
happy reading Yaaa,,,,
Karena terlalu capek seharian bekerja tanpa istirahat dan dilanjutkan hingga larut malam, sehingga Vita tak membutuhkan waktu yang lama untuk segera berlayar ke pulau mimpi.
Cahaya mentari pagi dan udara yang sejuk menembus kulit putih halus bak mutiara membuat si empunya perlahan mengerjapkan kelopak matanya sembari mengumpulkan segenap perasaannya.
Setelah nyawanya terkumpul, Vita bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi selama kurang lebih 15 menit.
Selesai berdandan rapi, kemudian keluar dari apartemen karena pak Rahmat sudah menunggunya di lobby. Selanjutnya tanpa menunggu waktu lama mereka pun melaju menuju bandara.
"Pak Rahmat,,,maaf ya jika selama saya di sini banyak merepotkan bapak ". kata Vita
"Nggak ada yang direpotkan nak Vita, sudah menjadi tugas saya melayani nak Vita ". balas pak Rahmat
Tak terasa mereka tiba di bandar udara Changi, karena waktu yang mepet maka setelah pak Rahmat mengeluarkan koper Vita dari bagasi mobil, Vita segera melakukan boarding.setelah pamit pada pak Rahmat.
"Terima kasih pak Rahmat, Vita pamit dulu,,,salam sama keluarga pak Rahmat " kata Vita
"Sama-sama nak Vita, titip salam untuk tuan besar Wibowo dan Nyonya, semoga selamat sampai tujuan ". balas pak Rahmat.
Kemudian Vita berlalu dari pandangan pak Rahmat.
Setelah berada dalam pesawat, Vita lalu duduk di bisnis class untuk selanjutnya menuju tanah air.
Setelah menempuh perjalanan udara selama 2 jam karena perbedaan waktu setempat, maka tibalah Vita di bandara Internasional Soekarno Hatta, dan langsung memanggil taksi menuju rumahnya.
__ADS_1
Vita sengaja datang tanpa memberitahu siapapun dengan memilih penerbangan pertama supaya dia mempunyai waktu untuk mengajak Adam makan siang bersama.
Setelah tiba dirumah, Vita hanya menyimpan kopernya tanpa menitip pesan dan langsung mengambil mobilnya meluncur ke Diamond Grup.
Tiba di kantor Diamond grup, tak seperti saat pertama kali berkunjung, kali ini para karyawan hanya mengangguk hormat pada Vita karena mereka sudah mengenal Vita sebagai calon isteri boss mereka.
Setelah tiba di lantai ruangan Adam berada, Vita langsung masuk tanpa mengetuk pintu, meskipun sekretaris Adam sempat menghalanginya namun Vita tak menggubrisnya karena sikap sang sekretaris sempat membuatnya curiga.
Ketika Vita membuka pintu besar ruangan Direktur, sebuah adegan yang membuat Vita hanya mematung tak mampu bergerak ataupun bersuara karena syok.
Adam yang kemudian menyadari bahwa seseorang sedang berdiri di depan pintu ruangannya segera mendorong wanita yang berada dalam pelukannya.
"Vita???" kata Adam dengan wajah pucat
"Kok kaget liat aku????" balas Vita dengan senyum yang susah diartikan
"Marsha,,,,kenalin dia c,,,,"kata Adam yang tidak menyelesaikan ucapannya karena langsung dipotong oleh Vita
"Saya Vita calon rekan bisnis pak Adam.". kata Vita mengulurkan tangannya
Wanita yang bernama Marsha lalu tersenyum menyambut uluran tangan Vita.
"Saya Marsha,,,pacar Adam sebelum menikah tapi sampai sekarang kami masih saling mencintai ". kata Marsha memperkenalkan diri.
Vita yang selalu menampilkan senyum manisnya justru membuat perasaan Adam tak karuan. Meskipun mereka sisa menghitung hari akan melangsungkan pernikahan dan meskipun perasaan mereka sama akan tetapi bagi Adam, Vita bagaikan sebuah teka teki yang tak terpecahkan.
__ADS_1
Kemudian Vita pamit dengan perasaan yang kecewa, marah secara bersamaan namun tetap tersenyum.
"Maaf sepertinya saya datang diwaktu yang tidak tepat. "kata Vita lalu secepatnya meninggalkan ruangan Adam tanpa ingin berlama-lama satu ruangan dengan mereka.
Adam yang tak siap dengan kedatangan dan perlakuan Marsha yang tiba-tiba ditambah dengan sikap Vita yang tak menunjukkan kemarahan sedikit pun membuat Adam hanya bisa diam terpaku pada tempatnya.
"sha,,,,sebaiknya kamu keluar dari ruangan ku sekarang juga dan jangan pernah muncul lagi di depanku " kata Adam datar dan dingin
"Tapi mas,,,,gimana dengan hubungan kita,,," kata Marsha dengan manja
"Hubungan di antara kita sudah lama berakhir dan tak akan kembali seperti dulu ". kata Adam masih dengan datar
"Tapi aku gak mau hubungan kita berakhir ". kata Marsha ngotot
"Terserah kamu, asal kamu tau Minggu depan saya akan menikah dengan gadis yang barusan keluar dari ruangan ini " kata Adam tak kalah ngototnya
"Aku gak akan pernah menyerah, mas Adam adalah milikku selamanya " kata Marsha sebelum berlalu dari hadapan Adam
Setelah Marsha keluar, Adam hanya termangu dengan tatapan kosong di sofa ruangannya.
Sementara Vita dengan perasaan kecewa menjalankan mobilnya ke Mall H untuk sekedar berjalan-jalan menghilangkan galaunya.
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
selamat menikmati,.semoga gak bosan membaca karyaku. Gak kerasa udah bab 53 😁😁😁
__ADS_1
jangan lupa boom vote, like, komen seperti biasa...