
happy reading,,,,,,
Vita memperlihatkan senyum devilnya dan menantang Adam
"Boleh aku coba sistem keamanannya???"tanya Vita memegang iPad yang selalu dia bawa
Alfian yang penasaran dengan orang-orang IT pilihan di perusahaannya kemudian memberi persetujuan membuat Adam mendengus kesal, Sisil kemudian berpindah tempat duduk di samping Vita ikut memperhatikan layar iPad Vita.
Tak sampai 5 menit, semua data perusahaan putra terbuka pada layar iPad Vita, kemudian Vita menyodorkan iPad nya pada Alfian
"Coba papa Al telpon bagian IT perusahaan apakah mereka tau kalo data perusahaan baru saja dibobol??" kata Vita
Setelah Adam menelpon, kemudian wajahnya berubah kesal.
"Mereka tidak tau karena data kita tetap utuh". kata Adam
"Disitulah kelemahan orang IT pada umumnya karena mereka hanya fokus pada kelengkapan data saja, padahal sekarang banyak pembobol data yang tidak meninggalkan jejak " terang Vita "jika ingin data perusahaan aman alangkah baiknya jika kita mengetahui sewaktu seseorang berusaha memasuki sistem perusahaan ". lanjut Vita
"iPad seperti punya bunda kok aneh ya tampilan programnya, Sisil belum pernah loat yang seperti itu ". kata Sisil polos
"Sebelum berangkat sebaiknya Vita berkunjung ke kantor Diamond grup ". kata Alfian memutuskan
__ADS_1
"Masalah itu nanti dibahas lagi, sekarang kita bahas masalah pernikahan mereka ". kata Indira mengalihkan pembicaraan
Adam tersenyum penuh arti kearah Vita membuat Vita tersipu malu seraya mengalihkan pandangannya ke arah Sisil.
"Bulan depan berati kurang dari dua Minggu dari sekarang ". kata Ayu melihat Vita
"Gimana kalo urusanku belum selesai, mama Indi???" tanya Vita
"Nanti aku bantu sayang,,,kalo masalah perusahaan aku ahlinya ". kata Adam menyombongkan diri
"Bukannya nolak mas, hanya saja lebih baik selama aku di Singapura mas, mengamankan data perusahaan mas, aku khawatir ada orang yang bermaksud jahat pada perusahaan mas. Jangan terlena dengan rasa aman selama ini ".kata Vita memberi saran
Vita kembali memberikan senyum yang manis tapi mengerikan.
"Kalian berdua tetap mengurus semua urusan kalian, biarkan kami para orang tua yang menyiapkan pernikahan kalian ". kata Indira tak menerima bantahan
"Mahar apa yang Vita inginkan, nak???" tanya Alfian pada Vita
"Vita gak tau papa Al, terserah mas Adam aja ". jawab Vita
"Adam akan berikan satu perusahaan sebagai mahar, terserah Vita pilih perusahaan yang mana ". kata Adam
__ADS_1
Vita menganga tak percaya akan diberikan perusahaan kemudian berusaha menolak
"Biarkan perusahaan itu menjadi milik Sisil, mas,,,perusahaan yang papa kasi ke aku juga ada kok, entar aku gak bisa ngurus rumah kalo banyak perusahaan ". kata Vita
Alfian dan Indira serta Sisil semakin yakin dengan wanita pilihan mereka untuk Adam. Untuk mendapatkan Vita bukan hanya satu perusahaan mereka ikhlaskan meskipun tiga perusahaan mereka tidak akan sebanding dengan Vita yang nyaris sempurna.
Mereka merasa waktu berjalan sangat lamban untuk sampai pada hari pernikahan yang telah disepakati.
Setelah mencapai kata sepakat, akhirnya keluarga Alfian pamit undur diri. Namun sebelum mereka pulang Alfian kembali mengingatkan Vita untuk berkunjung ke perusahaan.
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
meskipun tengah malam tak menyurutkan semangat author untuk menulis.
mumpung inspirasi lancar aman jaya sentosa
nah jangan lupa pesan ibu, goyangkan jempol berikan vote, like dan komen buat author
terima kasih udah mampir dan bertahan di ceritaku.
...salam hangat dari author 💖💖💖...
__ADS_1