Wanita Pilihan Untuk Ayah

Wanita Pilihan Untuk Ayah
Bab. 67.


__ADS_3

Keesokan harinya setelah menyelesaikan operasinya, Vita kemudian meminta dokter Jane untuk menghubungi dokter Hery agar membuat jadwal operasi.


Setelah dokter Jane mencocokkan dan mengatur ulang jadwal untuk pasien dokter Hery, lalu dokter Jane mengirimkan email agar dokter Hery membawa pasiennya Minggu depan.


"Halo pak Alfian, apa kabar ". kata dokter Hery basa basi setelah sambungan telponnya dijawab


"Baik dok,,,,". balas Alfian


"Oh ya pak Alfian, saya ingin mengabari bapak kalo jadwal operasi bapak sudah diatur oleh pihak dokter Maya, tepatnya Minggu depan ". jelas dokter Hery


"Alhamdulillah dokter,,,,saya siap kapanpun ". balas Alfian gembira.


"Ok kalo begitu, kita berangkat dalam beberapa hari, supaya pak Alfian punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri di sana ". kata dokter Hery


"Siap dok,,,,saya akan menghubungi anak saya di London supaya gak usah pulang dan menyewa apartemen ". kata pak Alfian.


"Baik pak Alfian,,,,saya persiapkan dulu rekam medis bapak dan berkas yang diperlukan ". kata dokter Hery sebelum memutuskan sambungan telponnya.


Sementara Vita pun mempersiapkan diri untuk melakukan operasi terhadap pak Alfian, mertuanya.


Selama ini Vita melakukan operasi tanpa beban karena antara dirinya dan pasien tidak ada hubungan kekeluargaan akan tetapi kali ini operasinya dirasakan sangat berat.


Hari keberangkatan Alfian bersama keluarga dan dokter Hery pun tiba, Sisil yang akan segera memulai kuliah perdananya di Imperial College London pun turut serta, mereka diantar oleh keluarga Wibowo dan untuk pimpinan perusahaan Diamond grup sementara diambil alih oleh Daniel.

__ADS_1


Hubungan mereka tetap seperti dulu karena mereka memahami kesalahpahaman yang terjadi pada anak-anak mereka.


Perjalanan panjang yang mereka tempuh tak begitu mereka rasakan karena hanya kegembiraan yang mereka rasakan, sudah lama mereka menunggu jadwal operasi jantung Alfian.


Akhirnya mereka tiba di bandar udara Heathrow dan dijemput oleh Adam. Mr. Richard bersama dengan Davis di dampingi pengawalnya yang juga merupakan agen yang di bina oleh Mr. Richard sedang mengantar pejabat pemerintah.


Sisil yang menangkap bayangan anak kecil mirip dengan anak yang bersama Vita di televisi beberapa waktu lalu, segera menghentikan langkahnya


"Ada apa, Dam???"tanya Indira melihat anaknya yang tiba-tiba berhenti.


"Aku kayaknya liat anak kecil yang tempo hari di tv ".balas Adam


"Ck,,,kamu jangan berpikir bahwa itu anakmu, lagian gak jelas juga kan kalo itu beneran Vita ". kata Indira sambil berlalu


"Ayah,,,,,liat gak anak kecil itu, sekilas mirip ayah.". kata Sisil menunjuk anak kecil yang hilang diantara orang-orang berbaju hitam


"Ah,,,,mana ada anak bule mirip ayah,,,"kata Adam tak yakin.


Sisil terdiam mencerna kata-kata ayahnya sambil terus berjalan keluar dari bandara.


Setelah mereka berada diluar bandara kemudian Adam memanggil supir yang di selama ini mengantar Adam, kemudian menuju apartemen mereka.


Skip

__ADS_1


Keesokan harinya dokter Hery bersama Alfian , Indira, dan Adam ke rumah sakit Elisabeth untuk bertemu dengan dokter Maya sekaligus memastikan hari dan jam operasinya, akan tetapi mereka hanya diterima oleh asisten dokter Maya yaitu dokter Jane


"Hi docter Hery, come in please."kata dokter Jane


"Thank you docter Jane, He is my patients, who will be operated by docter Maya , we want to meet docter Maya for the surgery schedule.". (terima kasih dokter Jane, dia pasien saya yang akan di operasi oleh dokter Maya, kami ingin bertemu dengan dokter Maya untuk jadwal operasinya) kata dokter Hery setelah mereka masuk diruangan dokter Maya.


"Sorry, docter Maya didn't come today. but she scheduled the day after tomorrow at 08.00 am " (maaf, dokter Maya tidak datang hari ini, tapi beliau menjadwalkan lusa jam 08.00.pagi) jelas dokter Jane.


Hembusan udara pendingin ruangan dokter Maya mengeluarkan aroma strawberry yang membuat Adam terkesiap teringat dengan aroma parfum istrinya yang selalu menenangkan perasaannya, kini terasa lagi.


"Kami kenapa sih, Dam,,,sejak kemarin sukanya bikin hal-hal yang aneh deh..."kata Indira kesal melihat tingkah anaknya


"Ma,,,aroma ini seperti bau parfum Vita.". kata Adam


"Jangan mulai lagi deh,,,malu tau ". kata Indira


Setelah mendapatkan jadwal operasi dan mendapat penjelasan tentang prosedur operasi yang akan dilakukan kemudian mereka pun pamit.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


semoga menikmati,,,,jangan lupa dukungannya buat author 🙏🙏🙏


maaf up-nya agak lama🤭🤭🤭tapi author selalu berusaha up secepatnya, supaya.ceritanya selesai dan memulai lagi dengan novel yang lain.

__ADS_1


__ADS_2