
happy happy reading,,,,
Hari terus berlalu, bulan pun berlalu, waktu terus berputar tanpa dapat dihentikan.
Davis kecil kini merayakan ulang tahunnya yang kedua, pertumbuhannya sangat pesat dan kecerdasan yang diwarisi dari kedua orang tuanya semakin nampak, wajahnya yang tampan dengan mata tajam, alis tebal tercetak dengan sempurna warisan dari ayahnya dan kulit putih bersih, hidung mancung dan rambut tebal diwarisi dari sang bunda membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta padanya.
Pada umur satu tahun tuan Richard yang di panggil Grandpa oleh Davis kecil mulai mengenalkan teknologi untuk anak-anak meskipun sebenarnya bagi orang dewasa teknologi seperti mainan Davis masih tergolong langkah
Sementara itu di rumah sakit Elisabeth, dokter Maya (Vita) sedang mengatur jadwal temu dengan dokter yang merekomendasikan pasiennya.
Ketika melihat nama dokter Hery berasal dari Indonesia, dokter Maya (Vita) kemudian meminta asistennya untuk mengirimkan persetujuan untuk bertemu.
Setelah asistennya mengirimkan email kepada dokter Hery dan mengatur janji agar dokter Hery terlebih dahulu bertemu dengan dokter Maya untuk berkonsultasi tentang riwayat penyakit jantung pasiennya.
Dokter Hery yang menerima email persetujuan dari pihak dokter Maya segera mengabari pasiennya
"Halo pak,,,,selamat ya pak Alfian,,, Minggu depan saya akan bertolak ke Inggris untuk bertemu dengan dokter yang akan mengoperasi bapak". kata dokter Hery
"Alhamdulillah,,,terima kasih dok,,,semoga jantung saya bisa segera dioperasi ". kata Alfian
"Berdoa saja pak, semoga jadwal beliau tidak padat, sehingga bapak bisa segera di operasi.". kata dokter Hery.
Adam yang mendengar kabar tentang persetujuan dokter Maya menjadi gugup, takut jika penyakit jantung papanya tidak memungkinkan untuk dioperasi.
Skip
Hari keberangkatan dokter Hery ke Inggris pun tiba, sampai di bandar udara Soekarno Hatta kemudian langsung melakukan boarding karena sebentar lagi penerbangannya.
Alfian yang ikut mengantar merasa optimis dengan keberhasilan dokter Hery karena hanya dalam hitungan Minggu, dokter Maya sudah menyetujui untuk bertemu.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan jauh, disinilah dokter Hery di bandar udara Heathrow Inggris dan langsung menuju hotel yang sudah dibooking oleh Alfian yaitu The Grosvenor Hotel sebuah hotel bintang 4 dan memiliki desain interior bergaya Victoria dan menyajikan atmosfer kota London sesungguhnya dan letaknya juga berdekatan dengan rumah sakit Elisabeth.
Sebelum dokter Hery menikmati istirahatnya, terlebih dahulu menghubungi pihak dokter Maya untuk mengabarkan kedatangannya. Kemudian disepakati bahwa besok pukul 08.00 waktu setempat mereka akan bertemu dirumah sakit Elisabeth.
"docter Maya, tomorrow is the Schedul for docter Hery from Indonesia ". (dokter Maya, besok jadwal konsultasi dokter Hery dari Indonesia.).kata dokter Jane asisten Maya setelah menerima pesan dari dokter Hery
"Ok Docter Jane, prepare everything and Docter Jane replace me to treat patients ". ( baik dokter Jane, persiapkan segala sesuatunya dan dokter Jane gantikan saya menangani pasien). kata Maya
"Ok, docter ".(baik dokter) balas dokter Jane.
Maya (Vita) kemudian lanjut membaca laporan pasiennya dan selanjutnya kembali mengatur jadwal dengan dokter-dokter yang ingin ditangani pasiennya.
Disela-sela kesibukannya, Maya selalu mengingat anaknya yang diasuh oleh Mr. Richard dan istrinya jika dia sedang sibuk bekerja seperti sekarang.
Maya (Vita) sangat beruntung bertemu dengan suami istri seperti tuan Richard yang meskipun berbeda bangsa tapi mereka tak ubahnya seperti orang tua sendiri.
Pada umur dua tahun Davis kecil sudah mampu berbahasa dengan baik, meskipun bahasa Indonesianya agak terbata-bata karena diasuh oleh orang yang notabene selalu menggunakan bahasa Inggris.
Sementara itu dilain tempat, Sisil dan Khanza tengah mengikuti tes online untuk melanjutkan kuliahnya di London, mereka kemudian memilih Imperial College London karena mereka tidak lolos di Oxford University. Mereka sama-sama mengambil jurusan kedokteran.
Skip
Keesokan harinya tepat pukul 08.00 waktu London,.dokter Hery sudah menunggu dokter Maya (Vita) di rumah sakit Elisabeth.
Tak lama kemudian seorang dokter muda menghampirinya dan mempersilahkan masuk ke ruang kerja dokter Maya
"docter Hery?? please come in. Docter Maya is waiting for you ". ( dokter Hery??silahkan masuk anda ditunggu oleh dokter Maya)kata dokter Jane
"Thank you,.docter,,,"balas dokter Hery
__ADS_1
Kemudian dokter Jane segera meninggalkan dokter Hery ketika sudah masuk diruangan dokter Maya.
"Silahkan duduk dokter Hery,,,"kata Maya (Vita) dengan ramah
"Terima kasih dok, anda bisa berbahasa Indonesia dengan lancar???" tanya dokter Hery karena dia tak menyangka bahwa dokter Maya bisa berbahasa Indonesia
"Hehehe,,,jelaslah dokter Hery, saya kan orang Indonesia asli "kata dokter Maya "oh ya mengenai pasien dokter Hery bisa saya lihat rekam medisnya??? tanya dokter Maya lebih lanjut
Kemudian dokter Hery memberikan rekam medis Alfian dan menjelaskan semua riwayat penyakit jantungnya.
Dokter Maya (Vita ) terdiam sesaat melihat nama pasien pada rekam medis pasien. Maya bingung harus bagaimana menghadapi mertuanya jika dia memutuskan menangani.
"Gimana dok, apa pasien saya memiliki peluang jika dilakukan tindakan operasi bypass??" tanya dokter Hery melihat dokter Maya terdiam.
"Akan saya pelajari dulu, dok,,,selanjutnya nanti pihak kami akan mengabari ". kata Maya
"Baik dok,,,akan saya sampaikan pada pasien saya ". balas dokter Hery
"Oh ya dok,,,sebaiknya mulai sekarang berikan pola makan yang seharusnya pada pasien jika ingin melakukan operasi, hentikan semua makanan pantangan bagi penyakit jantung untuk menghindari resiko ". terang dokter Maya.
Setelah berdiskusi cukup lama, kemudian dokter Hery berpamitan karena akan segera kembali ke Indonesia.
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
setor lagi ceritanya satu bab,,,,doakan ide author duduk manis di dalam kepala.😀😀😀
terima kasih para readers telah mampir dan memberikan dukungannya.
...salam hangat dari author...
__ADS_1