarganya juga, tadi parkiran kami bersebelahan.". jawab Vita
"Oh,,,"kata Nita sambil melirik Adam dengan ekor matanya
"Mbak Nita jangan suka salah paham hanya dengan melihat tanpa mendengar isi pembicaraan dan membaca gerak tubuh orang, dong,,,ini belum seberapa lho, mbak,,,gimana kalo ketemu dengan teman-temanku dari negara lain???". jelas Vita dengan nada kesal dibuat-buat
Alfian yang juga memperhatikan anaknya sejak tadi ikut membela Vita
"Bener tuh yang di katakan calon mantu om, gak baik selalu berperangka buruk.". kata Alfian yang disetujui oleh mereka semua
"Om,,,,Sisil kemana???kok dari tadi Vita gak liat???" tanya Vita
__ADS_1
"Sisil sama Khanza dimeja lain, katanya gak asyik gabung dengan orang dewasa". kata Indira disambut tawa yang lain
Tak menunggu lama makanan disajikan dan ditata dengan rapi, kemudian mereka makan dan diselingi dengan canda tawa. Setelah selesai makan, kemudian Adam meminta ijin pindah meja berdua dengan Vita.
"pa, ma, om, Tante dan pak Daniel dan Bu Nita , aku ijin pindah meja bareng Vita. Ada yang mau aku omongin " kata Adam sopan
Mereka hanya mengangguk dan melanjutkan perbincangan mereka.
Setelah Adam menarik kursi untuk Vita kemudian dia menarik kursi untuk dirinya didepan Vita. Baru saja Adam mendaratkan bokongnya tiba-tiba sebuah suara memanggilnya dengan sangat keras mengundang mata pengunjung yang lain termasuk keluarga mereka
"Mas Adam sayang,,,,,kamu disini juga???"
...☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️...
nah lho,,,suara siapa yang begitu keras memanggil nama Adam????
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Up di pagi hari semoga berkah?? bagi kita semua
__ADS_1
selamat membaca, selamat menikmati